BAGIKAN
BPTJ meresmikan rute bus pengumpan Transjakarta dengan Stasiun Sudirman Baru (BNI City) | Sumber: PT Transportasi Jakarta

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menggandeng PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan PT Railink (Railink) untuk membuat sebuah integrasi antarmoda. Transjakarta mempersiapkan dua rute yang menghubungkan koridor-koridor Transjakarta dengan Stasiun Sudirman Baru (BNI City) sebagai stasiun yang disinggahi Kereta Rel Listrik (KRL) Bandara.

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan Transjakarta merancang dua rute yang terhubung dengan stasiun kereta bandara Soekarno Hatta.

Salah satu nomor rute bus pengumpan Transjakarta – Stasiun Sudirman Baru | Sumber: PT Transportasi Jakarta

Rute pertama yang menghubungkan Stasiun BNI City dengan koridor 1 Transjakarta (Blok M – Kota). Rute ini berangkat dari Stasiun BNI City – Bundaran Hotel Indonesia – Sarinah – Bank Indonesia – Gambir – Istana Negara – Monas – Stasiun BNI City.

Untuk rute kedua, Stasiun BNI City melewati Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) dan Koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas 2). Berangkat dari Stasiun BNI City – Bundaran Hotel Indonesia – Tosari – Dukuh Atas – Karet – Semanggi – Kuningan – Rasuna Said – Menteng – Stasiun BNI City.

Keduanya, yakni Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia – Sarinah -Bank Indonesia- Gambir – Istana Negara- Monas. Lalu Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia- Tosari – Dukuh Atas – Karet – Semanggi – Kuningan – Rasuna Said- Menteng.

Transjakarta akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk pengoperasian kedua rute tersebut. Bus yang digunakan adalah bus bertipe dek rendah (low-deck) Metro Trans sehingga mempermudah penumpang untuk masuk ke dalam bus. Selain itu, bus ini memiliki tambahan ramp yang semakin memudahkan pengguna dengan kursi roda maupun yang membawa koper.

Menurutnya, Transjakarta akan mengoperasikan bus Metrotrans untuk melayani pengguna Kereta Bandara Soekarno Hatta. “Konsep ini mengikuti kota-kota modern yang menggunakan bus berlantai rendah (Low Entry) untuk memudahkan penumpang yang diantar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/12).

Bus Low-Deck Metro Trans di Stasiun Sudirman Baru | Sumber: PT Transportasi Jakarta

Bus Metrotrans memiliki fasilitas pendingin udara (AC), kursi prioritas dan handgrip untuk pegangan penumpang berdiri. Serta dua pintu penumpang berlantai rendah di sisi kiri bus, satu ruang kursi roda, ramp kursi roda di area pintu untuk memudahkan keluar masuknya penumpang disabilitas.

Pelanggan Transjakarta juga dapat menyaksikan tayangan dari dua unit TV widescreen 29 inci di bagian tengah area penumpang, tersedia tombol stop di setiap railing vertical di dalam interior bus sebagai pemberitahuan ke petugas bahwa akan ada penumpang turun. Selain itu, tersedia 12 kamera CCTV untuk memantau setiap area di dalam dan di luar bus. Ketinggian lantai bus dapat disesuaikan naik dan turun untuk kenyamanan keluar masuk penumpang. Bus Metrotrans memiliki kapasitas penumpang duduk sebanyak 41 sedangkan berdiri sekitar 27 orang.

Cemplus Newsline by KAORI