BAGIKAN
Petugas sedang bersiap berdinas kereta cepat Shinkansen seri 700 di stasiun Shin-Osaka. (Kevin W)

Rencana Jepang membangun kereta agak cepat Jakarta-Surabaya terancam gagal. Hal ini karena banyaknya upgrade yang harus dilakukan di lintasan saat ini. Akibatnya, biaya pembangunan melambung menjadi 100 triliun rupiah, empat kali lipat proyeksi awal.

Dilansir Nikkei, pembangunan KA agak cepat Jakarta – Surabaya bertujuan untuk memangkas waktu tempuh kedua kota besar tersebut dari 11 jam saat ini menjadi lima jam. Hal tersebut dicapai dengan melakukan peningkatan kualitas jalur ganda saat ini, termasuk penghilangan perlintasan sebidang, rekayasa tikungan di lintas, dan kemungkinan penggunaan listrik (LAA) seperti di KRL Jabodetabek.

Program ini dimulai saat presiden Joko Widodo berkunjung ke Jepang pada 2016, di mana Jepang berminat mendukung pembangunannya dengan pinjaman lunak pemerintah. Tetapi reshuffle kabinet membuyarkan rencana tersebut, di mana menteri keuangan Sri Mulyani yang khawatir dengan besarnya utang pemerintah mulai meminta agar skema pembiayaannya diubah menjadi kerja sama publik-swasta. Menkeu juga tidak mau pemerintah memberikan jaminan bagi proyek ini, yang bila diberikan akan menghindari pihak swasta dari kebangkrutan bila sewaktu-waktu pembangunan proyek ini kolaps. Pihak swasta Jepang berkeras menolak rencana ini, menilai bahwa mustahil membangun megaproyek ini bila hanya mengandalkan sektor swasta saja.

Di sisi lain, proyek kereta cepat yang dibiayai Tiongkok untuk rute Jakarta – Bandung terkendala masalah pembebasan lahan dan pendanaan walau telah berjalan hampir setahun.

Pemerintah Indonesia mengirim menko kemaritiman Luhut Pandjaitan untuk menegosiasikan kelanjutan proyek ini dengan Jepang. Pemerintah berharap dapat mencapai target pembangunan infrastruktur pada 2019 dan berharap dapat segera membangun kereta semi cepat ini sesegera mungkin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.