BAGIKAN

jepang-demo_20150831_174203

Puluhan ribu orang memenuhi halaman depan Gedung Diet, di Tokyo, Jepang, pada Minggu (30/8/2015) lalu, dalam rangka memberikan protes atas UU pertahanan negara yang baru saja ditetapkan oleh PM Jepang Shinzo Abe.

Sedangkan, di Osaka, sekitar 25.000 orang memadati Taman Ogimachi dan berjalan menuju pusat kota itu selama sejam demi turut mendesak Abe untuk menarik UU yang dikatakan kontroversial tersebut.

Advertisement Inline

Menurut situs berita Jepang, The Asahi Shimbun, unjuk rasa ini juga dilakukan oleh banyak warga di wilayah-wilayah Jepang lainnya, seperti Toyama, Kyoto, Hiroshima, Fukuoka, dan Nagasaki.

Dikutip dari Xinhua, para pengunjuk rasa tersebut meneriakkan “Jangan lagi ada perang!” dan “Tarik kembali UU pertahanan negara!”. Ada pula yang membawa spanduk besar bertuliskan ‘Abe, Turun!’.

Abe mengajukan UU yang mengatur Pasukan Pertahanan Jepang (SDF) untuk campur tangan dalam menangani aksi pertahanan Jepang. Hal ini membuat kebijakan pertahanan Jepang kembali ke masa zaman Perang Dunia.

Sebelumnya, pemerintah Jepang sudah menetapkan bahwa SDF hanya menangani upaya pertahanan dalam negeri. UU tersebut akan ‘melegalkan’ Jepang untuk kembali angkat senjata dan, bahkan, berperang sebagai inisiatif pertahanan negara.

“UU pertahanan negara ini tidak akan melindungi Jepang, tapi hanya membawa Jepang pada perang. Rakyat Jepang tidak ingin perang. Itu sebabnya saya ikut,” kata seorang warga yang ikut unjuk rasa di Osaka, Tanaka (30).

UU tersebut kini sedang diperdebatkan di Majelis Tinggi, meski mendapat banyak protes yang menuntut agar penentuan berlakunya UU ini menampung opini dan campur tangan dari publik.

KAORI Newsline | Sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.