Membangkitkan Harapan 09: Diplomasi ala Hard Gay

1

Setahun yang lalu saya beserta beberapa Kaorin lain datang ke acara gathering ke-3 Dubbing and Friends (dulu namanya masih Dubber and Fans). Ini adalah komunitas di mana para pengisi suara dan para penggemarnya bisa saling berkumpul, berbagi ilmu, termasuk berkeluh kesah mengenai suka-duka di dalam dunia persulihsuaraan Indonesia.

Lalu hari Sabtu kemarin, dalam kondisi badan yang sebenarnya panas dingin akibat kerja tanpa istirahat, saya memaksakan diri untuk mengunjungi komunitas ini. Lebih tepatnya dalam rangka perayaan ulang tahun ke-3 Dubbing and Friends. Ringka masih seperti yang dulu (halah) dan kami saling berbicara mengenai perkembangan komunitas masing-masing, termasuk mencari persamaan pandangan.

Bukan tanpa arti jika saya menyebut goyang pelvis ala Masaki Sumitani di judul ini. Dalam acara ulang tahun Dubbing and Friends ini lah, acara yang sederhana ini membuka berbagai fetish terpendam, mulai dari meme, Higurashi, bahkan saat sesi foto bersama, kami masih sempat bersama-sama berjoget Hard Gay. Ini semua takkan terjadi jika diplomat KAORI kita, bang saddam, tidak berguyon ala pro wrestling dengan anggota di sana (ini mungkin efek terlalu banyak mengonsumsi info seputar TNA dan WWE).

Sambil menikmati joged Hard Gay Fooo ini, saya membahas mengenai proyek dubbing yang sempat akan dilakukan Kaorin di awal tahun ini. Wok Saga itu memang bisa dihitung sebagai lelucon internal, tapi melihat level antusiasme dan keseriusan waktu itu, hebat sekali jika semua saksi (baca: pemeran) hidup dalam drama parodi ini bisa sampai akan menyandiwarakan cerita yang selama ini kita nikmati dalam bentuk teks di LPK belaka.

Advertisement Inline

Dubbing and Friends dengan suka-dukanya juga mengalami masa-masa sulit di tahun 2012 ini. Saya memaklumi sekali pergolakan internal yang terjadi di dalamnya, dan tentu mengapresiasi ketika pendiri dan anggota inti saat itu mampu membawa komunitas mereka keluar dari gejolak itu. Sepahit apapun perpisahan dan perpecahan yang terjadi, yang penting putuskan! Lebih baik ditegaskan sekarang agar komunitas bisa maju daripada mempertahankan apa yang sudah almarhum dan tinggal jadi kenangan masa lalu!

Lalu kembali ke masalah kerja sama antara Dubbing and Friends dengan KAORI. Meskipun baru tahap obrol-obrolan belaka, saya berharap bulan Januari atau Februari 2013, bisa diadakan minimal kopdar gabungan atau lokakarya (heh, bahasa zaman kapan ini?) bersama dua komunitas ini. KAORI (sementara Daop 1 dulu) bisa diuntungkan dengan memperoleh kesempatan dan pelatihan agar bisa men-dub, dan mereka pun senang karena membuka peluang baru di luar komunitas dubber yang ada saat ini.

Ini tidak sekedar menyentuhkan antara dubber dengan penggemar anime, karena saya kira sudah terlalu basi dan retorik kalau masih berkutat pada masalah kualitas dubbing (Jepang vs Indo, dub vs sub), ini buang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Lebih baik kesempatan ini dipakai untuk membuka jalan baru, meningkatkan kemampuan, bahkan membuka potensi lain yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Kalau kita mau bicara mengenai potensi, saya lihat bagus sekali potensi yang dimiliki ini. KAORI Radio yang merupakan radio internal saat ini masih kekurangan materi siaran yang orisinal dari pengguna itu sendiri. Lalu dari internal KAORI pun banyak Kaorin yang menggemari dubbing, baik dubbing Jepang maupun dubbing Indonesia. Bahkan yang nge-dub sendiri (baik coba-coba maupun diseriuskan) di KAORI pun sudah ada.

Di sini nanti kira bisa meminjam asistensi dari komunitas yang mewadahi para dubber profesional ini, baik soal olah vokal, teknik pernapasan, termasuk kiat-kiat dubbing yang sepele kalau kita dengarkan, namun begitu sulit untuk dipraktikkan saat kita bersuara. Pengalaman saya dan rekan-rekan setim saat ikut acara tahun 2011 lalu (bersama Crow dan RBW), untuk orang yang sama sekali tidak tahu mengenai dunia dub, perlu waktu tiga jam untuk men-dub rekaman selama 20 menit itu, dengan hasil yang saya sendiri masih merasa sangat tidak puas!

Namun ini tidak sekedar dubbing dan fandub semata, ada hal lain yang tak kalah penting. Karena komunitas Dubbing and Friends ini sudah punya koneksi ke beberapa bagian termasuk ke lini-lini yang menangani impor dan lisensi anime di Indonesia (walau tidak langsung), saya harap ini juga bisa dimanfaatkan KAORI untuk menembus celah tersebut. Jadi selangkah lebih dekat untuk menembus pelisensi anime di Indonesia.

Andaikan hal tersebut terlalu muluk-muluk, Ringka sesumbar, meski tidak janji, kalau nanti hasil dub komunitas ini bisa saja disindikasikan ke jaringan radio. Minimal menambah peluang KAORI untuk kembali promosi ke luar juga. Juga ada asistensi-asistensi lain yang meskipun kecil, tapi saya rasa cukup berharga dalam pengembangan komunitas seperti kontak personal dan penyiapan proposal yang akan bermanfaat bagi KAORI ke depan, langsung maupun tidak langsung.

Saya berharap di bulan Januari-Februari 2013 nanti KAORI (sementara Daop 1) harus bisa menyelesaikan proyek ini. Mumpung belum disibukkan dengan tetek-bengek bla bla bla di pertengahan tahun, KAORI harus bisa menghasilkan karya yang menarik dan laku untuk ditawarkan ke pihak eksternal melalui kesempatan ini.

Dengan pergerakan Daop 1 yang mulai bisa mandiri berkat upaya beberapa minggu lalu, saya yakin hal ini akan bisa terlaksana. Tentu untuk kepastian harus menunggu konfirmasi dari mereka, apakah bisa atau tidak.

Kalau sudah benar-benar terealisasi, saya yakin dan suatu hari nanti bisa dengan bangga menceritakan Hard Gay sebagai bagian dari kesuksesan KAORI menuju tahun kelimanya. Kalau perlu nanti sekalian juga dibuat dub lagu YMCA si Razor Ramon HG yang sangat terkenal itu, versi Kaorin.

Shin Muhammad
Administrator KAORI

1 KOMENTAR

  1. Mudah-mudahan proyek fandub bisa terus jalan.
    Ane dukung terus, karena ane juga tertarik ngelakuinnya.
    Semangat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.