BAGIKAN
MRT Jakarta

Pada Senin (10/9), PT MRT Jakarta (Persero) dan PT KCIC telah menandatangani Nota Kesepahaman terkait “Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Bentuk Program Knowledge Sharing dan Pengembangan Usaha Transit Oriented Development (TOD)”. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan PT KCIC, Chandra Dwiputra. Penandatangan ini juga disaksikan oleh jajaran direksi PT MRT Jakarta dan PT KCIC.

Adapun isi dari Nota Kesepahaman ini adalah sebagai berikut:

1. Berbagi pengetahuan terkait persiapan operasional dan pemeliharaan kereta;
2. Penyelenggaraan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk program Knowledge Sharing;
3. Berbagi pengetahuan terkait inovasi serta gagasan pengembangan usaha Kawasan Berorientasi Transit dan bisnis non-kereta lainnya.

Advertisement Inline

“MRT Jakarta adalah pionir kereta bawah tanah dan KCIC adalah pionir kereta cepat di Indonesia. Kami sama-sama mendukung program pemerintah Indonesia dalam mendorong penggunaan transportasi publik berbasis rel,” ungkap William. “MRT Jakarta telah beroperasi terlebih dahulu sehingga banyak pengalaman kami yang bisa dibagikan ke KCIC, mulai dari membangun sistem, persiapan operasi, hingga komersialisasi. Kami siap untuk berbagi pengetahuan,” lanjut ia.

MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di Jakarta. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Progress Pembangunan Jalur KCIC

KCIC sendiri mengumumkan progres konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai angka 32,8%. Angka tersebut merepresentasikan keseluruhan persiapan dalam mega proyek tersebut untuk menyambut operasi pada tahun 2021 mendatang. Selain tembusnya satu dari 13 tunnel lainnya dalam proyek ini, kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan segera memasuki milestone baru dimana girder pertama dari struktur elevated kereta cepat akan segera diinstalasi.

Sebagai informasi, pemasangan ini akan menjadi langkah baru bagi proses pembangunan dimana struktur elevated mendominasi lebih dari 60% dari keseluruhan trase sepanjang 142,3 km. Disisi lain, Tunnel Boring Machine kereta cepat yang akan menembus jalan tol Jakarta – Cikampek untuk proses konstruksi Tunnel 1 di Halim juga akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini.

Sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan secara progresif, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung secara paralel juga sedang mempersiapkan sistem operasi dan perawatan sarana dan prasarana. Salah satu yang sedang masif dipersiapkan adalah kebutuhan sumber daya manusia mulai dari struktur organisasi hingga jumlah personil untuk persiapan operasional di masa mendatang. KCIC menargetkan untuk melibatkan 1700 personil pada saat operasional kereta cepat nanti.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.