BAGIKAN
Sepulang kerja, Macaron, Moffle dan Tiramie berkumpul untuk melepas penat (©Shouji Gatoh・Yuka Nakajima/Amaburi Production Committee)

Meski demikian, Amagi Brilliant Park tetap memiliki elemen-elemen yang khas dalam sebuah serial anime. Serial ini tentunya tidak kekurangan gadis-gadis cantik. Kemudian karena keterlibatan penghuni Maple Land, serial ini juga memiliki elemen fantasi seperti sihir, naga, dan bajak laut monster. Berkali-kali Seiya dan kawan-kawan harus menangani kekacauan yang disebabkan oleh mereka. Tetapi uniknya bukannya membasmi para pengganggu itu, Seiya bernegosiasi dengan mereka dan pada akhirnya menjadikan mereka bagian dari wahana taman ria. Wahana-wahana tersebut pun menjadi ramai bukan main karena betapa “nyata”-nya efek-efek spesial wahana tersebut. Tak ada pengunjung yang tahu bahwa efek-efek spesial tersebut sebenarnya 100% nyata.

Para pekerja di Amagi Brilliant Park sendiri juga tak kalah heboh dari wahana-wahananya. Mulai dari tiga maskot utama dari taman ria tersebut yaitu Moffle sang penggemar segala hal berbau militer, Macaron (Ryouko Shiraishi) yang statusnya telah bercerai dari istrinya, dan Tiramie (Ai Nonaka) yang merupakan seorang playboy mesum kelas kakap. Kemudian ada empat peri cantik dari teater Elementario yaitu Muse (Yuuka Aisaka) sang pemimpin, Salama (Minami Tsuda) yang perhatiannya lebih sering terpusat pada smartphone-nya, Koboli (Shiori Mikami) yang pemalu, dan Sylphy (Tomoyo Kurosawa) yang tingkahnya tak bisa diduga-duga. Nantinya bahkan Seiya akan mempekerjakan tiga pekerja paruh waktu yang nyentrik yaitu Shiina Chuujou (Haruka Chisuga), Eiko Adachi (Hiromi Igarashi) dan Biino Bandou (Natsumi Takamori). Selain mereka masih banyak lagi karakter-karakter dengan beragam kepribadian yang mewarnai Amagi Brilliant Park.

Seiya mengusahakan segalanya demi menyelamatkan taman ria, bahkan membuat persetujuan yang tak diduga-duga (©Shouji Gatoh・Yuka Nakajima/Amaburi Production Committee)

Karena tujuan utama dari para tokoh utama diserial ini adalah menyelamatkan Amagi Brilliant Park, konflik yang muncul biasanya berhubungan dengan manajemen. Contohnya seperti bagaimana membuat sebuah wahana menjadi lebih menarik atau bagaimana cara untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung. Masalah-masalah tersebut tentunya bukanlah konflik tipikal yang sering muncul di serial-serial lain. Ketika Amagi Brilliant Park berfokus pada hal-hal tersebut, serial ini sangatlah asyik untuk ditonton. Sangat menarik melihat Seiya dan kawan-kawan yang dipaksa untuk memutar otak demi menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Hal inilah yang termasuk nilai plus yang dimiliki Amagi Brilliant Park.

Advertisement Inline

Akan tetapi, tidak semua episode berfokus pada hal tersebut. Beberapa episode memilih untuk mengalihkan fokus ke hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan konflik utama, contohnya seperti keseharian para karakter. Meskipun episode-episode ini tidaklah jelek, konflik dan lelucon yang menghiasi episode-episode ini terasa sedikit klise. Tentunya akan lebih konsisten jika serial ini tetap mengakarkan setiap episodenya kepada konflik utamanya yang unik.

Sepertinya Isuzu sangat suka mandi (©Shouji Gatoh・Yuka Nakajima/Amaburi Production Committee)

Dengan Kyoto Animation sebagai penanggung jawab produksi animasi dari serial ini, tentu saja kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Desain karakter dari ilustrasi buatan Nakajima diadaptasi dengan sangat apik. Kemudian kualitas animasinya sangatlah stabil, bahkan bisa dibilang berkualitas tinggi. Detil-detil yang diberikan seperti menganimasikan aktivitas para pengunjung di latar belakang semakin memperkuat kesan ramai dari serial ini. Kemudian elemen ecchi dari serial ini cukup terasa, apalagi dibandingkan dengan serial-serial produksi Kyoto Animation lainnya yang biasanya lebih “bersih”. Tak jarang Isuzu tampil dengan bikini ataupun telanjang di dalam bath tub. Kemudian para gadis cantik dari teater Elementario juga mengenakan kostum-kostum yang cukup memanjakan mata. Tentunya hal ini juga bisa menjadi daya tarik dari serial ini.

Dari kiri ke kanan: Sylphy, Muse, Koboli dan Salama
(©Shouji Gatoh・Yuka Nakajima/Amaburi Production Committee)

Kemudian dari segi audio, serial ini juga cukup memuaskan. Musik yang menghiasi latar belakang sangatlah cocok untuk tiap adegannya. Para pengisi suara juga melakukan kerja yang bagus dan bisa menonjolkan kepribadian utama masing-masing karakter, seperti Seiya yang kadang kedengaran angkuh ataupun Isuzu yang kaku dan terlalu serius. Mendengar suara Saber dari Fate/stay night (juga disuarakan oleh Ayako Kawasumi)terdengar dari balik kostum Moffle juga bisa mengundang rasa geli. Lagu pembuka dari serial ini yang penuh semangat berjudul Extra Magic Hour dinyanyikan oleh Akino with bless4. Kemudian Lagu penutupnya berjudul Elementario de Aimashou! dinyanyikan oleh para pengisi suara dari gadis-gaids Elementario yaitu Yuuka Aisaka, Minami Tsuda, Shiori Mikami dan Tomoyo Kurosawa.

Selamat menikmati waktu anda di Amagi Brilliant Park! (©Shouji Gatoh・Yuka Nakajima/Amaburi Production Committee)

Serial anime Amagi Brilliant Park sangatlah disarankan untuk ditonton. Serial ini memiliki cukup keunikan untuk membedakannya dari serial lain, namun juga tetap memiliki elemen-elemen yang familiar di mata para penikmat anime. Ceritanya yang penuh kekocakan dan visual-nya yang sangat memanjakan mata tentunya bisa menjadi sumber hiburan. Maka dari itu bagi penonton yang tertarik silakan duduk, dan nikmati wahana penuh sihir dan imajinasi dari Amagi Brilliant Park!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.