BAGIKAN

Sejumlah tokoh sepak bola dan politikus mengecam tindakan Nurdin, yang dianggap mempolitisasi tim nasional sepak bola Indonesia dengan mengajak mereka melakukan "tur politik". Dia juga didesak mundur. Tindakan Nurdin itu dianggap sebagai salah satu penyebab kekalahan tim nasional Indonesia oleh Malaysia dalam pertandingan pertama final Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) 2010, Ahad lalu.

"Biarkan tim nasional Indonesia mempersiapkan diri dan bermain sebaik mungkin, tidak perlu dibebani dengan sejumlah agenda, dan tidak perlu diiming-imingi janji-janji," kata Taufiq Kiemas di gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.

Advertisement Inline

Tokoh olahraga nasional yang juga Ketua Badan Perwasitan Nasional, I Gusti Kompyang Manila, sependapat dengan Taufik. Kekalahan telak Indonesia oleh Malaysia 0-3 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, kata Manila, disebabkan oleh faktor teknis dan nonteknis. Faktor teknis terkait dengan strategi dan pemilihan pemain oleh pelatih Alfred Riedl. Sedangkan sebab nonteknis, pemain dibebani banyak agenda di luar latihan.

Sebelum berangkat ke Malaysia, tim nasional sempat menghadiri jamuan makan di rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie pada 20 Desember lalu. Mereka juga diarak oleh Nurdin Halid untuk menghadiri doa bersama di Pesantren Assidiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat. Tindakan inilah yang dinilai Manila merusak konsentrasi pemain. Menurut Manila, aroma politik pun amat kental dalam dua acara itu. "Jangan ulangi kesalahan, kecuali keledai," ujarnya sembari menambahkan, karier Nurdin di PSSI bergantung pada hasil final kedua Indonesia versus Malaysia, 29 Desember besok.

Kemarin gerakan menuntut Nurdin Halid mundur dari jabatannya juga bergulir di situs-situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Di Facebook lahir gerakan "1.000.000 Facebookers dukung Ketua PSSI Nurdin Halid untuk Mundur!". Gerakan ini sudah didukung 17.261 orang. Di halaman itu terdapat berbagai komentar yang menuntut Ketua Pemenangan Partai Golkar Wilayah Sulawesi ini untuk lengser. Mereka juga memasang gambar Nurdin dengan tulisan “Wanted, Musuh Bangsa”. Gerakan serupa muncul di situs Twitter sejak Senin lalu. Gerakan ini sempat menjadi topik terpanas (trending topic) di Twitter. Bahkan pemain sepak bola Liverpool, Ryan Babel, pun sampai bertanya-tanya lewat Twitter. "Mengapa Nurdin Halid membuat masalah?" tanya Babel lewat akun Twitternya, @RyanBabel.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng menolak menanggapi desakan agar Nurdin turun dari posisi yang ditempati sejak 2003 itu. "Saya enggak mau mengomentari," ujarnya setelah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Jakarta.

Nurdin belum berkomentar soal desakan mundur. Telepon dari Tempo tak dijawab. Namun kemarin Nurdin berdalih kekalahan tim nasional gara-gara teror kubu Malaysia. Juru bicara PSSI, Tubagus Adhi, juga enggan menanggapi. "Marilah bersatu supaya timnas berjaya," katanya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menilai kinerja PSSI di bawah Nurdin banyak kekurangan, misalnya di sisi manajemen dan profesionalisme. Ia mencontohkan kericuhan pada Ahad lalu di Senayan akibat penjualan tiket pertandingan final yang tak profesional.

Setali tiga uang dengan Saan, Fahri Hamzah, politikus Partai Keadilan Sejahtera, mengatakan selama ini belum terbukti PSSI berprestasi. Ia malah menyebut PSSI sebagai biang permasalahan persepakbolaan Indonesia.

KAORI Newsline | via Tempo Interaktif

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.