Forum Anime Indonesia 2: Jalan Berliku Anime di Indonesia
Untuk kedua kalinya, KAORI Nusantara menggelar Forum Anime Indonesia. Kali ini, KAORI membahas mengenai perkembangan anime di Indonesia.
Acara dimulai dengan kisah Patra Ramadana (VGI) yang menceritakan kisahnya mengenai merintis penjualan CD anime original di Indonesia. Direktur utama The Japan Foundation Jakarta bapak Tadashi Ogawa ikut menyampaikan perhatiannya mengenai perkembangan anime di Indonesia serta berharap Japan Foundation dapat mengenalkan budaya pop khususnya anime lebih giat lagi di Indonesia; mengingat di Jspang sendiri anime masih dipandang sebelah mata. Dian Roos, dosen Universitas Dharma Persada ikut membagikan pengalamannya dalam mengerjakan penerjemahan anime Doraemon di televisi.
Diskusi semakin hangat saat komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agatha Lily memberi penjelasan dan klarifikasi soal isu-isu yang beredar di internet terutama mengenai larangan tayang anime (yang tidak benar) karena KPI tidak punya wewenang menghentikan siaran. Penggemar anime sempat bertanya-jawab dengan Lily mengenai apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan KPI. Kemudian ada kisah mengenai distribusi anime original dan alasan mengapa anime original sulit ditemui di Indonesia pada saat ini. Selain itu, ada pula kisah dari Fahrur Rozy, pendiri situs streaming anime (bajakan) Animeindo.tv. Acara diakhiri dengan kuis dari ibu Roos.. Sedianya acara ini akan mengundang Reino Barack (MNC Group), namun beliau berhalangan hadir.
FAI ini dilaksanakan bersamaan dengan BIJAC no Tanjoiwai 7, 30 Maret 2014 dan dihadiri oleh kurang lebih 50-an orang (kapasitas ruangan terisi setengah penuh.)
Foto-foto:
- Agatha Lily, komisioner KPI
- Tadashi Ogawa dari The Japan Foundation Jakarta
- Memegang film VCD original Detektif Conan
- Suasana ruang diskusi
Simak videonya di sini:
Unduh dokumen pengantar FAI di bawah ini.






Previous Post
Next Post