Ulasan Anime: Mahouka Koukou no Rettousei

2

Mahoka

Mungkin inilah salah satu seri yang paling dinanti penggemar anime pada musim ini. Novel ringan populer karya Satou Tsutomu yang berjudul Mahōka Kōkō no Rettōsei, atau mungkin lebih populer dengan nama inggrisnya “The Irregular at Magic High School” musim ini diadaptasi kedalam bentuk anime. Seri ini menceritakan tentang dunia di akhir abad ke 21, dimana sihir telah berubah menjadi sebatas teknologi canggih, dan sudah banyak dipergunakan, terutama untuk keperluan militer. Pelatihan penggunaan sihir, perangkatnya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannyapun telah menjadi komoditas publik penting. Dalam seri ini, cerita dipusatkan pada dua kakak beradik Shiba Tatsuya dan Shiba Miyuki, yang menjalani masa sekolah menengah atasnya di sekolah sihir. Di sekolah ini, berbagai masalah dan tantangan datang menghadang mereka satu persatu, menguji kematangan pribadi dan kemampuan sihir mereka.

Advertisement Inline

Adaptasi anime ini dikerjakan oleh Madhouse (Fairy Tail. Naruto, Chihayafuru) bersama dengan Aniplex (Angel Beats!, Sword Art Online, Naruto). Berlangsung sepanjang 26 episode (2 cour) dengan panjang 24 menit per episode, seri ini menjadi yang pertama diumumkan akan berlangsung lebih dari 1 musim. Dalam tangan dua studio yang bisa dibilang raksasa di dunia anime, seri ini menjanjikan grafis dan animasi yang sangat wah dan memukau. Eksekusi animasi yang tepat dan ketajaman gambar yang disajikan, membuat grafis anime ini menjadi seperti suatu hal yang nyata. Ditambah dengan daftar staf dan pengisi suara yang bertabur bintang, seperti Saori Hayami, Kimura Ryouhei, Nakamura Ryuuichi sebagai pengisi suara dan LiSA serta ELISA sebagai pengisi lagu tema, keindahan seri ini semakin meningkat. Lagu pembukaan yang dibawakan LiSA menyuntikkan semangat dan jiwa pada cerita seri ini, membuat suasana aksi dan fiksi ilmiah yang dimiliki anime ini semakin hidup. Sebagai penutup setiap episode, lagu penutup merdu nan syahdu yang dilantunkan ELISA menjadi penenang suasana tegang sekaligus pembungkus cerita yang sempurna. Kepiawaian para pengisi suara mengolah karakter mereka, juga ikut ambil bagian dalam membawa komedi romansa yang disuguhkan seri ini semakin hidup dan membawa para penontonnya seolah-olah terlibat langsung didalam setiap kejadian, bukan sekadar menyaksikannya melalui layar kaca.

Namun, peribahasa Indonesia berkata Tiada Gading Yang Tak Retak. Demikian pula dengan seri ini, yang disamping memiliki segudang kelebihan, juga memiliki beberapa kekurangan, yang ternyata cukup fatal. Seperti pada umumnya novel yang menjadi anime, tidak semua cerita ditayangkan dalam bentuk anime. Singkatnya, mereka mengalami pemotongan cerita. Namun, pada seri ini, jumlah cerita yang dipotong sedikit terlalu banyak, yang mengakibatkan banyak penontonnya kebingungan mengartikan setiap istilah dan singkatan yang dipergunakan dalam anime ini, meskipun sudah dibuatkan tiga episode pengantare singkat yang menjelaskan semuanya secara umum. Keberadaan istilah sulit itu kemudian ditambah dengan tingkat kompleksitas cerita yang cukup tinggi, yang semakin membuat mereka yang belum membaca karya aslinya menjadi kebingungan saat menonton seri ini. Tetapi, terlepas dari itu, secara umum adaptasi ini masih dapat diikuti alur ceritanya dengan cukup baik.

Pesan moral yang bisa dipetik dari seri ini adalah tanggung jawab akan posisi yang dimiliki. Setiap posisi, setiap kewenangan memiliki tantangannya sendiri. Untuk menjadi pribadi yang tangguh dan profesional, kita harus mampu menghadapi setiap tantangan itu dengan kepala dingin, dan penuh tanggung jawab. Niscaya, hal itu akan membawa kita pada kesuksesan, sekecil apapun itu. Juga, seri ini mengajarkan tentang perlunya bersikap rendah hati dan tidak terlalu membanggakan kemampuan, karena diluar sana selalu ada orang yang lebih baik dari kita, dan kesombongan akan membawa kita kepada kehancuran lebih cepat.

Akhir kata, seri fiksi ilmiah yang sarat komedi romansa ini, dapat dikatakan menjadi salah satu seri yang cukup menarik untuk ditonton pada musim ini, terutama jika kalian menyukai romansa berbau incest. Namun, karena komedi itu sendiri, juga ditambah kadar kekerasan yang ditayangkan dalam seri ini, anime ini tidak direkomendasikan bagi penonton yang berada dibawah usia remaja tanpa dampingan orang dewasa. Bagi mereka yang ingin menonton anime ini, sangatlah disarankan untuk terlebih dahulu menonton tiga episode pendahuluan singkat, berjudul Mahouka Koukou no Rettousei – Yoku Wakaru Mahouka, dimana didalamnya menjelaskan berbagai istilah yang dipergunakan dalam anime ini.

Berikut adalah beberapa cuplikan adegan dari episode awal seri anime ini.

KAORI Newsline | oleh Krisma Budianto Irawan

2 KOMENTAR

  1. Entah kenapa anime ini bagus pas di awal doang. Setelah Episode 8 – 26 agak kurang menarik dan begitu membosankan -_-

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.