BAGIKAN

Selamat datang dalam ulasan mingguan untuk seri anime Yu-Gi-Oh! VRAINS. Ini adalah rubrik uji coba. Silakan sampaikan saran dan kritik Anda melalui Halo Kaori (halo@kaorinusantara.or.id) maupun grup #Kaoreaders di Facebook. 

Pengejaran terhadap sosok AI misterius Ignis terus berlanjut. Pihak SOL Technologies menggunakan segala cara dan akses yang dimiliki untuk bisa merebut AI tersebut dari tangan Yuusaku. Salah satu cara yang dilakukan oleh SOL Technologies untuk merebut AI tersebut sekaligus mengungkap identitas Playmaker adalah dengan meminta bantuan kepada sang charisma duelist, Go Onizuka untuk bertarung melawannya.

Pada awalnya Go menolak tawaran tersebut, ia memiliki keyakinan bahwa duel yang ia lakukan bukan demi uang maupun keuntungan material semata. Namun pemikiran Go mengenai tawaran tersebut berubah setelah sesuatu hal terjadi kepadanya. Suatu hari Go mendatangi panti asuhan yang sering dibantu olehnya. Selama ini Go berusaha menjadi duelist terkuat demi anak-anak di panti asuhan tersebut. Anak-anak di panti pun menganggap Go sebagai role-model pahlawan bagi mereka. Tetapi dengan kemunculan Playmaker, kini anak-anak tersebut memiliki role-model pahlawan baru. Merasa tergantikan ia pun segera mendatangi Zaizen dan menerima tawaran dari SOL Technologies untuk bertarung melawan Playmaker.

“Terperangkap tidak bisa logout dari dunia virtual.” © Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Untuk bisa menarik perhatian Playmaker, Go Onizuka menyamar sebagai salah satu anggota Hanoi Knights. Umpan pun disambut oleh target buruan, tidak memakan waktu lama Playmaker langsung menghampirinya. Tetapi Eye merasa bahwa ada yang aneh, ia dan Playmaker menyadari bahwa sosok yang ada di hadapan mereka bukanlah Hanoi Knights yang sesungguhnya. Go pun membuka kedok penyamarannya dan menantang duel. Merasa tidak memiliki kepentingan apapun, Playmaker mengabaikan tawaran tersebut. SOL Technologies pun memasang perangkap lain, sebuah program yang mencegah Playmaker untuk logout dari dalam Link VRAINS kecuali berhasil mengalahkan Go Onizuka. Oleh karena itu, Playmaker pun bersedia menerima tantangan Go Onizuka dalam sebuah pertarungan Speed Duel.

Lebih dalam mengenal Go Onizuka

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Pada episode ke-4 ini, Yu-Gi-Oh! VRAINS menyoroti karakter Go Onizuka. Karakter ini sudah muncul sejak episode pertama dan diperkenalkan pada episode 3. Salah satu yang menarik dari karakter ini adalah sifatnya yang sangat bertolak belakang dengan sosok fisiknya. Secara penampilan fisik memang Go Onizuka memiliki postur tubuh besar, berotot, garang, dan sangat mengutamakan kekuatan layaknya seorang pegulat profesional. Tetapi di balik sosoknya yang terlihat keras tersebut, ia memiliki kelembutan hati, seorang sosok karakter yang peduli kepada orang lain. Rasa kepedulian dan kelembutan hati Go ditunjukkan kepada anak-anak di panti asuhan.

Alasan kenapa Go sangat peduli kepada anak-anak tersebut adalah karena dahulu semasa kecil Go juga merupakan penghuni panti asuhan. Setelah beranjak dewasa ia ingin memberi bantuan dan inspirasi kepada anak-anak yatim piatu di sana dengan segala hal yang ia bisa. Kelembutan hatinya inilah yang memutuskan Go menerima tawaran dari SOL Technologies untuk melawan Playmaker, demi membantu anak-anak dan kembali menjadi inspirasi bagi mereka. Go Onizuka memiliki motivasi untuk melawan Playmaker bukan demi kepentingan SOL Technologies, melainkan untuk merebut citra sebagai pahlawan di mata anak-anak panti asuhan tersebut.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Selain itu, dalam episode ini terungkap pula bahwa Go Onizuka adalah seorang Entertainment Duelist, seorang duelist yang bertarung untuk menghibur para penonton. Entertainment Duelist sendiri baru diperkenalkan dalam seri Yu-Gi-Oh! ARC-V oleh ayah dari sang karakter utama yang bernama Yuusho Sakaki. Dalam seri Yu-Gi-Oh! ARC-V sendiri, sebagai Entertainment Duelist dalam setiap duelnya Yuya selalu berusaha membuat penonton, bahkan lawannya sendiri untuk terhibur dengan pertunjukan duelnya yang sangat memukau layaknya seorang pemain sirkus profesional. Pada Yu-Gi-Oh! VRAINS ini, gaya Entertainment yang dimiliki oleh Go adalah seorang atlit gulat profesional. Jika Yuya memiliki aksi sirkus yang penuh kejutan sebagai sajian utama Entertainment Duel miliknya, Go Onizuka memperlihatkan aksi seorang pegulat yang tersudut pada awal pertandingan, sengaja memberi celah kepada lawan sebagai gimmick untuk mempersiapkan serangan balasan yang membabi-buta. Namun sayangnya dengan segala konsep dan persiapan yang dimiliki, Entertainment Duel kini sudah dianggap ketinggalan zaman sehingga banyak yang pesimis dan bosan melihat cara bertarung Go Onizuka. Hal ini sepertinya mengisyaratkan hubungan antara Yu-Gi-Oh! VRAINS dengan ARC-V.

Teknologi juga memiliki karakter

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Tema cyberpunk yang dibawakan oleh seri Yu-Gi-Oh! VRAINS ini tidak hanya membawa cerita menjadi cukup kompleks tetapi juga mampu membawa perkembangan karakter yang tidak diduga. Karakter Eye alias Ignis sang AI misterius memang sepertinya menjadi karakter yang membawa elemen humor dalam seri ini. Menariknya dalam episode ke-4 ini, sebagai sebuah AI, produk dari teknologi, Eye mulai membangun hubungan dengan salah satu robot penjaga rumah milik Yuusaku yang terlihat seperti perempuan. Hubungan antara kedua produk teknologi ini cukup membuat saya tertawa kecil. Entah kenapa saya tertarik melihat bagaimana teknologi juga memiliki karakter layaknya makhluk hidup dan mampu berinteraksi dan berhubungan seperti manusia, lengkap dengan adegan Eye dan sang robot bersembunyi di bawah kasur lalu saling mengeluarkan desahan-desahan aneh. Kira-kira hubungan apa yang akan terjalin antara Eye dengan robot ini ya ke depannya?

Duel Gouki VS Cyberse

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Episode 4 ini menghadirkan duel antara Go Onizuka melawan Playmaker, berbagai kartu dari archetype baru di seri ini pun diperkenalkan yakni Gouki yang digunakan oleh Go. Beberapa kartu dari archetype Gouki yang dimunculkan dalam episode ini di antaranya adalah Gouki Suplex Rex, Gouki Twist Cobra, Gouki Rising Scorpio, serta Gouki Headbutt Bat. Secara umum archetype ini memiliki playstyle yang terlihat sangat “adu jotos”. Beberapa kartu dari archetype ini memiliki efek mengambil satu kartu Gouki dari deck yang aktif jika ia dikirim ke Graveyard. Semua Gouki yang muncul dalam episode ini juga memiliki defense power 0 sehingga deck ini terlihat sangat “adu jotos” sekali, berfokus pada serangan ofensif dan memiliki efek khusus yang aktif jika kartu tersebut kalah dan masuk ke Graveyard.

Dalam permainan ponsel Yu-Gi-Oh! Duel Links yang memiliki format Speed Duel, terdapat fitur skill di mana pemain memiliki skill spesial yang hanya bisa digunakan sekali dalam satu duel. Pada episode ini, Go mengaktifkan skill spesialnya bernama Fighting Spirit. Dengan skill ini ia bisa memanggil semua kartu Gouki yang hancur dalam pertempuran di satu giliran. Skill ini tentu memberi keuntungan luar biasa bagi deck Gouki, karena Go bisa dengan tenang “mengorbankan” kartu Gouki untuk dihancurkan dan masuk ke Graveyard, lalu mengaktifkan efeknya, kemudian semua kartu tersebut dipanggil lagi ke Field. Hal ini membuat Go memiliki 2 monster Gouki di Field, dan ditambah dengan Gouki Rising Scorpio yang bisa dipanggil tanpa tribute summon, Go memiliki 3 monster yang bisa digunakan untuk memanggil Link Monster dari Extra Deck, Gouki the Great Ogre.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Episode ini juga menjadi episode ke 2 yang menampilkan aksi duel dari Playmaker. Dalam duel ke-2 nya ini playstyle dari Playmaker sudah mulai cukup terlihat. Saat awal, Playmaker langsung memanggil Linkslayer, monster bintang 5 yang bisa dipanggil tanpa tribute summonning jika tidak ada monster di Field. Setelah itu ia memanggil Cyberse Wizard dan mengaktifkan efeknya yaitu mengubah monster lawan menjadi defense dan bisa melakukan piercing damage. Kombinasi antara Linkslayer dengan Cyberse Wizard ini bisa memberi kesempatan bagi Playmaker untuk memberikan damage yang cukup besar kepada lawan meski memiliki beberapa keterbatasan. Dengan kekuatan kombinasi tersebut mampukah Playmaker bertahan dari serangan Go Onizuka?

KAORI Newsline | ditulis oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.