"Dari kiri: Chiwa, Pio, Popino, Neva" © © PandaClip / Hi-Clay Studio

Komik digital, terutama komik strip digital, sepertinya bukanlah barang asing lagi di era teknologi ini. Cukup banyak kreator yang memulai karir mereka dari komik digital yang mereka terbitkan lewat media sosial. dari sejumlah keator komik digital tersebut, tak sedikit yang menjadi tenar berkat karyanya, dan tak jarang komik-komiknya juga dibuat produk turunannya, dari mulai baju, gantungan kunci, poster maupun stiker, bahkan gim. Salah satunya adalah komik strip PandaClip yang akan diadaptasi menjadi sebuah gim oleh Hi-Clay Studio dan Gaco Games, dengan judul Pandaclip: The Black Thief.

© PandaClip / Hi-Clay Studio

Tim redaksi KAORI Nusantara sempat mencoba gim Pandaclip: The Black Thief pada perhelatan Comic Frontier 12 lalu. Bagaimana sih gim besutan pengembang Hi-Clay Studio dan Gaco Games ini?

Pandaclip: The Black Thief adalah gim mobile 2D yang mengusung genre side-scrolling dan action combat-shooting. Cerita dari gim beruang-membunuh-beruang ini masih belum diketahui pasti arahnya akan ke mana. Tetapi yang pasti cerita yang dihadirkan akan tetap dengan kekhasan dari seri PandaClip itu sendiri. Simak cuplikannya di video berikut:

Advertisement Inline

Gim dengan genre side-scrolling sudah ada sejak era Famicom dan juga NES lewat gim Super Mario Bros yang dirilis oleh Nintendo sejak tahun 80-an. Cukup lama memang genre yang fokus pada visual dua-dimensi ini ada dan seiring perkembangan zaman, genre ini pun mulai tergerus dengan perkembangan teknologi tiga-dimensi.

Meski demikian, genre side-scrolling tidaklah mati dan menghilang begitu saja. Genre ini justru tumbuh pesat lewat perkembangan teknologi mobile telepon pintar, dengan pangsa pasar pemain kasual, visual 2D yang ringan dilihat dan juga gameplay side-scrolling yang sudah familiar bahkan bagi khalayak umum. Sebuah tindakan yang tepat bagi Hi-Clay Studio untuk menghadirkan gim Pandaclip: The Black Thief ini di platform mobile. Pemain nantinya jadi lebih leluasa untuk memainkan gim ini kapan pun dan di mana pun.

Action combat-shooting yang ditawarkan pun cukup intuitif dan mudah dimengerti, bersamaan dengan sistem loot box dan amunisi yang dikumpulkan saat permainan. Meskipun begitu, gameplay yang dihadirkan masih tetap menantang dalam beberapa kesempatan. Pembatasan pada jumlah amunisi untuk serangan dari senapan maupun senjata berpeledak akan membuat pemain memperhitungkan saat-saat yang tepat untuk menggunakannya, jika tidak, bisa saja Chiwa jadi terpojok oleh musuh-musuhnya.

Sistem persenjataannya pun juga beragam, setiap karakter dengan bebas menggunakan senjata yang ada dengan sistem loadout yang sudah disiapkan. Baru ada empat karakter yang dapat dimainkan di gim ini, semua berasal dari karakter-karakter yang eksis di seri PandaClip. Ada Pio, Popino, Neva dan tentunya Chiwa. Masih belum diketahui juga perbedaan atau kelebihan dari setiap karakternya karena memang masih dalam masa beta.

Gim yang terinspirasi dari Kirara Fantasia dan Guns Girl – School Day Z ini memang masih terbilang muda dalam tahap pengerjaan, sehingga masih banyak fitur yang belum diimplementasikan, dari mulai sistem gacha, ultimate skill atau bahkan sistem score maupun rewardnya. Tentu ke depannya fitur ini akan diimplementasikan secara berkala. Kalian bisa ikuti perkembangan gim ini lewat laman Hi-Clay Studio maupun grup Pandaclip: The Black Thief itu sendiri. Terlebih kalian bisa memberikan saran dan kritik disana dan juga ikut berkontribusi dalam menetukan arah gimnya akan ke mana.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.