MRT Jakarta saat beroperasi
MRT Jakarta saat beroperasi | Foto : Yogi Andriansyah

Jumat (9/12). PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penandatangan “Perjanjian Pokok Pembentukan Perusahaan Dalam Rangka Integrasi Transportasi Jabodetabek” yang disaksikan secara langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, dan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Penandatanganan Perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia yang pada pokoknya memberikan arahan agar pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimana Pemerintah Provinsi DKI  Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Peraturan  Gubernur tentang penugasan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembentukan badan usaha patungan bidang perkeretaapian perkotaan DKI Jakarta, menunjuk PT MRT Jakarta sebagai Pihak dalam pelaksanaan pengelolaan moda trasportasi perkeretaapian Jabodetabek melalui Perjanjian ini, dimana bersama-sama dengan PT Kereta Api Indonesia akan membentuk Perusahaan Baru (New Company) sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek.

”Menggunakan infrastruktur yang telah dibangun, BUMN akan berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengelolaan transportasi terintegrasi di DKI Jakarta. Seperti yang telah disetujui di dalam HoA, kerjasama PT KAI (Persero) dan PT MRT Jakarta melalui pembentukan perusahaan baru akan mematangkan konsep integrasi perkeretaapian dan sarana transportasi lainnya, serta mengembangkan potensi Transit Oriented Development (TOD) di DKI Jakarta. Kami merencanakan perusahaan baru yang akan efektif terbentuk pada awal tahun depan sebagai wujud komitmen BUMN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur dan konektivitas di daerah” ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

Advertisement Inline

Pada kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa pesan kunci selama 2 tahun terakhir ini adalah Integrasi Transportasi Publik. “Dan hari ini jadi awal dari sejarah baru bagi masyarakat Jabodetabek. Impian untuk memiliki publik transportasi kelas dunia, sekelas kota-kota modern terkemuka dunia lainnya, insyallah akan segera terwujud. Bagi Jakarta, sarana transportasi publik yang terintegrasi dan efisien adalah kunci untuk bisa bersaing dengan kota lain di dunia; sejalan dengan rencana Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi, bisnis dan inovasi baik di Indonesia maupun di kawasan Asia” ujarnya.

Setelah penandatanganan perjanjian ini, masih terdapat tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga pembentukan New Co dapat terwujud. “KAI setuju bahwa ini perlu dilakukan, agar pengelolaan transportasi di Jabodetabek lebih maksimal, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan layanan moda transportasi massal,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro. Selaras dengan KAI, kerja sama ini dipandang sebagai hal yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan pengelolaan transportasi Jabodetabek, dimana Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan bahwa peristiwa (penandatanganan Perjanjian) ini adalah tonggak penting dalam pengelolaan transportasi perkotaan di Indonesia. “MRT Jakarta akan segera bekerja bersama KAI untuk mewujudkan perusahaan patungan sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati. Kami juga akan mulai menyiapkan rencana taktis dan strategis dalam rangka mewujudkan sistem transportasi umum kota yang terintegrasi dan berbasis pada pembangunan yang berorientasi transit (Transit-oriented Development atau TOD)” ujarnya.

Cemplus Newsline by KAORI | Press Release by MRT Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.