BAGIKAN

BANTAENG, KOMPAS.com — Penculikan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kali ini menimpa keluarga pasangan Hendra (27) dan Lestari (20). Warga Desa Pajukukang, Kecamatan Pajukukang, ini terlihat shock saat mengetahui anak sematang wayangnya, Nurfadillah, yang masih berusia 8 bulan, diculik pada Jumat (27/5/2011) sekitar pukul 04.00. 

Cerita Lestari kepada Kompas.com, saat malam itu dirinya hanya tinggal berdua bersama anaknya, sementara suaminya pergi mencari ikan di tengah laut. Lestari baru mengetahui anak perempuannya menghilang ketika hendak menyusui. Anaknya yang semula tidur di sampingnya sudah berganti menjadi bantal. 

Lestari baru menyadari jika anaknya diculik oleh orang tak dikenal saat melihat pintu belakang rumahnya yang hanya ditutupi kain korden dan sepotong seng bekas itu sudah terbuka lebar. Lestari pun berteriak meminta pertolongan kepada tetangganya. "Saat ingin menyusui anak saya, eh malah sudah berganti bantal. Saya lalu mencari dan menemukan pintu belakang rumah sudah terbuka," kata Lestari yang terus menangis sambil mencari anaknya di sekitar rumahnya. 

Hendra yang dijemput kerabatnya di tengah laut sekitar pukul 09.00 langsung jatuh pingsan karena tak dapat menahan kesedihan setelah mengetahui anak kesayangannya hilang tanpa jejak. Tubuh Hendra kemudian digotong oleh para tetangga masuk ke dalam rumah yang hanya berukuran 4 x 6 meter. 

Satu jam sebelum Nurfadillah terdengar diculik, kata Hadariah (30), yang rumahnya berada 30 meter dari rumah korban, pelaku sempat masuk ke dalam rumahnya setelah merusak dinding kamar mandi yang hanya terbuat dari anyaman bambu. Namun, usaha penculikan itu gagal ketika suami Hadariah, Maliang, mendengar suara gaduh di ruang tamunya. 

Pelaku yang diketahui memiliki ciri-ciri pendek menggunakan baju hansip dan sarung itu dikejar oleh warga setelah suami Hadariah berteriak meminta tolong. Namun, pelaku berhasil kabur setelah masuk ke dalam kebun milik warga. Hadariah yang memiliki dua anak perempuan yang masih kecil itu menduga pelaku akan menculik anaknya. 

Kepala Kepolisian Sektor Pajukukang AKP Naharuddin mengatakan, kasus tersebut telah diambil alih langsung oleh pihak Mapolres Bantaeng. Untuk pengungkapan kasus, aparat kepolisian telah disebar ke seluruh pelosok desa. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Bahkan, polisi belum bisa menyimpulkan apakah kasus penculikan anak tersebut sama dengan kasus penculikan lima bulan terakhir terhadap empat anak berumur 7-8 tahun. Motifnya serupa, yakni pelaku mulai beraksi pukul 03.00-04.00 dengan cara membobol pintu rumah atau jendela rumah. 

Anehnya, korban diculik saat sedang tertidur lelap di samping orangtua mereka. Sementara orangtua korban baru mengetahui anaknya hilang pagi hari.

KAORI Newsline | via Kompas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.