KA Shinkansen Anjlok, Menyebabkan 60.000 Pengguna Terlantar

1
Penumpang yang menumpuk akibat jadwal KRL Shinkansen yang dibatalkan.

Layanan KA cepat Shinkansen terhenti sementara pada Kamis pagi, setelah KA perawatan mengalami anjlok di lintas Sanyo Shinkansen. Hal ini mengganggu perjalanan 60.000 orang, di mana sebagian penggunanya adalah rombongan yang akan menikmati libur musim panas.

Pelayanan yang terganggu akibat KA perawatan yang bertabrakan dengan KA perawatan lainnya terjadi pada pukul 4.20 pagi. Kemungkinan pelayanan akan kembali normal pada pukul 14.30 waktu setempat.

Tidak ada korban dalam kejadian ini, yang terjadi di terowongan Suma, antara stasiun Shin-Kobe dan Nishi-Akashi di perfektur Hyogo.

Sekitar 85 perjalanan di lintas Sanyo Shinkansen (termasuk 6 yang berasal dari Tokaido Shinkansen) dibatalkan. Tokaido Shinkansen menghubungkan antara Tokyo dan Osaka, sedangkan Sanyo Shinkansen menghubungkan antara Osaka dan Fukuoka.

Awalnya, JR West terpaksa menghentikan pelayanan antara stasiun Shin-Osaka dan stasiun Okayama. Kemudian, pelayanan bisa dilanjutkan, sehingga hanya terganggu di bagian lintas antara stasiun Shin-Osaka dan stasiun Himeji.

Rangkaian KA perawatan yang membawa 8 kereta ini mengalami anjlok di kereta ketiga dan keempat setelah menghantam rangkaian 2 kereta yang bertugas membersihkan lintasan, yang saat itu sedang berhenti. Menurut keterangan polisi, saksi pegawai mengaku bahwa kereta tidak bisa melakukan pengereman akibat tertutup debu yang mengebul. KA yang mengalami tabrakan ini terpaksa ditarik kembali ke depo terdekat di Kobe.

Karena KA perawatan yang bermasalah tersebut memiliki sistem pencegah tabrakan (yang akan melakukan pengereman secara otomatis ketika mendeteksi KA dari jarak 300 meter), pihak JR West melakukan investigasi untuk mengecek apakah peralatan keamanan benar-benar bekerja.

Tatsuya Mano, salah satu pejabat JR West yang membawahi manajemen Shinkansen meminta maaf pada konferensi pers. "Kami mohon maaf karena kami menyebabkan kondisi, yang membuat kereta tidak bisa berjalan dari pagi hari ketika banyak pengguna yang akan bepergian untuk berlibur."

KAORI Newsline | via Japan Today

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.