Ulasan Ulasan Komik: re:ON Comics Vol. 18

Ulasan Komik: re:ON Comics Vol. 18

Menemani tahun baru, re:ON kembali hadir dengan edisi terbaru. Seperti apakah isi re:ON edisi kali ini? Mari disimak!

1
BAGIKAN

Pada pergantian tahun dari 2015 ke 2016, majalah kompilasi komik re:ON Comics kembali hadir menyapa pembaca dengan edisi ke-17. Pada edisi kali ini, untuk pertama kalinya seri komik komedi empat panel Bachelor’s Brotherhood menjadi sampul depan re:ON. Seperti apakah isi re:ON edisi kali ini? Mari disimak!

Bachelor’s Brotherhood (Shu Eirin)

Dibantu oleh Tony dan Novy, Agnes berusaha mengenal Seto lebih dekat dengan mengajaknya makan bersama. Sementara Tony masih menantikan kesempatan yang tepat untuk merebut perhatian Agnes. Seperti apa reaksi Seto kemudian?

Advertisement Inline

Bagi penggemar Seto kali ini dapat mengetahui kisah masa lalu Seto yang dramatis dan mengejutkan, yang ironisnya disampaikan tetap dengan gaya khas Seto yang datar. Komikus Shu Eirin kembali mengisi rubrik re:TELL kali ini, menyampaikan pesan berharga bagi para komikus atau calon komikus: JANGAN MACAM-MACAM SAMA MBAK EDITOR!!!

The Grand Legend Ramayana (Is Yuniarto)

12391785_773938392750293_930399064484196023_n

Muslihat Ratu Kai telah terbongkar. Untuk mengamankan posisinya, ia segera mendatangi Raja Dashrath dan mendesak sang penguasa Ayodya agar mengabulkan dua permintaannya sebagaimana dijanjikan dulu. Namun apakah rencana sang ratu akan berjalan lancar, ataukah akan ada pihak lain yang campur tangan?

Grand Legend masih berada dalam babak yang seru yang menjadi titik balik bagi nasib Ayodya. Persekongkolan dan tipu-tipu daya seputar serangan yaksha terkuak secara dramatis. Bagaimana tindakan Rama, Laks, dan Shinta ke depannya menghadapi situasi Ayodya yang berubah akan menarik untuk diikuti.

My Dearest Irina (Dokutoku)

Irina terbangun di sebuah kamar mewah yang asing bersama dengan lelaki aneh yang sebelumnya masuk ke kamar Irina. Sang lelaki mengaku adalah pangeran bernama Keith, dan bersama butler-nya menjelaskan bahwa Irina telah dibawa ke Kerajaan Adyss di planet Edna untuk menjadi tunangan sang pangeran. Awalnya Irina merasa ia sedang ditipu oleh acara televisi dan menolak percaya pada penjelasan mereka, sampai ia melihat bukti bahwa tempat itu memang bukan di Bumi. Bisakah Irina pulang, atau apakah ia tidak punya pilihan lain selain menerima lamaran sang pangeran?

Jika bab pertama lebih memperkenalkan karakterisasi Irina, bab kedua ini lebih menjadi landasan bagi bagaimana ceritanya akan berkembang nantinya. Berbagai ekspresi kesal dan dongkol Irina dalam menghadapi situasi dan penjelasan yang dirasanya tidak masuk akal tergambarkan dengan baik dan juga menjadi hal yang menghibur dari bab ini. Jika diperhatikan dengan seksama, dialog Pangeran Keith mengindikasikan bahwa ia pernah bertemu dengan Irina sebelumnya walaupun Irina tidak nampak mengenalnya. Hal ini belum dielaborasikan lebih lanjut dan sepertinya akan menjadi salah satu misteri yang patut untuk diperhatikan dalam perkembangan bab-bab selanjutnya.

Lunar Helios (Galang Tirtakusuma)

Para vampir yang sedang memperbaiki kastil Aelfric menemukan sesuatu yang membuat mereka menduga bahwa kedatangan Walker bersaudara bukanlah kebetulan. Sementara itu, rombongan Aelfric terus melanjutkan perjalanan hingga mendekati kota manusia yang cukup besar. Namun di tengah hutan mereka justru berpapasan dengan sebuah pertarungan sengit antara manusia dan vampir.

Lunar Helios kali ini terasa tidak begitu banyak mengalami perkembangan. Hal-hal yang ditampilkan dalam bab ini lebih terasa menyiapkan misteri dan perkembangan yang lebih besar untuk bab-bab selanjutnya. Untuk saat ini, bersabar saja dulu menanti apa yang akan terjadi pada Aelfric dan kawan-kawan setelah terjebak di antara manusia dan vampir yang tengah bertarung mati-matian itu.

Hyper Fusion Cyborg Idol Rinka (Vino, Hendry, dan Kaari)

P_20160116_170212_HDR_1

Hiro, Rinka dan Candy mulai menjalankan rencana mereka untuk menghentikan mesin gempa McMoran. Para pekerja tambang pun mulai memberontak setelah mendapat bocoran rahasia kegiatan McMoran. Tapi McMoran dan anak buahnya masih tetap memberikan perlawanan.

Perkembangan cerita kali ini tidak mengejutkan, tapi tetap mengikuti alur yang konsisten. Sayangnya adegan bertarung yang ditampilkan kali ini tidak tergambarkan dengan cukup seru dan menegangkan. Ini salah satu aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut ke depannya.

Galauman (Ockto Baringbing dan Ino Septian)

Galauman melanjutkan pertarungannya dengan sang pemilik kekuatan Yutup, Yuri Tupovich. Untungnya, ia mendapat bantuan dari Christa dan Gracia yang mengetahui rahasia kekuatan Yuri. Di sisi lain, bos Kekuatan Karunia mulai bergerak bersama kelompoknya untuk menjalankan rencana besar mereka.

Menghadapi lawan yang semakin banyak, sudah sepantasnya Gabriel mendapatkan kawan yang ikut bertarung bersama melawan musuh. Dengan kombinasi baru ini dan perkembangan cerita yang semakin cepat, semoga Galauman terus memberikan aksi-aksi yang semakin menarik dan variatif di baba-bab selanjutnya.

Population Zero (Kristedy Rinto dan Erde)

Elias dan Ellen telah terpisah dari kelompok Mara. Mereka pun harus saling membantu untuk bertahan hidup dan mencari keberadaan Mara dkk. Mengikuti tebakan Elias, keduanya pergi ke area plasa yang sebelumna menjadi tempat tinggal Elias.

Karena tokoh-tokohnya telah terpencar, Population Zero kali ini bisa mengarahkan dulu fokusnya kepada pendalaman karakter dan perkembangan hubungan antara Elias dan Ellen. Keduanya lebih mengenal diri satu sama lain dan keahlian apa yang dimiliki masing-masing, Biarpun pembawaannya masih tetap dengan beradu mulut, tapi tetap saja mereka telah mengakui pentingnya diri masing-masing untuk bertahan hidup bersama.

Our Teachers are Artists (Annisa Nisfihani)

P_20160116_170604_HDR_1_1

Sebagai artis idola yang secara rahasia menyambi pekerjaan mengajar seperti orang biasa di siang hari, kecurigaan dari anak didik adalah salah satu hal yang perlu dihadapi oleh personel Faint*Star. Kali ini Yuria mendemonstrasikan secara gambling bagaimana cara mengatasi masalah yang satu ini dengan memanfaatkan wewenang sebagai dosen.

Selain komik-komik di atas, fitur lainnya yang patut dibaca dalam edisi kali ini adalah laporan acara dari Frankfurt Book Fair di Jerman. re:ON Comics menjadi salah satu peserta dari Indonesia, memperkenalkan karya komikus tanah air kepada pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Umumnya pengunjung tidak pernah mendengar komik Indonesia sebelumnya, namun mereka terkesan dengan hasil karya komikus tanah air yang ditampilkan dalam acara ini. Dalam kesempatan ini, re:ON juga berhasil menjual hak penerbitan komik-komiknya seperti The Grand Legend dan Me Vs Big Slacker Baby kepada penerbit Digital Catapult Japan untuk diterbitkan di Jepang.

Seperti biasa, re:ON juga menghadirkan komik strip re:FRESH yang kali ini mengangkat culture shock yang dialami saat mengunjungi Jerman. Rubrik re:CREATE memberikan tutorial cara membuat api, sementara rubrik re:ONITES menghadirkan profil dari beberapa fans re:ON Comics.

Sebagai catatan terakhir, dalam edisi ke-18 ini masih belum ada seri komik yang berakhir lagi. Sementara di edisi berikutnya seharusnya akan ada satu seri komik baru, Spalko, dan satu seri komik yang kembali, yaitu Tawur. Akan setebal apa edisi ke-19 nanti?

KAORI Newsline | oleh Halimun Muhammad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.