Pemerintah Jepang Memberikan Klarifikasi Tentang Aturan Hak Cipta di Bidang Cosplay

0
cool japan
@ Kyodo

Beberapa waktu lalu dunia cosplay sempat dikejutkan akan adanya isu akan adanya aturan baru yang dibuat oleh pemerintah Jepang menyangkut hak cipta di bidang cosplay. Dilansir dari The Japan Times dan Kyodo, pemerintah Jepang kini memberikan klarifikasi terkait isu regulasi tersebut. Pemerintah berencana untuk meninjau tentang aturan hak cipta untuk mencegah kemungkinan pelanggaran hukum oleh para cosplayer karena jumlah orang yang ber-cosplay karakter anime dan game yang semakin lama terus bertambah jumlahnya. Meskipun mengenakan kostum karakter tidak melanggar hak cipta itu sendiri, pelanggaran bisa terjadi jika seseorang dibayar untuk melakukannya, seperti tampil di suatu acara maupun kegiatan yang bersifat komersial.

Shinji Inoue, menteri yang bertanggung jawab atas strategi Cool Japan untuk mempromosikan Pop Culture Jepang di luar negeri, mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk meninjau aturan hak cipta komersial mengenai penggunaan wajar pada akhir tahun fiskal pada bulan Maret nanti. “Untuk lebih mempromosikan budaya cosplay, penting untuk memiliki lingkungan di mana orang dapat merasa aman dan bersenang-senang,” kata Inoue.

Pemerintah tidak berencana merevisi undang-undang hak cipta karena khawatir peraturan yang lebih ketat dan akan membuat orang-orang menjauh dari cosplay. Alih-alih, ia berencana untuk membagikan contoh spesifik situasi di mana cosplayer mungkin diminta untuk membayar biaya hak cipta untuk meningkatkan kesadaran.

Pemerintah telah mendengar dari para kreator serta cosplayer, termasuk Enako, Cosplayer terkenal yang ditunjuk sebagai duta besar Cool Japan. Beberapa cosplayer telah menunjukkan perlunya kerangka kerja yang memungkinkan mereka menghubungi pemegang hak cipta untuk mendapatkan izin.

Taro Yamada, anggota Komisi Riset Strategi Kekayaan Intelektual Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, telah mengusulkan pembuatan database untuk memudahkan orang mengidentifikasi pemegang hak cipta.

“Kami membutuhkan kerangka kerja untuk melindungi (pencipta dan cosplayer),” kata Yamada.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.