Penjualan saham perdana JAL telah membukukan dana US$8,5 miliar (Rp80 triliun) dari lantai bursa dalam penjualan saham perdana (IPO) terbesar kedua di dunia setelah Facebook.

Nilai saham JAL di bursa Tokyo naik menjadi 3.905 yen, sekitar 3,03 persen dari harga awal, pada sesi perdagangan awal setelah dibuka Rabu (19/9) pagi. Pada titik terburuknya, Mei 2010, saham JAL hanya dihargai 5 yen.

Advertisement Inline

Meski beberapa kali turun-naik sedikit hari ini, JAL tetap masuk daftar saham premium.

Ini sebuah kelahiran kembali yang luar biasa, mengingat maskapai negeri matahari terbit ini nyaris terkubur dalam luapan hutang senilai US$29 miliar (sekitar Rp277 triliun), salah satu perusahaan milik negara Jepang yang paling merugi tiga tahun lalu.

Dengan proses rehabilitasi dan dibawah status dilindungi pengadilan, maskapai ini tetap beroperasi dan baru-baru ini dinobatkan sebagai penerbangan paling menguntungkan di dunia. Bulan sebelumnya JAL menyatakan membukukan laba bersih periode April-Juni lebih dari dua kali lipat dari periode yang sama sebelumnya senilai 26,9 miliar yen.

Direktur utama JAL Yoshiharu Ueki kepada Dow Jones mengatakan investor sebelumnya mempertanyakan apakah maskapai ini akan sanggup bertahan.

“Saya yakin dalam lima tahun, dalam 10 tahun kami masih akan terus tumbuh,” katanya membahas dampak restrukturisasi terhadap JAL.

Sebagai perusahaan publik, JAL akan menghadapi macam-macam tuntutan pemegang saham.

Tapi Ueki, seorang mantan pilot dan putra seorang pemain kabuki, mengatakan maskapainya akan memusatkan perhatian pada keuntungan bukan pada perluasan maskapai agar makin menguntungkan bagi para investor.

Meski kabar dari lantai bursa ini menggembirakan untuk ekonomi Jepang yang belum pulih, sukses JAL juga dikritik keras oleh pesaingnya sesama maskapai, termasuk All Nippon Airways (ANA) karena menerima dana talangan raksasa dari negara termasuk sejumlah konsesi lain.

KAORI Newsline | via BBC | foto courtesy JAL

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.