BAGIKAN
Silvia Halim, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta di depan calon pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas | Foto: Fasubkhanali

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terus berusaha untuk menyelesaikan proyek pembangunan MRT Fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI. Jelang pengoperasian pada Maret 2019, MRT Jakarta memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk dapat melihat langsung kondisi terkini dari Stasiun MRT Dukuh Atas.

Pada Rabu (28/3), Tim KAORI bersama jurnalis lainnya berkesempatan mengunjungi Stasiun MRT Dukuh Atas. Stasiun MRT Dukuh Atas merupakan stasiun yang paling dalam dari seluruh stasiun MRT yang dibangun. Posisi stasiun berada di kedalaman 24 meter dibawah tanah. Hal tersebut disebabkan karena pembangunan jalur dan Stasiun Dukuh Atas harus melewati bagian bawah dari Kanal Banjir Barat (KBB).

Arahan dari PT MRT Jakarta sebelum memasuki Stasiun MRT Dukuh Atas | Foto: Fasubkhanali

Sebelum masuk ke dalam stasiun, seluruh peserta wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari sepatu boots, rompi dan helm. Selanjutnya, dari pihak MRT Jakarta menyampaikan tata tertib saat berada di area proyek Stasiun MRT Dukuh Atas. Para peserta akhirnya dipersilakan masuk melalui pintu masuk berkode “Entrance U-1”.

Untuk pembangunan pintu masuk stasiun bawah tanah seluruhnya dibuat lebih tinggi sekitar 1 meter dari tanah di sekitarnya. Hal ini berfungsi agar jika terjadi banjir, air tidak masuk ke dalam stasiun melalui pintu masuk stasiun bawah tanah. Kondisi tangga yang masih dalam pengerjaan membuat para peserta harus berhati-hati dalam melangkah.

Stasiun MRT Dukuh Atas ini memiliki 3 lantai yang terdiri dari concourseintermediate dan platform. Lantai councourse berada di paling atas stasiun yaitu berada di lantai pertama setelah calon penumpang masuk dari pintu masuk stasiun. Pada lantai ini terdapat area pembelian tiket, pusat informasi, retail, toilet hingga ruang ibu menyusui. Pada lantai intermediate merupakan tempat dimana terdapat ruangan penyimpanan peralatan stasiun dan kereta yang nantinya akan tertutup untuk umum. Pada lantai paling dasar, terdapat lantai platform dimana merupakan area penumpang menunggu serta naik dan turun dari kereta.

Pemasangan Platform Screen Doors (PSD) Stasiun MRT Dukuh Atas | Foto: Fasubkhanali

Secara umum, pengerjaan yang sedang dilakukan adalah pengerjaan arsitektur pada bagian dalam maupun pintu masuk stasiun. Selain itu, pada area peron sedang dilakukan pemasangan Platform Screen Door (PSD). Pemasangan PSD ini dilakukan untuk menjaga suhu ruangan stasiun tetap dalam kondisi yang baik karena akan dipasangkan juga air conditioner (AC) di dalam stasiun. Kini, seluruh pengerjaan di Stasiun MRT Dukuh Atas telah mencapai sekitar 90 persen.

Selain menjadi stasiun yang paling dalam, Stasiun MRT Dukuh Atas juga diperkirakan akan menjadi stasiun yang paling ramai. Hal ini dikarenakan lokasi dari Stasiun MRT Dukuh Atas berada di area yang berdekatan dengan banyak moda transportasi. Moda transportasi tersebut yaitu Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, KRL Bandara serta Light Rail Transit (LRT) Jakarta dan Jabodebek.

Sekedar informasi, terhitung 25 Maret 2018 total pengerjaan yang telah diselesaikan oleh MRT Jakarta sebesar 92,50 persen. Untuk seksi layang (CP 101 – CP 103) telah diselesaikan sebesar 89,19 persen, sedangkan seksi bawah tanah (CP 104 – CP 106) telah selesai sebesar 95,83 persen.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.