Di Jepang, Pesta Halloween Jadi Ajang Sampah dan Cosplay Seronok

0
Sampah berserakan setelah Halloween. (Esuteru)

Jepang dikenal dengan citra-citra positif, seperti negara yang menjunjung tinggi kebersihan. Tapi layaknya dua sisi mata uang, Jepang punya sisi lain yang jarang diketahui orang.

Dilansir Yahoo, dalam acara televisi siang hari “Viking” di Fuji TV, komedian Suidobashi Hakase mengemukakan wacana agar pemerintah kota Tokyo melarang perayaan acara Halloween yang normalnya dirayakan setiap 31 Oktober.

Ia mengeluhkan perilaku orang-orang yang membuang sampah sembarangan saat acara Halloween sehingga jalanan di kota Tokyo tak berbeda jauh kotornya dari jalanan di Jakarta setelah aksi demo.

Komentator olahraga Goto Terumoto sendiri dalam acara tersebut tidak tahu apakah acara Halloween harus benar-benar dilarang. Namun, ia menceritakan pengalamannya saat hendak mengganti popok anaknya di toilet pria dan diteriaki oleh banyak wanita yang sedang berganti kostum.

Sementara itu, artis Natsuko Yokozawa mengeluhkan vulgarnya pakaian yang dikenakan oleh pengunjung. Menurutnya, di Shibuya banyak orang yang menggunakan celana sangat pendek, di depan anak-anak, secara tidak langsung mengirimkan kode untuk jadi korban pelecehan seksual.

Melalui fasilitas polling interaktif, penonton acara TV tersebut mayoritas setuju agar kegiatan Halloween dilarang dengan hasil 73 persen mendukung.

Tentunya akan menjadi hal yang menarik bila banyak sisi-sisi lain Jepang seperti ini yang terungkap dan menjadi perdebatan di dalam masyarakat Jepang sendiri. Misalnya, mengenai imigrasi dan keberadaan orang asing di Jepang, di mana hal ini menjadi pro dan kontra karena jumlahnya yang begitu banyak, selain faktor masyarakat Jepang yang tidak multikultural.

KAORI Newsline | oleh Kevin W

 

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.