Dian dan Randy Tak Menyangka Jual iPad di Kaskus Berujung Penjara

16

Jakarta – Hingga saat ini, Dian (42) dan Randy (29) tidak habis pikir mengapa dirinya bisa sampai dijebloskan ke penjara hanya gara-gara menjual 2 unit iPad. Padahal, saat akan menjual barang tersebut, kedua alumni ITB Bandung ini tidak ada itikad buruk melakukan tindak kejahatan.

Kini, sambil menunggu proses sidang di PN Jakarta Pusat, keduanya menghitung hari di Rumah Tahanan Salemba. "Dia gak menyangka akan seperti ini. Mereka orang awam dalam hukum yang tidak tahu ada pasal larangan menjual barang dengan manual book berbahasa Inggris," kata kuasa hukum terdakwa Virza Roy Hizzal saat berbincang dengan detikcom, Jumat (1/7/2011).

Menurut Virza, dua orang ini membeli iPad di Singapore saat berlibur. Setelah sampai di Indonesia, mereka menjual lagi iPad karena tidak cocok menggunakan tablet pintar ini. Maka dipilihlan situs kaskus sebagai sarana untuk menawarkan barang tersebut karena tidak perlu biaya iklan. Tak disangka, orang yang akan membeli iPada justru adalah polisi yang tengah menjebak mereka.

"Yang dijual kan bukan barang haram, seperti narkoba. Mereka tidak tahu ada pasal seperti ini," tandas Virza. 

Usai selesai disidik oleh polisi, keduanya pun diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Oleh jaksa, mereka lalu dijebloskan ke penjara Rutan Salemba dengan alasan ditakutkan akan melarikan diri dan mengulangi perbuatannya. Kini permohonan penangguhan penahanan tersebut belum dikabulkan oleh hakim.

"Alasan jaksa mengada-ada. Mereka kan jelas, baik keluarga, alamat tinggal dan sebagainya. Mereka terpelajar, alumnus ITB Bandung yang kini bekerja di sektor migas. Buktinya pun telah disita negara. Alasan apalagi kok mereka harus ditahan?" cetus Virza.

Alhasil, keduanya kini hanya berharap kepada keadilan hakim untuk memberikan penangguhan penahanan. Karena berbagai alasan tersebut, mereka tidak habis pikir mengapa mereka sampai dipenjara. "Apa ini karena ada persaingan bisnis di belakang ini semua?" tanya Virza.

Kasus ini bermula ketika Dian dan Rendy menawarkan 2 buah Ipad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli situs Kaskus – The Largest Indonesian Community. Entah karena apa, tawaran ini membuat anggota polisi Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan. Lantas, seorang anggota polisi, Eben Patar Opsunggu menyamar sebagai pembeli. Transaksi pun dilakukan pada 24 November 2010 di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lantas, keduanya ditangkap polisi. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang, mendakwa keduanya melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU/ 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. Lalu, Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, karena I Pad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun penjara. Kasus ini masih berlangsung di PN Jakarta Pusat.

(asp/mok)
 

 

KAORI Newsline|via detiknews

16 KOMENTAR

  1. pasal larangan menjual produk manual book english? -_-
    ada juga ternyata pasal aneh seperti itu. LoL

  2. SM Yg dijual ama orang yang ditangkep itu barang second selain itu barangnya bukan selundupan.dia beli di singapura dengan resmi.orang jepang kalo ke indonesia mereka tuh ngeborong electronik.coman beli 2 gua juga kalo gak suka ama hp pasti gua jual ulang.

  3. koruptor ga dipenjara…jual gadget dipenjara
    korup ber milyar2 dipenjara 3 tahun,penjara dengan faisilitas hotel,nyolong ayam dipenjara 5 tahun

    apakah suatu saat melihat loli juga bakal dipenjara

  4. Hukum hanya menjadi harimau saat menghadapai rakyat jelata
    dan seperti kucing kl menghadapi koruptor dan penguasa

    dan keadilan itu memang buta adanya
    buta akan yg benar.
    membutakan diri akan yg zalim.

    Kasus ironis, maling ayam mati di gebukin warga.
    ayam = cuma rp, 50.000 dibayar nyawa
    Uang negara = puluhan digit dapet fasilitas nyaman, dan penjara 3 tahun serta denda yg tak seberapa.

    Kemana logikanya?

  5. Sama seperti pepatah
    “Hukum di Indonesia itu laksana pisau belati”
    Semakin ke bwah ia akan semakun meruncing, akan tetapi semakin ke atas akan semakin tumpul lah dia.

  6. ah masa gara” book manual nya berbahasa inggris bkn bahasa indonesia tidak masuk akal kan masih banyak handphone yang manualnya memakai bahasa inggris / bahasa lain dan tidak memakai bahasa indonesia , harusnya selidiki dulu tuh bea cukai tralu banyak korupsi kakkawkwk g nyambung yah ke bea cukai tapi kalau di sambungin nyambung juga

  7. alangkah lucunya negeri ini,….hukumnya cuma memihak yang kuat,.
    hukum cuma berlaku buat yang lemah,..
    yang nabrak orang ampe tewas cuma disuruh wajib lapor,..:capedes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.