Mangaka Gash Bell!!! Tuntut Shogakukan

    0

    Raiku Makoto, mangaka Konjiki no Gash Bell!!, menuntut penerbit Shogakukan sebesar 3,3 juta yen (sekitar Rp 297 juta). Penyebabnya, mantan tempat bernaung Raiku itu menghilangkan artwork orisinal dari Gash Bell!!. Saat Gash Bell!! berakhir Desember lalu, Raiku menerima lembaran asli artwork-nya. Tetapi, beberapa lembar yang berwarna hilang.

    Dalam blog-nya pada 21 Mei lalu, Raiku menyatakan dirinya tak akan lagi bekerja di bawah bendera Shogakukan. Seminggu kemudian, Raiku mengumumkan bahwa dia menerima e-mail dari berbagai penerbit, majalah manga, dan majalah game yang mengajaknya berdiskusi mengenai proyek selanjutnya.

    Menanggapi tuntutan Raiku, para editor Weekly Shounen Sunday membuat pengumuman secara online. Mereka menyatakan akan tutup mulut selama proses hukum masih berlangsung. Tetapi, mereka menegaskan pada pembacanya bahwa komentar Raiku mengenai Sunday dan pekerjanya nggak benar. Sunday akan menglarifikasi hal itu di persidangan.

    Sejak kasus Raiku versus Sunday ini mencuat, banyak mangaka menyatakan prihatin akan isu ini dalam blog dan situs mereka. Di antaranya, mangaka Kaikan Phrase, Shinjo Mayu, dan mangaka Bakune Young, Matsunaga Toyokazu.

    Menurut Matsunaga, kasus tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi opini dari kedua belah pihak dipengaruhi oleh stres akibat padatnya jadwal dalam manga mingguan. “Manusia nggak bisa berubah menjadi robot industri,” kata Matsunaga. Dia bisa memaklumi kemarahan Raiku. “Mangaka lain tidak bisa nggak mengacuhkan insiden ini,” tegasnya.

    Terlepas dari kasus tersebut, Shogakukan mencari talenta baru dan mangaka potensial dengan meluncurkan Dream Tribe. Situs yang dibuka mulai 19 Juni ini akan menampung manga karya para user.

    Sumber ANN |

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.