Game Running Train buatan developer asal Indonesia, Novatetsu Games sudah dirilis pada 25 Mei 2026 lalu. Game simulasi kereta api ini pun juga berhasil disambut begitu positif oleh para pemain di Steam dengan predikat review “Overwhelmingly Positive”
Di balik kesuksesannya, Riz Nova selaku pencipta game tersebut mengungkapkan rasa suka dan duka di balik game tersebut. Kira-kira seperti apa saja lika-likunya?
Solo Project dari Grinding Belajar Unreal Engine
Menurut Riz selaku developer, game ini ternyata adalah buah hasil dari belajar grinding belajar Unreal Engine beserta software rendering 3D seperti Blender secara otodidak.
Beliau juga mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah memakan waktu selama 4 tahun. Akhirnya, hal tersebut terbayar lunas lewat pembuatan game Running Train yang disambut begitu positif.
Kaget Game-nya “Dijual Murah” di Online Shop
Beliau juga membagikan berbagai tantangan jelang perilisan game-nya, di mana salah satunya saat berbagai hal pendukung untuk mempromosikan gamenya (mulai dari trailer, art, deskripsi, lokalisasi, key distribution, social media marketing, hingga pembentukan badan hukum beserta birokrasi) dilakukan secara mandiri.
Namun hal yang paling mengagetkan Riz adalah ada beberapa orang yang langsung “menjual kembali” game Running Train di situs online shopping dengan harga murah, sekitar 9-12 ribu rupiah. Hal tersebut terjadi bahkan ketika game-nya belum satu minggu dirilis.
Dari Keluhan Banyak Bug Hingga Gak Bisa Bikin Lagu
Seperti game pada umum, game Running Train juga tak lepas dari bug. Beliau mengungkapkan bahwa pada minggu pertama perilisannya saja sudah ada 5-10 laporan terkait bug di dalam game yang masuk melalui media sosial. Sang developer pun bisa menghadapi masalah tersebut dengan cara full all out, dengan melakukan pengerjaan patch demi patch untuk menambal berbagai error di game-nya.
Di sisi lain, Riz juga mengungkap hal unik di mana beliau mengaku tidak bisa membuat lagu untuk gamenya. Selain itu, ia juga menerima feedback dari railfans Negeri Sakura tentang akurasi model dan suara kereta api di dalam game-nya
Ungkapan Perasaan Senang & Pelajaran yang Dipetik Ddari Pembuatan Gamenya
Riz mengungkapkan rasa suka saat game Running Train dirilis di Steam. Beliau sempat menangis terharu setelah melihat respon ulasan di halaman Steam dan media sosial yang menyambut game-nya secara positif.
Bahkan, sang developer juga membagikan pelajaran yang dipetik dari proses perilisan gamenya. “Jangan buru-buru dirilis dan rajin bikin open test, pasti ada saja player yang cara mainin gamenya jauh diluar ekspektasi developer”.
Apakah #Kaoreaders sudah memainkan game ini? Mari tulis di kolom komentar!
KAORI Newsline | sumber: Gamedevid.org Facebook










