Prix de L’arc 2026: Daryz Sukses Back-to-Back, Wakil Jepang Kembali “Tenggelam” di Paris-Longchamp

0
Foto : RacingPost

Salah satu ajang pacuan kuda paling prestisius di dunia, Prix de L’Arc de Triomphe kembali yang diadakan di Paris-Longchamp Racecourse, Paris, Perancis pada 4 Oktober 2026 pukul 15.05 waktu setempat (atau 21:05 WIB). Dalam ajang pacuan kuda yang juga dapat disaksikan di Indonesia secara resmi lewat SPOTV Asia (live) dan TVRI (siaran tunda) ini, Daryz kuda pacu milik Aga Khan Studs yang hadir sebagai juara bertahan L’arc 2025 kembali menunjukan kedigdayaannya di trek berjarak 2.400 meter tersebut.

Daftar Pemegang Hak Siar Prix de L’Arc de Triomphe 2026 / ©France Galop

Pertarungan Para Jawara Dunia Untuk Menjegal Daryz

Sebanyak 15 kuda pacu kelas dunia yang berkumpul di Paris-Longchamp menantang Daryz sang jawara L’Arc tahun lalu, seperti dari Britania Raya yang mengirim 3 wakilnya dengan kuda pacu mare Kalpana milik Juddmonte Farm sebagai bintang utama yang mengantongi 4 kemenangan G1.

Kalpana / ©At The Race

Irlandia di atas kertas juga menjadi perwakilan kuat di ajang pacuan ini dengan mengirim 5 kuda pacu dengan tiga di antaranya menjadi unggulan, yaitu Diamond Necklace, Bay City Roller, Minnie Hauk.  

Bay City Roller (kiri), Minnie Hauk (tengah), Diamond Necklace (Kanan)

Perancis menjadi tuan rumah menjadi negara yang mengirim kuda pacu terbanyak dengan 6 kuda, dengan kuda bintang seperti Maltese Cross serta duo Aga Khan Studs, Varandir dan tentunya sang juara bertahan, Daryz.

Daryz (kiri), Maltese Cross (tengah), Varandir (kanan)

Seperti tahun sebelumnya, Jepang kembali mengirim perwakilannya untuk berjuang memenangkan gelar Prix de L’Arc de Triomphe pertamanya, melalui kuda Meisho Tabaru bersama joki Yutaka Take dan Admire Terra dengan joki Cristian Demuro meneruskan perjuangan panjang  pendahulu mereka dalam memenangkan L’Arc 2026.

Meisho Tabaru (atas) dan Admire Terra (bawah) (Foto: x.com/_emotionaldawn)
Barrier Draw Peserta Prix de L’Arc de Triomphe 2026/ Foto : PaddoCast

Dibuka oleh Front Runner Meisho Tabaru, Ditutup dengan Last Spurt Daryz

Balapan dimulai dengan kejutan dari sang jawara back-to-back Takarazuka Kinen 2025-2026, di mana Meisho Tabaru langsung memimpin rombongan kuda pacu pada awal pacuan. Yutaka Take awalnya terlihat begitu kuat dengan strategi front runner-nya. Sayang, stamina Meisho Tabaru terlihat mulai kehilangan intensitasnya ketika memasuki tikungan terakhir. Di lintasan lurus Paris-Longchamp 400 meter sebelum garis finish menjadi tantangan terbesar para kuda pacu karena trek yang panjang dan konturnya cukup dalam, Meisho Tabaru akhirnya kehabisan ‘bensin’. Kuda pacu lainnya yang berhasil menyimpan stamina mulai saling berebut momentum menuju finish..

Bay City Roller (Oishin Murphy) mulai membuka tenaga terakhirnya dengan memimpin di awal last sector, namun Daryz bersama Mickael Barzalona tak membiarkan gelar Prix de L’Arc lepas begitu saja. Aksi late surger sang juara bertahan berhasil menyalip lawan-lawannya dari sisi luar dan berhasil menyalip Bay City Roller hingga sukses melewati garis finish. Daryz akhirnya menjadi juara Prix de L’Arc de Triomphe 2 kali berturut-turut. Bay City Roller harus puas di posisi kedua dan Diamond Necklace (Christhophe Soumillon) di posisi ketiga.

Sementara itu, perwakilan Jepang harus kembali menahan dahaga kemenangan di L’Arc lebih lama dengan Admire Terra dan Meisho Tabaru finish di posisi ke-11 dan ke-14.

Daryz (#1) kembali menang di Prix de L’Arc de Triomphe di depan kuda pacu Bay City Roller (#7), Diamond Necklace (#16), dan Friendly Soul (#10) / Foto : Aga Khan Studs

Rekor Baru Untuk Daryz, Jepang Masih Puasa L’Arc

Dengan kemenangan Prix de L’Arc de Triomphe 2026, Daryz menjadi pemenang terkahir di era regulasi L’arc tanpa kuda gelding (kuda jantan kebiri), karena mulai 2027 kuda gelding diperbolehkan untuk ikut bertanding di pacuan Prix de L’arc de Triomphe. Daryz juga menjadi kuda pacu jantan kedua yang menang L’arc seara back-to-back L’Arc setelah sebelumnya diraih oleh kuda pacu Alleged pada tahun 1977-1978.

El Condor Pasa kalah atas Montjeu di Prix de L’Arc de Triomphe 1999/Foto : RacingPost
Nakayama Festa hampir memenangkan Prix L’Arc de Triomphe 2010, namun kalah selisih head atas Workforce (© France24)

Sementara itu, dengan hasil ini Jepang kembali harus menahan ambisinya untuk memegang trofi L’Arc de Triomphe lebih lama lagi. Usaha kuda-kuda pacu Negeri Sakura untuk merebut gelar L’Arc sejak 6 dekade lalu masih belum membuahkan hasil. Namun ada momen di mana kuda-kuda unggulan Jepang nyaris berhasil menjadi juara di ajang pacuan ini, seperti El Condor Pasa yang head-2-head dengan Montjeu di L’Arc 1999, sang dark horse Nakayama Festa yang tidak diunggulkan hampir memenangkan L’Arc pada tahun 2010 dan kalah tipis dari Workforce.

Tak lama kemudian ada Orfevre, kuda Triple Crown Jepang 2011 yang harus puas menjadi runner-up pada Prix de L’Arc de Triomphe edisi 2012-2013 berturut-turut. Namun, kekalahan “Sang Tirani” pada L’arc 2012 menjadi momen menyakitkan untuk para penggemar pacuan kuda Negeri Sakura, di mana Orfevre sempat memimpin di lurusan terakhir Paris-Longchamp. Sayangnya, Orfevre memilih untuk bergerak ke sisi dalam trek dan membiarkan Solemia merebut paksa kemenangan Orfevre di 100 meter terkahir L’Arc.

Daryz bersama tim berfoto bersama setelah memenangkann Prix de L’Arc de Triomphe 2026 (Foto : x.com/EclipseSports)

Sekali lagi, selamat untuk Daryz dan tim!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.