Nama Sora Amakawa kembali menjadi sorotan setelah membagikan kisah panjang mengenai perjalanan kariernya di industri “hiburan” Jepang. Dalam sebuah wawancara, Sora Amakawa mengungkap bahwa keputusan untuk masuk ke industri tersebut pada 2019 berawal dari kebutuhan ekonomi untuk membantu keluarganya. Saat itu, ia diperkenalkan kepada sebuah agensi oleh seseorang yang dianggap sebagai teman dekat.
Namun, pengalaman awal Sora Amakawa ternyata jauh dari kata mulus. Ia mengaku berada dalam lingkungan yang sangat mengontrol kehidupannya. Aktivitas sehari-hari, pergaulan, hingga urusan pribadi disebut-sebut berada di bawah pengawasan orang-orang di sekitarnya. Situasi tersebut membuatnya sulit mengambil keputusan secara mandiri selama berbulan-bulan.
Dugaan Gaji Tidak Pernah Diterima Penuh
Dalam wawancara yang sama, Sora Amakawa juga mengungkap persoalan finansial yang cukup serius. Menurut pengakuannya, selama bekerja di salah satu agensi, ia tidak menerima bayaran secara utuh meski terus menjalani proses syuting. Bahkan, sebagian besar pendapatannya disebut dialihkan kepada pihak lain dengan berbagai alasan.
Sora Amakawa menuturkan bahwa dari total honor yang dibayarkan oleh rumah produksi, hanya sebagian kecil yang benar-benar sampai ke tangannya. Selain itu, ia juga harus menanggung berbagai pengeluaran yang menurutnya tidak seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kondisi tersebut berlangsung cukup lama dan membuatnya mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan di agensi tersebut.
Berjuang Lepas dari Situasi Sulit
Meski sempat merasa terjebak, Sora Amakawa akhirnya mengambil langkah besar untuk keluar dari lingkungan yang dianggap merugikan dirinya. Ia memutus berbagai jalur komunikasi dengan orang-orang yang selama ini mengontrol kehidupannya, termasuk menutup akun media sosial yang telah memiliki banyak pengikut.
Keputusan itu bukan hal yang mudah. Sora Amakawa mengaku harus memulai banyak hal dari awal demi mendapatkan kembali kebebasan dalam menentukan arah hidup dan kariernya. Meski demikian, langkah tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan profesionalnya.
Masalah Berulang di Agensi Berikutnya
Ironisnya, masalah yang dialami Sora Amakawa tidak berhenti di situ. Setelah bergabung dengan agensi lain, ia kembali menghadapi persoalan pembayaran honor yang tertunda. Menurut pengakuannya, jumlah yang belum dibayarkan kali ini mencapai sekitar satu juta yen.
Sora Amakawa bahkan mengaku kesulitan menemui pimpinan agensi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Upaya mediasi yang telah dijadwalkan disebut gagal karena pihak terkait tidak hadir. Sejak saat itu, komunikasi pun terputus tanpa kejelasan lebih lanjut.
Tetap Bertahan dan Mendorong Perubahan
Meski mengalami berbagai pengalaman pahit, Sora Amakawa memilih tetap melanjutkan kariernya. Saat ini ia bekerja bersama agensi yang dipimpin oleh mantan manajernya, sosok yang menurutnya memahami kebutuhan dan kondisi para talenta dengan lebih baik.
Selain fokus pada karier, Sora Amakawa juga aktif menyuarakan berbagai isu yang berkaitan dengan regulasi industri. Ia menilai bahwa kebijakan yang ada perlu lebih fleksibel dan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Melalui pengalamannya, Sora Amakawa berharap suara para pekerja dapat lebih didengar sehingga kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
KAORI Newsline | Sumber












