Pengetengahan Seks yang Menunjang Hubungan Emosional: Sebuah Pengamatan

3

illust-
Abstrak – Dalam teks ini akan ditelaah sejauh mana hubungan seks dapat menunjang interaksi emosional antar karakter dalam sebuah karya. Telaah dilakukan dengan membahas interaksi linear antar tiga sampel novel visual/anime dan kesan penonton yang didapatkan.

Kata kunci:
akurapopo, cinta segitiga, white album 2, canvas 2, clannad, interaksi emosional, hubungan seksual, spoiler,

1. Pengantar

Industri kreatif di Jepang mampu berkembang bebas karena latar konsep nilai dan norma yang cukup berbeda dibandingkan negara-negara Eropa maupun negara lain di Asia. Pengaruh iklim (Tetsuro 1935) dan pandangan sosial budaya Zen yang cenderung sekuler mempengaruhi cara pandang masyarakat Jepang modern terhadap hubungan seksual.

Representasi seksualitas dalam karya kreatif telah ada sejak lukisan ukiyo-e, yang merupakan nenek moyang dari manga, dikenalkan di masyarakat pada zaman Edo. Selain itu, sejumlah karya sastra seperti novel karya Ihara Saikaku (Kousoku Ichidan Otoko) juga secara bebas memotret perilaku seksual orang Jepang pada zaman Edo.

Pada zaman kini, di Jepang setiap bulan selalu dirilis karya kreatif baru, baik komik, novel, permainan komputer, dan produk derivatif lain yang mengandung konten seksual. Elastisitas permintaan produk seperti ini di Jepang menjadi contoh unik karena ternyata beberapa karya yang dijual “untuk orang dewasa”, tidak menjadikan hubungan seksual sebagai menu utamanya.

Lalu, seberapa penting dan dalam hubungan seksual dalam karya kreatif memengaruhi jalan cerita dan penerimaan pengonsumsi karya dalam menikmati karya yang ditawarkan?

2. Tiga karya kreatif dengan tiga representasi berbeda

Dalam teks ini, akan dibahas tiga karya kreatif yang dirilis oleh tiga produsen berbeda.

White Album 2 adalah novel visual yang dirilis oleh perusahaan Leaf pada 2011 untuk platform PC. Pada tahun 2012, dirilis versi PS3nya dengan rating Remaja, menghilangkan konten seksual yang ada pada versi PCnya. Adaptasi animasi seri ini pada tahun 2013 memasukkan hubungan seksual pada episode terakhirnya.

Canvas 2 adalah novel visual yang dirilis oleh perusahaan F&C pada 2004 untuk platform PC. Pada tahun 2005, novel visual ini diangkat menjadi seri animasi.

Clannad adalah novel visual yang dirilis oleh perusahaan Key pada 2004 untuk platform PC. Sejak awal, seri ini didesain untuk semua umur.

Dalam melakukan perbandingan, akan dipergunakan versi adaptasi animasi dari masing-masing karya kreatif (dengan referensi pada novel visual jika dirasa perlu) pada episode-episode sebagai berikut:

White Album 2: episode 8-13 dengan penekanan pada karakter Touma Kazusa
Canvas 2: episode 20-24 dengan penenakan pada karakter Housen Elis
Clannad: episode OVA 2 dengan penekanan pada karakter Fujibayashi Kyou

3. Karakteristik Adaptasi

Pengadaptasian novel visual umumnya selalu mengambil jalan cerita pemeran utama yang “dijual” oleh pihak produsen. Namun demi kemudahan perbandingan, maka dipilih rute dengan karakteristik yang lumayan sama, yakni cinta segitiga.

Dalam Canvas 2, fenomena cinta segitiga ada pada relasi karakter Housen Elis dan Kikyo Kiri terhadap Kamikura Hiroki. Relasi Housen dan Kikyo terhadap Kamikura adalah vertikal, di mana Housen merupakan murid dan keponakan dari Kamikura. Relasi Kikyo dan Kamikura adalah horizontal di mana Kikyo adalah teman SMA dan kolega di kantor tempat Kamikura bekerja.

Dalam White Album 2, fenomena cinta segitiga ada pada relasi karakter Ogiso Setsuna dan Touma Kazusa terhadap Kitahara Haruki. Hubungan mereka bertiga adalah teman satu tingkat.

Dalam Clannad, fenomena cinta segitiga ada pada relasi karakter Fujibayashi Kyou dan Fujibayashi Ryou terhadap Okazaki Tomoya. Hubungan mereka bertiga adalah teman satu tingkat, sedangkan Kyou dan Ryou adalah kakak dan adik.

4. Hubungan Seksual: Menunjang, Biasa, atau Mengganggu?

Latar budaya yang berbeda pada masyarakat Jepang membuat pandangan masyarakat Jepang (khususnya pasca Perang Dunia II) terhadap hubungan seksual sebagai sesuatu yang “normal”. Penampilan ketelanjangan yang diasosiasikan terhadap perilaku malu (malu biologis) tidaklah ditafsirkan sekuat perilaku berbuat salah (malu sosial).

Kecuali Clannad, novel visual lain dalam seri ini menampilkan hubungan seksual, yang kemudian dikomunikasikan pula saat diadaptasi menjadi animasi.

Dalam White Album 2, hubungan seksual antara Touma dan Kitahara (episode 13) didahului dengan pergulatan batin Kitahara yang menyadari bahwa dirinya disukai oleh Touma dan Ogiso. Pada awalnya, Kitahara menerima lamaran Ogiso namun seiring berjalan cerita, Kitahara memilih Touma.

Pada episode 12, digambarkan adegan Kitahara yang mencari-cari keberadaan Touma. Ini merupakan refleksi dari episode sebelumnya di mana Kitahara mengakui secara terbuka akan pilihan (dan pergulatan batinnya), memikirkan Touma meskipun sudah menjadi pacar dari Ogiso.

Adegan seks yang ada pada episode 13 juga dilatari informasi pendukung di mana Touma dan Kitahara melakukannya “yang pertama dan terakhir”, dikuatkan dengan adegan Touma yang meninggalkan Jepang pada akhir cerita. Adanya panggilan masuk dari Ogiso ke ponsel Kitahara, yang disingkirkan oleh Touma, menambah pergulatan pikiran yang dialami Kitahara saat bersama Touma.

Pada Canvas 2, hubungan seksual antara Housen dengan Kamikura dilakukan setelah Kamikura memutuskan memilih Housen. Sebelumnya, Kamikura mengejar Housen yang akan meninggalkan Jepang (ke Perancis) demi menyatakan perasaan dirinya yang sebenarnya. Kikyo dan Housen yang sebelum ini tidak ditegaskan hubungannya, berusaha mendapatkan Kamikura dengan manuvernya sendiri.

Pada Clannad, Fujibayashi Kyou dan Fujibayashi Ryou adalah kakak beradik yang awalnya bersikap biasa saja terhadap Okazaki. Ryou menyatakan perasaannya pada Okazaki namun hubungan mereka terasa canggung. Kyou mencoba membantu Ryou dengan mendekat Okazaki, namun justru Kyou jatuh cinta pada Okazaki. Pada akhirnya, Okazaki tidak memilih Kyou atau Ryou.

5. Analisis

Analisis dilakukan dengan empat pertanyaan sederhana:
a. Ada hubungan seksual?
b. Apakah hubungan dilakukan dengan karakter yang dipilih protagonis?
c. Apakah adanya hubungan seksual memengaruhi cerita?
d. Apakah adanya hubungan seksual membantu akan pemahaman cerita?

Sebagai ulasan kualitatif, penilaian akan sangat subjektif dan dipengaruhi akan faktor berikut:
a. Ekspos terhadap karya (lebih dahulu terekspos animasi atau novel visual asal)
b. Struktur dan konsep cerita
c. Panjang-pendek, ada/tiada adegan seksual
d. Penyutradaraan karya animasi

Dari uraian yang dijelaskan pada bagian 4, berikut hasil rangkumannya.

rthrthnjtymnjtkury5eyju5eyr

Dari tiga sampel yang dibahas, White Album 2 mendapatkan perhatian khusus. Ekspos yang intens antara Touma dan Kitahara secara tidak langsung membangun latar kuat pada adegan seks di episode 13. Pembangunan hubungan ini tidak terlalu jelas diperlihatkan pada adaptasi Clannad maupun Canvas 2.

Catatan khusus ada pada Clannad, yang mana meski tidak ada hubungan seksual di dalamnya, “seandainya” ada hubungan seksual antara Kyou dan Okazaki, sangat mungkin mengubah pemahaman penonton secara signifikan dalam memandang relasi segitiga Kyou, Ryou, dan Okazaki.

Pada Canvas 2 sendiri hubungan seksual antara Housen dan Kamikura hanya sekadar konfirmasi dan afirmasi terhadap relasi antara mereka berdua.

6. Kesimpulan

Adanya interaksi seksual antara karakter pada adaptasi animasi dari karya yang ditujukan untuk orang dewasa pada kondisi tertentu bisa menunjang, mengubah, atau bahkan tidak berdampak apa-apa pada jalan cerita.

KEVIN WILYAN, Editor in Chief KAORI Newsline. Opini yang dimuat tidak mewakili kebijakan editorial KAORI. Sumber gambar

3 KOMENTAR

  1. Kalau data mengenai kepopuleran ketiga anime ini di Jepang ? Kalau menurutku terasa sedikit berlubang di kesimpulannya karena saat membaca kesimpulannya, timbul pikiran seperti "berarti tergantung pembuat ceritanya, " kalau diperkuat dengan tingkat kepopuleran masing-masing judul akan terasa nyata bagaimana pengaruh seksual itu untuk kualitas ceritanya dan memperkuat statemen malu biologis itu. Menurutku sih.. hehehe

  2. mungkin perbandingannya agak ga sesuai kali ya, karena berdasarkan dari VNnya, Clannad jelas untuk all ages sementara white album 2 masuk 18+. Tentunya WA 2 ini punya adegan seks sedangkan clannad tidak dan satu lagi, ini kayak mirip penelitian ya? kalau misalnya emang mau cari tema mengenai hubungan seks mempengaruhi jalan cerita, saya pikir clannad kayaknya ga cocok buat jadi sampel secara tidak ada hubungannya seks. Tapi secara keseluruhan, artikelnya sangat menarik. Trims~

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.