Pada akhir pekan lalu, telah diselenggarakan sebuah perhelatan akbar Indonesia Comic Con 2015. Bertempat di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta Selatan, acara ini menampilkan berbagai macam atraksi budaya populer baik dari barat, timur, maupun lokal. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu dari berbagai latar belakang mulai dari illustrator, cosplayer, komikus, aktor, hingga musisi.

Salah satu musisi yang hadir memeriahkan perhelatan ini adalah Sasakure.UK. Bermodalkan hobinya dalam bermain video game, Sasakure.UK cukup piawai dalam musik chiptune. Mengetahui bahwa dirinya memiliki bakat dalam menulis lagu, ia pun memulai karirnya dalam dunia musik.

IMG_2064

Advertisement Inline

Berbagai karya musik chiptune nya yang cukup ternama membuat kepopuleran Sasakure.UK semakin melambung. Namun meski cukup dikenal sebagai seorang musisi, namun hobinya dalam dunia animasi dan game menjadikan dirinya memiliki berbagai macam bakat.

Namanya semakin populer saat ia mulai membuat lagu dengan piranti lunak Hatsune Miku. Ia pun memulai debutnya saat membuat album Vocaloid dengan judul “Do Vocaloids Dream Of Doomsday Bird?”. Memiliki kepopuleran yang cukup tinggi, ia sudah berpengalaman tampil sebagai DJ di Jepang dengan pengaruh gaya Shibuya dan Akihabara. Ia pernah menulis lagu untuk penyanyi Ai Shimizu, tampil bersama Momoiro Clover Z, serta membuat lagu untuk game 7th Dragon 2020.

Pada perhelatan Indonesia Comic Con, tim KAORI Newsline berhasil mewawancarai musisi yang terkenal sebagai produser lagu-lagu vocaloid tersebut. Berikut ini adalah wawancara KAORI dengan Sasakure.UK:

Banyak orang yang mengenal berbagai karya musik 8-bit anda, apa alasan anda terjun untuk membuat musik dengan genre demikian?

Saya biasa suka dengan musik-musik progresif. Berbicara apa genre musik yang saya sukai, memang saya lebih condong ke musik yang menggunakan berbagai macam instrumen-instrumen yang menghasilkan suara yang bagi saya unik, seperti synthesizer. Maka dari itu saya tertarik membuat musik 8-bit.

Pengaruh musik anda berasal dari mana saja?

Dalam bermusik saya mendapat banyak pengaruh dari musisi-musisi lain. Salah satu yang memiliki pengaruh dalam musik saya adalah Yasunori Mitsuda. Mitsuda adalah komposer musik dalam game Chrono Trigger. Selain Mitsuda, saya juga mendapat pengaruh dari Ito Kenji, komposer dari game-game Saga Series.

Dalam musiknya Sasakure.UK sering menampilkan animasi dan berbagai illustrasi, darimana Sasakure.UK mempelajari untuk memvisualisasikan musik melalui ilustrasi dan animasi?

Itu dimulai saat saya mencoba membuat lagu pertama saya. Pada saat itu, ketika sedang membuat lagu, sempat terpikirkan “Sepertinya akan asyik jika saya punya PV (Promotional Video/Video Klip) untuk lagu yang sedang saya buat ini”. Namun karena saya tidak punya teman yang membantu untuk membuatkan visual untuk PV, maka saya pun mencoba untuk iseng membuat illustrasi sendiri.

Namun lambat laun, keisengan saya tersebut saya coba tekuni dan ternyata bisa membuahkan hasil. Ya bahkan iseng-iseng saya pada masa itu kini telah menjadi profesi saya.

Ketika membuat musik, apa yang biasa anda lakukan untuk mencari inspirasi?

Biasa sih saya mendapat inspirasi tentu dari game, karena saya sangat hobi bermain game. Selain game, saya juga mendapat inspirasi dari membaca buku, dan menonton film. Terkadang inspirasi muncul bahkan disaat saya melakukan kegiatan sehari-hari. Dan bisa juga saya dapat inspirasi saat sedang jalan-jalan.

IMG_2065

Selama ini berkarya dalam membuat musik apakah ada kesulitan yang dialami?

Kesulitan selama saya berkarya itu cukup banyak saya alami. Salah satu hal yang bagi saya cukup sulit adalah disaat saya harus membuat lagu yang ditengah-tengah ketukan beat-nya berubah dan berbeda. Apalagi untuk lagu-lagu game ritme biasanya suka berubah-ubah ketukannya itu cukup sulit. Salah satu lagu yang bagi saya cukup sulit dikerjakan adalah Jack the Ripper.

Mana yang lebih anda sukai? Membuat musik dengan piranti lunak Vocaloid atau menggunakan suara penyanyi asli?

Antara Vocaloid atau penyanyi asli saya tidak bisa mengatakan saya lebih suka salah satunya dibanding yang lain. Biasanya sih saat sedang mengerjakan musik masih dalam tahap instrumental nya, biasa saya suka berpikir apakah Vocaloid atau suara asli yang cocok untuk lagu tersebut. Begitu juga saat sedang menulis lirik, biasanya saya akan mencari kecocokan antara lirik lagu yang saya tulis apakah lebih baik dinyanyikan oleh Vocaloid ataukah dengan suara asli.

Berbicara Vocaloid, kenapa anda cukup suka membuat lagu dengan suara dari Gumi?

Ya pada dasarnya saya juga sudah suka dengan sosok Gumi. Jika ditanya kenapa saya suka Gumi, sederhana karena saya suka dia karena Goggle yang ia pakai. Saya memang suka sih karakter perempuan berkacamata, hehe.

250px_Gumi_mascot

Apakah Sasakure.UK pernah mendengarkan lagu Indonesia?

Saya pernah mendengar lagu Indonesia, tepatnya lagu Jepang yang dicover oleh orang Indonesia. Salah satu lagu Jepang yang dicover oleh orang Indonesia saya pernah dengar adalah lagu Kokoro no Tomo. Saya cukup suka saat mendengar ada salah satu grup band asal Indonesia yang menyanyikan lagu tersebut.

Salah satu lagu Kokoro no Tomo yang dinyanyikan oleh grup band Indonesia.

Apakah Sasakure.UK juga pernah mendengar lagu Vocaloid karya produser asal Indonesia?

Pernah, saya pernah mendengar salah satu lagu Vocaloid asal Indonesia. Lagu yang pernah saya dengar itu adalah lagu yang ada di konser Miku Expo Indonesia tahun 2014 lalu. Disana ada satu lagu karya produser Indonesia yang memiliki irama ballad. Saya cukup suka lagu tersebut lho.

Selama anda berkarir sebagai musisi, apakah ada pengalaman unik dalam karir anda?

Pengalaman unik ya, ada sih salah satu pengalaman yang cukup lucu dan berkesan bagi saya. Waktu itu disaat saya merilis lagu Hello Planet, saya cukup takjub karena tidak lama setelah lagu tersebut dirilis, muncul banyak sekali fanart lagu tersebut di berbagai macam situs. Nah karena saking banyaknya tuh fanart yang dibuat dari lagu tersebut, saya akhirnya melihat juga satu per satu fanart yang ada. Kebetulan pada saat itu ada satu fanart yang sangat saya sukai yang akhirnya saya jadikan wallpaper PC.

Beberapa waktu setelah itu, saya dihubungi oleh seseorang illustrator yang menawari saya untuk berkolaborasi. Saya yang membuat lagu, dia yang membuatkan visualnya. Disaat saya berkenalan dengan orang tersebut, saya cukup terkejut ternyata dia adalah orang yang membuat fanart yang saya jadikan wallpaper di PC saya.

KAORI Newsline | Teks & Foto oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.