BAGIKAN
KRL INKA-Bombardier (KfW) TS6 di stasiun Tanjung Priok, Sebagai KA 2319 relasi Tanjung Priok - Jakarta Kota

Senin, 21 Desember 2015 akhirnya menjadi salah satu hari bersejarah dalam ranah perkeretaapian Indonesia. Jalur kereta api (KA) Lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok akhirnya resmi dioperasikan setelah nonaktif selama 15 tahun. Jalur KA heritage yang dibuka pada 2 November 1885 atau sekitar 130 tahun yang lalu ini kembali digunakan sebagai jalur operasi kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P.

DSC_2772
KRL INKA-Bombardier (KfW) TS6 sebagai KA 2318 perdana, relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok

Pengoperasian kembali KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P. ini dilaksanakan dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI). Walaupun sedianya mulai dijalankan pada 17 Desember 2015 lalu, namun pengoperasian mengalami pengunduran jadwal sampai 21 Desember 2015 guna pematangan persiapan operasi.

Jadwal perjalanan pertama sebagai KA 2318 dengan waktu pemberangkatan pukul 11:40 WIB dari stasiun Jakarta Kota dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub RI, Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr. Hermanto turut meninjau pengoperasian kembali KRL relasi jalur pantai utara Jakarta ini dan memastikan semuanya sudah siap untuk melayani penumpang.

Jpeg
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI, Ir. Hermanto Dwiatmoko, MSTr turut serta di dalam perjalanan perdana KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P.

Perjalanan KA 2318 yang menggunakan rangkaian KRL INKA-Bombardier (KfW) TS6 (K3 1 11 21-24) sedikit mengalami keterlambatan dari jadwal. Seharusnya KRL berangkat pukul 11:40 WIB, namun baru diberangkatkan dari stasiun Jakarta Kota pukul 11:51. Selama perjalanan, Hermanto meninjau lintas yang dilalui sambil sesekali menyapa beberapa penumpang. Tak luput, Hermanto meminta masyarakat dan pengguna jasa turut merawat fasilitas umum yang sudah disediakan negara ini agar tetap prima.

“Mulai hari ini, 21 Desember 2015 kami membuka kembali pelayanan KRL (Jakarta) Kota – Tanjung Priok.”, tutur Hermanto dalam perjalanan KRL menuju Tanjung Priok. Ia melanjutkan, bahwa sebenarnya rencana reaktivasi kembali jalur ini sudah dimulai sejak 2007, namun baru selesai dan bisa terealisasi di tahun ini. “Ini sudah (tertunda) cukup lama, dulu digagas (sejak) tahun 2007 (untuk) membuka kembali (jalur KA) Priok ini. Sekarang bagus stasiunnya dan sudah bisa kita fungsikan, hari ini bisa memulai mengoperasikan KRL (Jakarta) Kota – Tanjung Priok.”, ungkapnya.

Perjalanan KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P. sejauh 8,1 km ditempuh dengan durasi 20 menit dan melewati 4 stasiun yakni Jakarta Kota, Kampung Bandan, Ancol dan Tanjung Priok. Namun, perjalanan KRL ini untuk sementara tidak berhenti di stasiun Ancol karena belum mendukungnya panjang peron dan fasilitas penumpang di stasiun tersebut. Rencananya, proses revitalisasi stasiun Ancol akan dimulai tahun 2016 mendatang agar KRL dapat berhenti untuk keperluan naik dan turun penumpang.

KA 2318 tiba di stasiun Tanjung Priok pukul 12:11. Setibanya di stasiun Tanjung Priok, penumpang ramai-ramai turun dari kereta untuk mengabadikan momen ini. Ada yang memang bertujuan kesana, dan banyak pula penggemar KA (Railfans) yang sekedar ingin mencoba jalur baru tapi lama ini.

774888_1300981689927485_4361715647659543339_o
Komisaris KCJ, Aberdy Nugrahendra bersama petugas Passenger Service membantu penumpang tap in untuk masuk ke peron stasiun Tanjung Priok

Di stasiun Tanjung Priok, nampak fasilitas pelayanan penumpang KRL sudah lengkap. Tersedia 3 gate e-ticketing dan 5 loket untuk membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) dan mengisi ulang Kartu Multi Trip (KMT). Namun karena jumlah penumpang masih belum banyak, baru 2 loket saja yang dibuka untuk melayani pengguna jasa yang hendak membeli tiket.

10379815_1300981116594209_7462927018816384840_o
Tersedia 5 loket di stasiun Tanjung Priok, namun baru 2 loket yang dapat melayani penumpang

Hadirnya KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P. ini membawa angin segar bagi warga Tanjung Priok dan sekitarnya. Hal ini diungkapkan Syaiful, seorang penumpang yang mencoba perjalanan KRL ini bersama keluarganya yang hendak menuju Pasar Minggu. Ia sangat senang dengan hadirnya layanan KRL di stasiun Tanjung Priok ini. Tarif yang sangat murah dengan fasilitas prima dinilai cukup memuaskan baginya.

DSC_2795
Suasana di dalam KA 2319, KRL relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota

“Ekonomis ya mas (tarifnya), murah sekali naik kereta ini. Apalagi mungkin karena keretanya masih baru ya, jadi nyaman sekali.”, Tuturnya. Ia menambahkan, untuk saat ini fasilitas yang ada sudah cukup memadai, namun berbagai penambahan dan pembenahan dapat dilakukan secara bertahap.

Jpeg
Syaiful, terpuaskan dengan hadirnya layanan KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P.

“Seperti stasiunnya (Tanjung Priok) ini kan sedang direnovasi ya, jadi mungkin (penambahannya) bertahap saja, untuk saat ini sudah bagus.” Pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Arif, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan di Cibinong yang ikut mencoba perjalanan KRL ini bersama teman-temannya. Arif yang juga merupakan seorang railfan mengaku sangat senang menjajal perjalanan perdana yang berlangsung tanpa hambatan ini.

Jpeg
Arif (kanan) turut senang dapat menjadi salah satu penumpang dalam perjalanan perdana KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P.

“Lancar tanpa gangguan, soalnya udah nggak ada lagi benda yang menghalangi rel.”, Tukasnya. Ia pun terkejut dan senang ketika Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI ternyata turut dalam perjalanan bersamanya. “Saya juga merasa senang soalnya bisa se-kereta sama Dirjen (Perkeretaapian) Kemenhub.”, Ungkapnya.

Melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, Arif juga berharap jadwal perjalanan KRL ini akan segera ditambah dan batas kecepatan dinaikkan sehingga waktu perjalanan semakin singkat, saat lintasan yang dilalui sudah benar-benar steril dan aman.

“Mungkin kedepannya kalau relnya sudah benar-benar steril, jadwalnya bisa ditambah, karena (terlihat) jalur ini mendapat reaksi yang bagus dari warga sekitar Tanjung Priok, jadi okupansi penumpang dari stasiun-stasiun yang ada di jalur ini kemungkinan berkembang pesat.”, Ujarnya.

DSC_2927
KRL INKA-Bombardier (KfW) TS6 sebagai KA 2326 berangkat dari stasiun Kampung Bandan menuju Tanjung Priok

Untuk saat ini, tersedia 6 jadwal perjalanan pulang-pergi yang melayani penumpang dari Jakarta Kota menuju Tanjung Priok dan sebaliknya di siang hingga sore hari. Jadwal perjalanan ini sangat memungkinkan untuk ditambah jika kelak diperlukan.

Jadwal KRL relasi Jakarta Kota - Tanjung Priok PP
Jadwal KRL relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok P.P.

Cemplus Newsline by KAORI | Faris Fadhli

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.