re:ON Comics


Top 10 Stats
Latest Posts Loading...
Loading...
Loading...
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 15 of 40

Thread: [Diskusi] Sejarah G 30 S/PKI

  1. #1
    Member doubledoank's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Earth
    Posts
    55
    Post Thanks / Like

    [Diskusi] Sejarah G 30 S/PKI

    G 30 S/PKI (Gerakan 30 September PKI)


    Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

    Salah satu lembaran hitam dalam sejarah negara kita, yang dimana siapa sebenarnya pelaku G30S sampai sekarang belum diketahui dengan jelas, tertuduh pertama adalah PKI(Paratai Komunis Indonesia), namun ada juga yang menyebut nama Suharto sebagai Dalang dibelakang perstiwa ini. lebih rumit lagi karena adanya keterlibatan CIA dan KGB dibelakang yang saling melakukan Counter Intelijen demi kepentingan mereka di Asia Tenggara.

    Dalam peristiwa ini TNI AD kehilangan 6 orang Pejabat tinggi yaitu :

    • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
    • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
    • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
    • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
    • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
    • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)


    Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.


    Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

    • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
    • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
    • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)


    Dan diperkirakan 500.000 sampai 1000.000 orang dan mungkin masih banyak lagi(ada yang menyebutkan angka 3 juta) menjadi korban setelah PKI dituduh sebagai dalang dibelakang G 30 S, dimana anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi.

    Dan kemudian mereka yang mendapat stigma PKI hidup dengan sangat menderita, dengan stigma ini KTP anda akan ditandai, sehingga kegiatan anda akan bisa dimonitor kapan saja. anda tidak boleh sekolah disekolah negeri, universitas negeri, jadi pegawai negeri, guru, wartawan atau apapun yang berhubungan dengan publik. Bahkan jadi dalang dan penulis buku pun gak boleh. mereka dibatasi garakannya bahkan dalam kegiatan ekonomi. Mereka tidak boleh mendirikan perusahaan berskala besar ataupun pabrik yang beromset besar. tindakan ini adalah sebagai sebuah bentuk penghilangan generasi secara sistematis dan perlahan-lahan alias genocida terukur.

    Pada zaman Orde Baru, Tragedi ini ditutup rapat rapat, sehingga tidak ada yang berani menyelidiki kebenaran dibalik tragedi tersebut,namun di zaman sekarang saatnya kita untuk membahas dan menguak apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu.

    Referensi dan Pranala = Wikipedia,Forum Kafegaul
    In youth we learn; in age we understand. - Marie von Ebner-Eschenbach.

  2. #2
    Rei's husband のヮの
    Kincedou's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Lost City R'lyeh
    Posts
    30,136
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    186
    hueh, akhirnya ada jg yg ngebahas ttg sejarah gelap Indonesia yg satu ini......


    Shiawase na Kazoku

    "And women wonder why they can't find good men, well, there you go ladies, that's one reason. being a man is a crime these days."

  3. #3
    aku Buttler baik ( '-' )
    Illinyan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Buttler
    Posts
    3,367
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    12
    Bagi gw sih terang
    soalnya gw lahir 29 september

  4. #4
    Member doubledoank's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Earth
    Posts
    55
    Post Thanks / Like
    masih banyak missing link yang belum terungkap di peristiwa ini..

    namun pertanyaan yang paling mendasar adalah siapakah dalang di balik G 30 S?

    PKI? Soeharto? CIA? TNI AD?

    Berikut Kronologis kejadian menurut Pranoto


    CATATAN KRONOLOGIS SEKITAR PERISTIWA GERAKAN G.30 S/PKI


    Di bawah ini adalah beberapa catatan ringkas dari saya, sekitar kejadian dan peristiwa baik yang saya alami maupun saya ketahui sekitar gerakan G.30S/PKI yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965. Singkatnya secara kronologis dan numerik dapat saya tuliskan disini sbb.:



    Pertama, pada tanggal 1 oktober 1965 kurang lebih jam 06.00 pada saat saya sedang mandi, maka datanglah Brig.Jen Dr. Amino (Ka.Dep.Psychiatri RSGS Jakarta) yang dengan serta-merta memberitahukan tentang diculiknya Let.Jen. A.Yani beserta beberapa Jenderal lainnya oleh sepasukan bersenjata yang belum diketahuinya. Sesudah mandi, maka saya segera berangkat ke MBAD dengan mengenakan pakaian dinas lapangan.


    Kedua, setibanya di MBAD dan setelah menampung beberapa berita dari beberapa sumber, maka oleh karena pada saat itu saya kebetulan sebagai Pati yang berpangkat tersenior, saya segera memprakarsai untuk mengadakan rapat darurat diantara para asisten Men./pangad atau wakilnya yang hadir pada saat itu di MBAD, yaitu para pejabat teras SUAD dari asisten Men.Pangad sampai asisten VII Men.Pangad termasuk Irjen P.U dan Pejabat Sekretariat.
    Setelah menampung beberapa laporan dan keterangan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, maka rapat menyimpulkan: Secara positif bahwa Let. Jen. A.Yani beserta lima orang Jenderal lainnya telah diculik oleh sepasukan penculik yang pada saat itu belum dapat dikenal secara nyata.
    Berikutnya, rapat memutuskan untuk menunjuk May.Jen Soeharto Pang.kostrad agar bersedia mengisi pimpinan AD yang terdapat vacuum. Melalui korier khusus, maka keputusan rapat kita sampaikan kepada May.Jen Soeharto di MAKOSTRAD.


    Ketiga, pada hari itu juga tanggal 1 Oktober 1965 k.l jam: 09.00 saya menerima laporan dari MBAD yang mengatakan bahwa menurut siaran RRI saya ditunjuk oleh Presiden/Panglima tertinggi untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad. Oleh karena baru merupakan berita, maka saya tetap tinggal di Pos Komando MBAD untuk menunggu perintah lebih lanjut.


    Keempat, bahwa pada hari itu juga tanggal: 1 Oktober 1965 sesudah saya menerima berita tentang penunjukkan saya untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad, maka berturut-turut datanglah utusan-utusan dari Presiden/Panglima Tertinggi yaitu:
    1. Let.Kol.Inf. Ali Ebram, Kasi I Staf Resimen Cakrabirawa yang datang k.l jam: 09.30
    2. Brig.Jen. TNI Soetardio, Jaksa Agung, bersama Brig.Jen. Soenarjo, Ka.Reserse Pusat Kejaksaan Agung yang datang bersama pada jam: 10.00 (k.l)
    3. Kolonel Bambang Wijarnako, Ajudan Presiden/Pangti yang datang sekitar j am: 12.00.
    Oleh karena saya sudah terlanjur masuk dalam hubungan komando taktis dibawah May.Jen. Soeharto (vide titik 2 di atas), maka saya tidak dapat secara langsung menghadap dengan tanpa seidzin May.Jen. Soeharto sebagai pengganti Pimpinan AD saat itu.
    Atas dasar panggilan dari utusan-utusan tersebut di atas, sayapun berusaha mendapatkan idzin dari May.Jen Soeharto. Akan tetapi May.Jen Soeharto selalu melarangnya saya untuk menghadap Presiden/Pangti dengan alasan bahwa dia (May.Jen. Soeharto) tidak berani[/i] mereskir[/i] (menjamin,ed) kemungkinan tambahnya Jenderal lagi apabila dalam keadaan yang sekalut itu saya pergi menghadap Presiden. Saya tetap menaati perintahnya untuk tinggal di MBAD.


    Kelima, pada malam hari berikutnya, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1965 k.l. jam: 19.00 saya dipanggil rapat oleh Jenderal Nasution, KSAB di Markas KOSTRAD untuk menghadiri rapat.
    Kecuali Jenderal Nasution yang hadir, juga dihadiri oleh May.Jen Soeharto, May.Jen Moersyid, May.Jen Satari dan Brig.Jen Oemar Wirahadikusumah.
    Jenderal Nasution secara resmi menjelaskan, bahwa saya mulai ini hari ditunjuk oleh Presiden/Pangti untuk menjabat sebagai carataker Men./Pangad, yang selanjutnya menanyakan kepada saya bagaimana pendapat saya secara pribadi.
    Saya menjawab, bahwa sampai saat itu saya sendiri belumlah menerima pengangkatan secara resmi secara hitam di atas putih. Maka saya berpendapat agar sementara waktu belum dikeluarkannya pengangkatan resmi (tertulis) dari Presiden/Pangti entah nantinya kepada siapa di antara kita, lebih baik kita menaruh perhatian kita dalam usaha menertibkan kembali keadaan yang darurat pada saat itu yang ditangani langsung oleh Pang.Kostrad (May.Jen Soeharto) yang juga kita percayakan untuk sementara menggantikan pimpinan AD.
    Akan tetapi mengingat pada saat itu suara dan kesan dari media massa yang memuat berita-berita adanya usaha untuk menentang keputusan Presiden/Pangti tentang penunjukkan saya sebagai carataker Men./Pangad. Maka oleh Jenderal Nasution saya diminta agar pada tanggal 2 Oktober 1965 pagi mengadakan wawancara pers yang direncanakan di Senayan. Saya bersedia.


    Keenam, tanggal 2 Oktober 1965, menjelang waktu saya akan mengadakan wawancara pers, maka tiba-tiba May.Jen Soeharto dan saya mendapatkan panggilan dari Presiden/Pangti yang pada saat itu sudah meninggalkan pangkalan udara Halim Perdana Kusumah dan menempati kembali di Istana Bogor. Oleh karena itu, maka wawancara pers saya tunda waktunya.
    May.Jen Soeharto bersama saya dan Brig.Jen Soedirgo (Dan Pomad) segera berangkat menghadap Presiden/Pangti di istana Bogor. Di istana Bogor diadakan rapat di mana hadir pula Bpk. Leimena, Bpk. Chaerul Saleh, Martadinata, Omardani, Cipto Yudodiharjo, Moersyid, M.Yusuf, dan beberapa menteri lagi.
    Keputusan rapat: Presiden/Pangti memutuskan, bahwa pimpinan AD langsung dipegang oleh Pangti, sedangkan May.Jen Soeharto diperintahkan untuk menjalani tugas operasi militer, kemudian kepada saya ditugaskan sebagai carataker Men./Pangad dalam urusan sehari-hari (Daily Duty).


    Ketujuh, tanggal 14 Oktober 1965, setelah melalui macam-macam proses kejadian, maka May.Jen Soeharto diangkat menjadi kepala staf AD dengan membentuk susunan stafnya yang baru. Kedudukan saya menjadi Pati diperbantukan kepada KASAD.


    Kedelapan, tanggal 16 Februari 1966 atas perintah KASAD May.Jen Soeharto saya ditahan di Blok P Kebayoran Baru Jakarta dengan tuduhan terlibat dalam G.30-S/PKI, dengan surat perintah penangkapan/penahanan No.37/2/1966, tanggal 16 Februari 1966.


    Kesembilan, dengan perubahan status penahanan dari Ketua Team Pemeriksa Pusat, tersebut dalam surat Perintahnya No.Print. 018/TP/3/1966 saya mendapatkan perobahan penahanan rumah mulai pada tanggal 7 Maret 1966.


    Kesepuluh, dengan Surat Perintah Penangkapan/Penahanan No.Print. 212/TP /1/1969, tanggal 4 Maret 1969 saya kembali ditahan di Inrehab NIRBAYA Jakarta yang tetap dalam tuduhan yang sama.


    Kesebelas, dengan Surat Keputusan Menteri HANKAM/Panglima ABRI yang tersebut dalam Surat Keputusan No. Kep./E/645/1I/1970, tanggal 20 November 1970, yang ditanda tangani oleh Jenderal M. Panggabean, saya mulai dikenakan skorsing dalam status saya sebagai anggota AD, yang berikutnya pada bulan Januari 1970 saya sudah tidak menerima gaji skorsing dan hak penerimaan lainnya lagi. Sedangkan Surat Pemberhentian ataupun Pemecatan secara resmi dan keanggotaan AD ini pun sampai sekarang belum/ tidak pernah saya terima.


    Keduabelas, atas dasar Surat Keputusan dari Panglima KOPKAMTIB yang tersebut dalam surat No.SKEP /04/KOPKAM/I/1981, maka dalan pelaksanaannya oleh KA. TEPERPU tersebut dalam Surat Perintahnya No. SPRIN,-481/1I/1981 TEPERPU, saya baru dibebaskan dari tahanan pada tanggal16 Februari 1981.
    Jadi kalau saya perhatikan tanggal, bulan dan tahun mulai dan berakhirnya saya mengalami penahanan adalah selama waktu 15 (limabelas) tahun, tanpa kurang atau pun lebih, yaitu dari tanggal 16 Februari 1966 sampai pada tanggal 16 Februari 1981.


    Ketigabelas, selama waktu saya ditahan, sepanjang waktu limabelas tahun itu, saya merasa belum pernah mengalami pemeriksaan melalui proses dan pembuatan berita acara yang resmi. Saya hanya menjalani interogasi secara lisan, yang di lakukan oleh Tim Pemeriksa dari TEPERPU pada tahun 1970. Sesudah itu saya tidak pernah diinterogasi lagi, sampai saatnya saya dibebaskan pada 16 Februari 1981.


    Keempatbelas, untuk waktu berikutnya, maka apa, di mana, dan bagaimana yang dapat saya perbuat/lakukan sebagai seorang yang tanpa berstatus, polos selagi telanjang tanpa hak milik materi barang sedikit pun yang bernilai, yang memungkinkan untuk melanjutkan amal- kebaktian saya pada Tanah Air dan Bangsa, yang pernah saya rintiskan dalam turut serta mulai Perang Kemerdekaan 1945 yang tanpa absen itu? Segala penjuru lapangan kerja tertutup untuk kehadiranku, justru aku dipandang sebagai orang yang beratribut bekas tahanan G.30-S /PKI, bahkan mungkin menurut persepsi mereka, saya ini sebagai “dedengkot” nya G.30-S/PKI dari segala aspek.
    Saya harus berani menelan pil, yang sepahit ini, dan harus pula berani membaca kenyataan dalam hidup dan penghidupan saya yang telah menjadi suratan dan takdir llahi kepada saya sebagai umatnya. Manusia tak kuasa mengelak dari segala apa, yang telah dikehendakkan-Nya dan digariskan-Nya, justru DIA -lah sebagai SANG MAHA DALANG, yang memperagakan umatnya sebagai anak wayang di pentas pakeliran kehidupan dunia ini.
    Saya harus mengetahui diri, ditempat, di saat dan dalam keadaan apa dan bagaimana saya ini. Saya harus dapat menguasai dan membunuh waktu, betapapun kegiatan saya sehari hari itu saya utamakan lebih dahulu demi kepentingan rumah tangga dan keluarga yang masih tersisa di rumah.
    Terus terang saja kalau saya merasa malas dan enggan untuk berkunjung dan berkomunikasi dengan bekas rekan perjuangan, teman atau pun kenalan yang dahulunya saya anggap dekat/ akrab. Justru bagi mereka, yang tidak mengetahui ujung-pangkal dalam duduk perkara, saya tiada setapak pun mau maju mendekat dan bertatap muka secara hati ke hati. Kebanyakan lalu pergi menyelinap dan menghindar, yang mungkin ada merasa takut disorot, yang akibatnya dapat merugikan diri.
    Namun tidak sedikit pula, bekas rekan-rekan seperjuangan dan teman/kenalan, yang masih mau berkunjung ke rumah saya, sungguh pun tempat tinggal saya sekarang ini di pinggiran kota, yang sebagian perjalanannya harus ditempuh dengan jalan kaki. Di antaranya saya merasa terkesan dengan kunjungan Letjen(P) Soedirman anggota Dewan Pertimbangan Agung, yang pada suatu malam buta berkenan meluangkan kakinya, untuk mengunjungi saya di rumah Kramatjati yang sesempit itu.
    Saat pertama bersua kembali dengan saya, sedikitpun saya tidak melihat adanya perubahan wajah, sebagaimana wajah cerah amikal selagi sikapnya yang brotherly/fatherly, sebagaimana yang mula-mula saya mengenal beliau sebagai rekan Komandan Resimen yang tersenior. Beliau mengutamakan rasa kemanusiaannya dari pada rasa sebagai perwira tingginya. Beliau terkenal rajin berkunjung kepada keluarga anak buah, yang suaminya sedang mengalami penahanan, atau pun yang ditinggal bertugas operasi oleh suaminya. Beliau pun tidak ada rasa ragu mengunjungi bekas bawahannya yang berada dalam tahanan. Toleransi terhadap penderitaan teman atau pun anak buah bagi beliau tidak pernah menutup mata dan telinga, lepas dari persoalan atau pun perkara, yang sedang mereka pertanggung-jawabkan masing-masing.
    Sikap yang layak terpuji dan dihargai oleh khalayak orang timur, kalau orang itu dapat berteladan pada panutan sikap dan sifat, sebagaimana yang dimiliki Letjen(P) Soedirman itu. Maka kunjungan yang semacam itulah yang selalu dapat membasahi, ibarat embun yang menyiram hati saya.
    Jakarta, 1 April 1989
    Pembuat catatan kronologis,
    Ttd.
    Pranoto Reksosamodra.
    Sumber dari buku : Memoar Mayor Jendral Raden Pranoto Reksosamodra.
    BAGIAN KE ENAMBELAS
    Halaman 245 sampai dengan 255, ip
    Penerbit Syarikat Indonesia. ISBN 979-96819-3-6


    http://newhistorian.wordpress.com/20...akan-g30-spki/
    Last edited by doubledoank; 14 January 2010 at 14:36.
    In youth we learn; in age we understand. - Marie von Ebner-Eschenbach.

  5. #5
    Just an Ordinary Guy veda's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Earth
    Posts
    1,748
    Post Thanks / Like
    salah satu sejarah Indonesia yang banyak make-over na..
    walaupun saya kurang setuju dengan paham komunis namun saya kasian terhadap rakyat kecil yg tidak tahu apa2 yg jadi tumbal permainan politik ini..

    bokap saya waktu kecil sampe stress gara2 nggak sengaja nonton eksekusi orang2 yg dituduh sebagai anggota PKI di sungai Berantas Jawa timur..
    waku diceritain full Guro..

    ah... damn you CIA..
    Ada yg bilang saya sering nyulik Loli, ITU FITNAH! mereka semua sukarela kok

  6. #6

    martinez's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Location
    dibawah rok Aikawa Kizuna
    Posts
    8,002
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    9
    pas pembantaian rakyat kecil itu....

    manusia udh jadi kyk....

    Homo Homini Lupus
    Manusia menjadi serigala bagi sesamanya

    gk mengenal ayah, ibu, anak, sahabat, kerabat, tetangga.....semua main bantai demi keselamatan diri sendiri

  7. #7
    Member doubledoank's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Earth
    Posts
    55
    Post Thanks / Like
    kalo menurut cerita emak gw dulu

    pas setelah kejadian G 30 S, keluara emak gw pada sembunyi semua takut kalo keluar ntar dijadikan target/difitnah PKI

    dan menurut paman gw yang sempat melewati sungai yang disamping kota itu udah airnya merah karena darah dan mayat dimana mana...
    In youth we learn; in age we understand. - Marie von Ebner-Eschenbach.

  8. #8
    Rei's husband のヮの
    Kincedou's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Lost City R'lyeh
    Posts
    30,136
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    186
    Quote Originally Posted by Crossdress Killer View Post
    Bagi gw sih terang
    soalnya gw lahir 29 september
    ooo, km lahir taon 1965 ya??


    BTT

    miris memang mendengar stigma utk mereka yg tertuduh ini, padahal belum tentu yg d tuduh itu terlibat


    Shiawase na Kazoku

    "And women wonder why they can't find good men, well, there you go ladies, that's one reason. being a man is a crime these days."

  9. #9
    Just an Ordinary Guy veda's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Earth
    Posts
    1,748
    Post Thanks / Like
    yang salah soeharto+CIA
    tapi saya rasa PKI ngga 100% innocent jg..

    dari buku yg pernah saya baca saya si saya nanggep na gini:
    PKI memang ada rencana untuk berontak(well uda keliatan waktu pergerakan mereka di madiun), Soeharto+CIA mendapatkan informasi ini justru memanfaatkan momentum ini buat menyapu bersih pengaruh Komunis dari RI..



    tapi sial.. rakyat yg jadi korban..
    yg cm daftar PKI karena diiming-imingi beras gratis..
    Ada yg bilang saya sering nyulik Loli, ITU FITNAH! mereka semua sukarela kok

  10. #10
    Orang terganteng sedunia matsuri's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    1,824
    Post Thanks / Like
    Quote Originally Posted by veda View Post
    yang salah soeharto+CIA
    tapi saya rasa PKI ngga 100% innocent jg..
    Aku jujur saja merasa pemberitaan pasca era reformasi sangat tidak berimbang. Semua yang dianggap membela Suharto ditolak oleh media. Dan apa yang diterima sebagai kebenaran di masyarakat hanyalah apa yang ingin mereka dengar.

    Film Gie yang pro PKI malah disiarkan bahkan dibahas di talkshow. Tapi film-film tentang kebengisan G30S PKI dan pemberontakan Madiun dihilangkan, bahkan cenderung ada usaha membuat orang-orang lupa dengannya.
    Banyak keluargaku yang merupakan saksi sejarah. Seandainya kalian tahu bagaimana lantai di tempat pembantaian Madiun itu sampai banjir dengan darah (beberapa sumber menyebutkan darah sampai setinggi mata kaki)
    Dan satu hal yang perlu dipahami : Suharto juga menjadi target pembunuhan G30S. Tapi karena Tommy (Hutomo Mandala Putera) tersiram air panas saat itu, maka keluarga Suharto pergi ke rumah sakit sehingga selamat dari tragedi bengis itu. Ini juga sebabnya Tommy menjadi anak kesayangan Pak Harto sampai akhir hayat

    iSola
    Don't you know? All machines can be fixed with a swift kick

  11. #11

    gitablu's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    Land of Light
    Posts
    3,590
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    488
    IMHO, salah 1 sejarah bangsa indonesia yg bagi saya membingungkan. teralu banyak versi, teralu banyak ini dan itu. Saya jadi ingat, waktu SMA dulu, guru sejarah saya akhirnya memutuskan pada pembahasan PKI ini untuk menyuruh muridnya membagi kelompok dan membahas buku2 ttg PKI, tp dari pengarang yg berbeda. dan setelah itu sewaktu kita persentasi, ternyataa, semua kelompok mendapatkan kesimpulan yang berbeda, dan kisah yang berbeda2.

    saya kebagian harus membahas buku jurnal harian seorang duta amerika. dia menceritakan pristiwa PKI ini berbeda dari buku yang dikarang oleh pengarang indonesia. Dan dari sesama pengarang indonesia saja, ada yang berbeda2 sudut pandang dan penjelasannya. Dan saya akhirnya jadi pusing sendiri. Teralu banyak versi, teralu banyak penceritaan berbeda2 dr tiap2 sudut pandang. Dan yg makin membuat saya mumet, saya ga tau yang mana yang benar.

    mau nanya oma saya, dia hanya bercerita bahwa era itu adalah era yang ngeri. salah ngomong dikit, bisa tau2 ilang dan ga diketahui nasibnya. Makanya, suasana saat itu mencekam dan ngeri. Kata dia, ga tau siapa lawan, siapa kawan. Dan hati2 menyebut kata "sakti", krn salah2 bisa diciduk.

    ada yang bilang jg, ini pembantaian umat manusia yang terbesar seasia tenggara pada era itu. well, i dont know, mana yg benar mana yang salah. Memang, dalam sejarah pasti ada yang namanya misteri sejarah. apakah ini misteri sejarah indonesia? Dan saya ga mau mengatakan siapa yang paling benar, dan siapa yang salah dalam kejadian ini. Pusing. pake banyak sumber buku, malah makin banyak keterangan bertentangan yang didapat.
    BLOG | deviantART | Twitter | Tumblr

    Frozen Soul - a Frozen fanfic by me
    Quote Originally Posted by EnRyuu View Post
    saya gak sabar liat endingnya gimana... ini cerita menyentuh saya, dalam aspek yang aneh tapi nyata...

  12. #12
    Sadako's boyfriend xchalant's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Near Galaxy
    Posts
    5,356
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    16
    "Sejarah selalu ditulis oleh pemenang"...

    Itu satu kalimat saja yang merangkum semua kebingungan tersebut.

    "Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri

    dan merasakan dengan hati mereka sendiri" ; Einstein

  13. #13
    Orang terganteng sedunia matsuri's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    1,824
    Post Thanks / Like
    Quote Originally Posted by xchalant View Post
    "Sejarah selalu ditulis oleh pemenang"...

    Itu satu kalimat saja yang merangkum semua kebingungan tersebut.
    Tepat sekali. Karena itulah setelah reformasi bermunculan buku-buku yang mendiskreditkan peran Suharto dakam G30S

    iSola
    Don't you know? All machines can be fixed with a swift kick

  14. #14
    Senior Member
    Pascal Michaelis's Avatar
    Join Date
    Jan 2010
    Posts
    11,802
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    296
    bagi siapapun yang mengetik pembahasan ini,saya memberikan terima kasih yang sangat besar karena membantu dalam mereferensikan sejarah ini .(kebetulan saya juga mendapatkan tugas untuk membahas tentang ini.)

    memang sampai sekarang kasusnya agak samar-samar,apalagi setelah saksi-saksi kunci mulai berhilangan,bahkan orang-orang penting didalamnya juga hampir tidak ada lagi. Tetapi,yang bisa diambil dari sejarah ini adalah kesatuan rakyat Indonesia dalam mempertahankan Pancasila. Saya salut dengan hal itu,dimana rakyat -walau dalam keadaan susah- masih bisa mempersatukan gerakan untuk menumpas habis PKI. Padahal,jika dilihat lebih dalam,PKI pada waktu itu memberikan sumbangan kepada rakyat kecil,dan bantuan itu berupa sembako dan bahan-bahan keperluan sehari-hari.

    Dari kejadian ini jugalah Pancasila dipertaruhkan,tetapi karna kesatuan hati rakyat dan tentara NKRI lah yang dapat menumpas gerakan ini. Penyebab G 30 S/PKI juga masih simpang-siur,ada yang bilang CIA terlibat,ada yang mengatakan ini hanyalah manuver politik untuk mengganti ideologi negara,ada juga yang mengatakan bahwa gerakan ini adalah untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan .
    Quote Originally Posted by Natsume Shirou View Post
    nantikan dokumentasi pembuatan lil nao

  15. #15
    Sekiguchi's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Location
    shady neighborhood
    Posts
    14,800
    Post Thanks / Like
    Blog Entries
    80
    bisa dibilang
    "hanya pihak yang bertahanlah yang sejarahnya ditulis dan dianggap benar"
    kalau menurut ane sih CIA dan Soeharto yang mengetahui soal rencana pemberontakan PKI dan CIA menggunakan Soeharto sebagai kaki tanganya. Soeharto yang tergoda iming-iming kursi presiden pun melakukanya.
    buntutnya Soekarno menyerahkan jabatan "sementara" pada Soeharto untuk mengatur negara yang sedang dilanda Chaos melalui SUPERSEMAR! sayangnya jabatan itu digunakan kedok untuk mengkudeta Soekarno.
    Komunis musnah dan Indonesia pun digenggam, NICE CIA!!

    smoke weed erryday~
    C.C.|Celty|Haqua|Ajimu

    Quote Originally Posted by saika View Post
    ngga, perasaan kamu tepat, seki itu orang gila yang memburu cheeseburger dengan regalia angin milik sora takeuchi
    Quote Originally Posted by pettanko View Post
    lo kira spa ada nomor punggungnya
    yg gw tau spg langganan pedo si Bianca tuh yg ada tato nomor 69 dipunggungnya

Page 1 of 3 123 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •