Senin (8/2), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (DAOP) 8 Surabaya melaksanakan eksekusi penyusunan dan penumpukan di atas tanah (grounded) untuk beberapa kereta penumpang nonaktif yang berstatus afkir dan sudah bertahun-tahun mangkrak di area Balai Yasa Surabaya Gubeng (BY SGU). Penyusunan dan penumpukan ini dilaksanakan di emplasemen stasiun Sidotopo, Surabaya – Jawa Timur. Eksekusi ini dilakukan menggunakan kereta Crane Kirow milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) yang didatangkan langsung dari Solo sehari sebelumnya. Pelaksanaan penyusunan dan penumpukan dimulai pada pukul 8 pagi, dengan K1-53805 sebagai kereta pertama yang ditumpuk dari total 14 kereta yang ditumpuk.

Eksekusi penumpukan dilaksanakan karena kereta-kereta afkir tersebut dinilai hanya memenuhi area BY SGU sehingga menghambat aktivitas produksi yang ada di lingkungan BY. Namun tidak hanya kereta afkir yang ada di dalam areal BY saja yang ditumpuk, tetapi juga beberapa kereta yang pernah terbakar di Dipo Kereta Surabaya Pasar Turi yang sebelumnya berada di salah satu jalur stasiun Sidotopo juga ikut ditumpuk. Sebelum ditumpuk, kereta-kereta tersebut terlebih dahulu dilepas bogie atau bagian rodanya karena dinilai masih bisa dan layak untuk dipergunakan kembali.

Selain kereta-kereta afkir, gerbong-gerbong barang nonaktif yang juga berstatus afkir pun tidak luput dari penumpukan massal ini. Gerbong-gerbong yang ditumpuk adalah gerbong dengan dua gandar yang memang sudah tidak diperbolehkan lagi untuk berdinas. Gerbong-gerbong afkir tersebut telah dikirim ke stasiun Sidotopo Rabu (10/2) sore dari BY SGU.

Cemplus Newsline by KAORI

Advertisement Inline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.