BAGIKAN
© 2018 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee

Sinopsis

Dikisahkan pada suatu masa di masa depan, sosok manusia buatan yang disebut sebagai hiE menjadi bagian dari kehidupan manusia dan menangani hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia, salah satunya adalah Lacia. Syahdan pada suatu hari, Arato Endo, seorang pemuda berumur 17 tahun bertemu dengan Lacia. Apa sebenarnya arti dari pertemuan mereka berdua, dan apakah umat manusia bisa hidup berdampingan dengan para hiE?

Komentar

Bramantyo Wibisono – Direktorat Operasi, Sarana, dan Teknik

Selama kurang lebih 6 tahun proyek anime ini dijanjikan, akhirnya BEATLESS tayang di awal tahun 2018. Dan tepat tanggal 12 Januari 2018 episode perdana anime ini diluncurkan. Anime ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh para penggemar Redjuice, dikarenakan ia merupakan ilustrator asli novelnya. Redjuice juga merupakan ilustrator dan pendesain karakter anime Guilty Crown yang terkenal pada saat itu.

Episode pertama anime BEATLESS diawali dengan pertemuan antara sang karakter utama, Arato dengan Lacia, sebuah humanoid yang tidak memiliki ‘jiwa’. Namun, saya tidak akan banyak komentar tentang ceritanya untuk menghindari spoiler. Yang pasti, ini bukanlah Guilty Crown. Walaupun pendesain karakternya adalah orang yang sama.

Hal yang lebih penting diperhatikan di anime BEATLESS ini adalah animasinya. Sebelum tayang, saat rumah produksi yang mengerjakan proyek anime ini diumumkan banyak  fans yang merasa kecewa. Beberapa di antara mereka lebih mengharapkan studio Production I.G. yang akan menanganinya, seperti Guilty Crown yang juga ditangani studio tersebut. Namun, di episode pertama ini studio Diomedea menjawab dengan tegas semua kekecewaan itu.

Desain kelima humanoid yang begitu rumit dari Redjuice berhasil diaplikasikan dalam bentuk gambar bergerak oleh Diomedea pada anime BEATLESS. Karakter-karakternya terlihat begitu ekspresif dan halus, meskipun Lacia terlihat begitu poker face, karena memang sifat karakternya seperti itu. Yang patut diacungi jempol adalah, meskipun BEATLESS terdapat unsur mecha yang begitu jelas, penggunaan gaya CGI pada anime ini begitu minim. Terlihat beberapa robot yang muncul di anime ini tetap digambarkan dengan gaya 2 dimensi.

Sebagai tambahan, izinkan saya membahas sedikit tentang pengisi suaranya. Tak disangka-sangka, Nao Touyama, seorang seiyuu yang biasa mengisi suara karakter-karakter moe, berhasil memainkan karakter Lacia yang begitu pendiam dan tak mempunyai rasa. Salah satu poin tambahan juga sebagai alasan untuk mengikuti anime BEATLESS.

Fakta dan Data

Nama Lain ビートレス
Karya Asli Novel karya Satoshi Hase dan diilustrasikan Redjuice
Pengisi suara Hiromi Igarashi sebagai Snowdrop
Misako Tomioka sebagai Kouka
Nao Tōyama sebagai Lacia
Shino Shimoji sebagai Saturnus
Sora Amamiya sebagai Methode
Sutradara Seiji Mizushima (Fullmetal Alchemist, Mobile Suit Gundam 00)
Penulis skenario Go Zappa (Blend S)

Tatsuya Takahashi (Eromanga-sensei)

Desain Karakter Asli Redjuice (Guilty Crown, Genocidal Organ)
Desain karakter Hiroko Yaguchi (Aikatsu! series)
Musik Narasaki (Deadman Wonderland)
Lagu pembuka Error” oleh GARNiDELiA
Lagu penutup PRIMALove” oleh ClariS
Studio Diomedea
Situs resmi http://beatless-anime.jp/
Twitter @BEATLESS_info
Mulai tayang pada 12 Januari 2018 (16.55 GMT, 23.55 WIB) / 13 Januari 2018 (01.55 JST)

Screenshot dan Trailer

© 2018 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee
© 2018 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee
© 2018 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee
Lagu penutup “PRIMALove” oleh ClariS
© 2018 Satoshi Hase · Redjuice / Diomedea · BEATLESS Production Committee

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.