BAGIKAN
© Shion Miura . Shinchousa / Kansei University Athletic Club Association

Sinopsis

Karena kelaparan, Kakeru Urahara, mahasiswa tahun pertama Universitas Kansei, terpaksa mencuri sebuah roti dari suatu toko. Saat kabur dari kejaran pemilik toko, kemampuan berlarinya justru menarik perhatian Haiji Kiyose, salah seorang senior dari universitasnya. Haiji mengajak Kakeru untuk tinggal bersamanya di sebuah asrama reyot bersama delapan orang lainnya. Setelah mendapatkan penghuni kesepuluh, Haiji mendeklarasikan rencana besarnya kepada penghuni lain: Mengajak mereka berpartisipasi di kejuaraan lari Hakone Ekiden.

Komentar

Beberapa penonton Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru mungkin akan bertanya-tanya apa itu Hakone Ekiden dan mengapa Haiji sampai harus “menjebak” teman-temannya untuk mengikuti kejuaraan itu. Sekedar informasi, Hakone Ekiden merupakan sebuah kompetisi lari antara universitas yang prestisius dan berlangsung selama 2 hari. Aturannya sendiri mirip perpaduan maraton dan estafet. Satu tim diisi oleh 10 orang pelari dan setiap orang berlari hingga sekitar 20 km secara bergantian. Dengan total panjang lintasan hingga 200 km, kompetisi ini dikenal sangat menguras stamina dan dianggap sebagai perlambang semangat pantang menyerah (Ganbatte) masyarakat Jepang.

Bagaimana dengan animenya? Secara penulisan, cerita episode perdana Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru menggunakan in medias res di mana cerita dimulai dari tengah. Paruh pertamanya berfokus pada karakter Kakeru yang baru saja bertemu dengan Haiji dan berkenalan dengan para penghuni asrama lain, sedangkan paruh kedua berfokus pada karakter Haiji bersetting beberapa saat sebelum pertemuannya dengan Kakeru. Pendekatan ini mungkin dilakukan karena sang penulis ingin memastikan Kakeru dan penonton berkenalan terlebih dahulu dengan kedelapan penghuni asrama lain sebelum paruh pertama usai. Efeknya, paruh kedua dapat mengalihkan fokus karakternya dengan maksimal pada Haiji dan Kakeru. Beberapa penonton mungkin akan menganggap perbuatan Haiji yang menipu teman asramanya agak berlebihan. Namun penonton juga dapat mengimplikasikan bahwa Haiji memiliki alasannya sendiri melalui adegan yang memperlihatkan bahwa kakinya pernah cedera dan fakta bahwa ini merupakan tahun keempatnya di Universitas. Percakapan keduanya juga mengimplikasikan bahwa Kakeru sendiri memiliki pengalaman di klub atletik, meski dia terkesan tertutup dan defensif saat membicarakannya.

Secara visual, Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru mampu tampil dengan sangat solid. Banyaknya adegan dialog mungkin akan menyebabkan banyak sekali adegan shot – reverse shot. Untungnya, semua itu ditunjang dengan direksi yang sangat baik. Sudut pengambilan gambar, pencahayaan, serta kemauan para staf untuk memperhatikan detail kecil sukses membuat 24 menit anime ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat worth untuk diikuti. Menit pertama anime ini langsung dibuka dengan adegan berlari yang dieksekusi dengan sangat baik, di mana Kakeru berlari di tengah gelapnya malam yang menyembunyikan wajahnya dengan sayup-sayup teriakan “maling” dibelakangnya. Adegan berlari di anime ini juga memperlihatkan momen character acting yang sangat enak untuk dilihat, menyebabkan anime ini mungkin akan menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan bagi para sakuga fans.

Duo karakter utama yang agak bermasalah mungkin akan membuat penontonnya susah bersimpati pada mereka. Namun direksi yang kuat serta visual yang solid merupakan senjata utama anime garapan Production IG ini. Tertarik dengan anime olahraga dengan visual yang dapat diacungi jempol? Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru sangat direkomendasikan.

Fakta dan Data

Judul Lain Run with the Wind
Karya asli Novel karya Shion Miura
Pengisi suara Hideaki Kabumoto sebagai Musa Kamala
Junya Enoki sebagai Jouta Kizuki
Juri Kimura sebagai Hanako Katsuta
Kazuyuki Okitsu sebagai Yukihiko Iwakura
Kengo Kawanishi sebagai Kousuke Sakaki
Kouki Uchiyama sebagai Takashi Sugiyama
Koutarou Nakamura sebagai Genichirou Tazaki
Miyu Irino sebagai Sei Kashisaki
Riki Kitazawa sebagai Youhei Sakaguchi
Satoshi Hino sebagai Kazuma Fujioka
Takanori Hoshino sebagai Akihiro Hirata
Takeo Outsuka sebagai Kakeru Kurahara
Toshiyuki Toyonaga sebagai Haiji Kiyose
Yūto Uemura sebagai Jouji Kizuki
Sutradara Kazuya Nomura (Sengoku Basara, Ghost in the Shell: the Rising)
Penulis skenario Kohei Kiyasu
Desain karakter Takahiro Chiba (Occult Academy)
Lagu pembuka “Catch up, latency” oleh UNISON SQUARE GARDEN
Lagu penutup “Reset” oleh Taichi Mukai
Studio Production I.G
Situs resmi http://kazetsuyo-anime.com/
Twitter https://twitter.com/kazetsuyo_anime
Mulai tayang pada 2 Oktober 2018 (1629 GMT, 2329 WIB), 3 Oktober 2018 (0129 JST)

Screenshot dan Video Trailer

© Shion Miura . Shinchousa / Kansei University Athletic Club Association
© Shion Miura . Shinchousa / Kansei University Athletic Club Association
© Shion Miura . Shinchousa / Kansei University Athletic Club Association
© Shion Miura . Shinchousa / Kansei University Athletic Club Association

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.