Peringatan: Ada spoiler dalam ulasan ini, harap hati-hati. 

Sakura no Uta adalah sebuah novel visual yang dirilis oleh Makura dengan nama Sakura no Uta -Sakura no Mori no Ue wo Mau-. Novel bisual ini dirilis pada 23 Oktober 2015 untuk versi PC dengan rating untuk 18 tahun ke atas. Pada awalnya Sakura no Uta atau yang disingkat dengan Sakuuta adalah proyek yang direncanakan terbit pertama kali oleh brand Makura sendiri pada musim semi tahun 2004 lalu. Namun karena suatu hal yang terjadi oleh sang penulisnya, proyek ini pun sempat dibatalkan dan diganti dengan rilisnya sebuah novel visual berjudul H2O ~Foorprints in the Sand~.

Sakura no Uta sendiri juga hadir dalam bentuk komik yang dikerjakan oleh Hakone Odawara yang dirilis dibawah label  penerbit Kadokawa Shoten dengan serialisasi di majalah komik Comp Ace sebanyak 6 chapter. Versi tankobon dari komik ini dirilis pada 7 Juni 2006.

Proyek Sakuuta hadir kembali dalam bentuk trial dengan judul Sakura no Uta ~Haru no Yuki~  yang tersedia hanya untuk versi khusus dari novel Supreme Candy yang dirilis oleh studio yang sama. Versi trial ini dirilis pada September 2008 dan merupakan versi yang sungguh berbeda dari versi komplit yang telah dirilis pada 2015 yang lalu. Beberapa tahun setelah Sakuuta rilis, sekuelnya kemudian diumumkan akan hadir dengan judul Sakura no Toki -Sakura no Mori no Shita wo Ayumu-. Versi trial dari Sakutoki ini pun telah dirilis pada 10 September 2021 lalu dan dapat diunduh melalui DMM FANZA dan Getchu. Dikabarkan bahwa Sakutoki direncanakan rilis pada tahun ini.

Baca Juga: 29 September, Novel Ringan Sword Art Online Akhirnya Rilis di Indonesia!

Sakura no Uta atau Sakuuta dikerjakan oleh beberapa orang. Skenarionya ditulis oleh SCA-Ji yang sekaligus menjadi produser dengan dibantu oleh Ei Asou untuk rute PicaPica dalam novel visual ini. Desain karakternya dikerjakan oleh Kira Inugami, Motoyon, dan Kagome. Musik pun dikomposisi oleh szak (Fuminori Matsumoto),  Blasterhead, ryo, dan Pixelbee. Sementara semua lagu dinyanyikan oleh Miyuki Hashimoto, Hana, dan monet.

Sakura no Uta menceritakan kisah seorang pemuda bernama Naoya Kusanagi dan para karakter di sekelilingnya. Naoya merupakan seorang yang jenius dalam melukis, namun ia berhenti melukis sejak suatu kejadian ketika Naoya masih anak-anak. Naoya juga anak dari seorang pelukis terkenal di dunia, Kenichirou Kusanagi, yang kemudian menjadi yatim piatu setelah wafatnya sang ayah. Setelah wafatnya sang ayah, Naoya pun diajak tinggal bersama oleh Ai Natsume, seorang yang punya hubungan kekeluargaan dengan Naoya. Tak hanya tinggal bersama Ai, Naoya pun juga tinggal dengan Kei Natsume yang merupakan osananajimi dan teman baik dari Naoya, dan juga Shizuku Natsume yang merupakan seorang artis dengan ekspresi datar. Kei dan Shizuku sendiri adalah adik dari Ai. Dahulu kala, Naoya menghabiskan waktunys bersama Rin Misakura dan Rina Hikawa, dua orang osananajimi dari Naoya yang setelahnya Rin harus pindah karena suatu hal. Ketika Naoya menjadi murid tahun ketiga di Yumihari Gakuin, dia pun bertemu kembali dengan Rin setelah dia kembali ke kota Yumihari dan menjadi siswa dari Yumihari Gakuin.

Main Menu (© Makura)

Durasi bermain Sakuuta cukup panjang karena terdiri dari 6 episode (dalam arti ada 6 bab), yang mana episode 1-2 adalah common route dari novel visualnya. Kemudian di episode 3 rute ceritanya bercabang untuk masing-masing heroine yang terbagi menjadi 5 rute dengan rute PicaPica, rute Olympia, rute Zypressen, rute A Nice Dearangement Epitaphs, dan rute yang tersedia di episode 5. Masing-masing rute menjelaskan apa yang terjadi pada sang protagonis dan heroine-nya sendiri. [Namun secara memasuki true route adalah becabang dari episode 2 yang kemudian dilanjutkan oleh episode 5 sama episode terakhir.]

Heroine dalam Sakuuta adalah 5 karakter yang masing-masing memiliki hubungan dekat dengan Naoya, yaitu Rin Misakura, seorang gadis yang merupakan osananajimi dari Naoya (rute Olympia); Makoto Toritani, teman sekelas Naoya dan Kei yang adalah ketua dari klub seni (PicaPica); Rina Hikawa, osananajimi dari Naoya setelah Rin harus pergi dari kota Yumihari dan gadis yang terkenal (Zypressen); Shizuku Natsume, gadis dengan ekspresi datar yang merupakan seorang model dan adik dari Kei & Ai (A Nice Dearangement Epitaphs); Ai Natsume, merupakan guru bahasa Jepang dengan bentuk tubuh kecilnya sekaligus wali kelas dari kelas Naoya, Rin, Kei, dan Makoto serta yang mengundang Naoya tinggal bersama keluarga Natsume (The Happy Prince and Other Tales).

Banyak pemain lain yang beranggapan Sakura no Uta merupakan kamige (alias gim dengan rating tinggi), dan bagi saya pribadi itu benar meskipun merasa ada yang kurang untuk beberapa hal. Secara cerita, Sakuuta dikemas dengan baik sekali baik dari latar belakang karakter sampai dengan perkembangannya. Dalam hal perkembangan cerita, selain Naoya yang memiliki perkembangan cerita paling banyak adalah Kei Natsume, teman baik Naoya yang selalu menunggu Naoya agar dapat melukis kembali, meskipun pada akhirnya diberi twist yang menyedihkan. Selama memainkan novel visual ini, dari yang awalnya saya menyukai Rin kemudian belok kepada Ai karena karakternya berkembang dengan singkat namun ditulis dengan baik, sampai sifatnya yang merupakan idaman semua orang.

Makoto Toritani (© Makura)

Rute PicaPica berfokus pada Makoto dan latar belakang keluarganya yang ternyata ada hubungannya dengan Kei. Sebagai rute heroine pembuka dari Sakuuta, yang dirasakan adalah bahwa cerita ini belum cukup kuat secara konflik. Meskipun begitu penggambaran Makoto sebagai ketua klub seni yang memperjuangkan dirinya untuk dua orang jenius dalam melukis (salah satunya Naoya) sangat memukau. Hubungan Makoto dengan ibunya yang merupakan kepala sekolah dari Yumihari Gakuin menjadi alasan saya membaca semua rute Makoto.

Rin Misakura (© Makura)

Rute Olympia berfokus pada Rin, alasan mengapa Naoya berhenti melukis kembali, dan kejadian yang membuat Rin yang dulu berbeda dengan sekarang. Secara rute, jujur saya merasa nyesek sekali dengan latar belakang Rin dan alasan Naoya yang ternyata berkorban demi orang yang peduli padanya. Meskipun begitu, suatu hal mengenai Rin dan Shizuku tidak digambarkan penuh yang kemudian hubungan mereka berdua dibahas pada rute Shizuku. Penggambaran karakter Rin dalam cerita Sakuuta sendiri hadir dengan plot twist-nya cukup kuat, dari Rin yang dulunya ramah menjadi terasa hampa kembali.

sakura no uta sakuuta
Yuumi & Rina (© Makura)

Rute Zypressen merupakan rute yang saya pribadi paling saya suka. Penggambaran karakter Rina (dan juga temannya Rina, Yuumi Kawachino) sangat terlihat dibanding dua rute sebelumnya. Rute ini terbagi menjadi 3 sudut pandang, dari sudut pandang Rina, sudut pandang Yuumi, dan sudut pandang Naoya sendiri. Cerita rute ini bercabang juga ke ending yuri (Marchen), namun penceritaannya tidak sejelas dengan rute Zypressen sendiri. Yang menjadi poin kuat dari rute ini adalah penggambaran karakter Rina dan Yuumi yang saling melengkapi satu sama lain, sedangkan romansa Rina dan Naoya hanyalah sampingan.

sakura no uta sakuuta
Shizuku Natsume (© Makura)

Rute A Nice Dearangement Epitaphs adalah rute Shizuku. Sedikit lebih panjang dibanding rute Zypressen karena membahas masa lalu dari Shizuku serta hubungannya dengan Naoya dan Kenichirou (ayah dari Naoya). Rute ini ada hubungannya dengan legenda di kota Yumihari tentang sebuah pohon sakura legendaris yang hanya mekar karena keinginan kuat dari seseorang, dan seorang gadis pemakan mimpi bernama Hakuki. Legenda ini sendiri pertama kali mulai terkuak pada rute Zypressen dan kemudian dijelaskan lebih dalam di rute Shizuku. Shizuku sendiri sebenarnya karakter yang bisa ‘dikasihani’ karena kondisinya ‘tak memiliki hati’ alias merasa hampa. Bagi saya sendiri, rute ini lebih berfokus pada Naoya dibanding dengan Shizuku sendiri yang hanya melihat dari jauh saja.

Ai Natsume (© Makura)

Terdapat rute berikutnya di 3 episode selanjutnya yang mengenal latar belakang masalah utama dari Sakuuta, yaitu episode 4 dengan judul “What is mind? No matter What is matter? Never Mind” yang menceritakan awal mula dari masalah utama yang masih berlangsung semenjak cerita Sakuuta berlangsung. Episode 5 dengan judul “The Happy Prince and Other Tales” menceritakan kisah Naoya dan sekelilingnya setelah menyelesaikan suatu karya bersama-sama dengan klub seni Yumihari. Episode terakhir atau episode 6 dengan judul “Sakura no Mori no Shita wo Ayumu” menceritakan kehidupan Naoya dan teman-teman setelah beberapa waktu berlalu di mana Naoya menjadi guru seni di Yumihari Gakuin.

Episode 4 memberikan impresi bahwa Kenichirou yang merupakan ayah dari Naoya terlihat cukup keren karena melakukan hal yang berani sekali demi ibu Naoya, Mizuna. Episode 5 menceritakan Naoya, Rin, dan terutama Kei. Yang sebenarnya membuat pemain (dan saya) baper karena hal yang terjadi pada mereka bertiga ini; Naoya dan Rin yang merasa hampa dan Kei yang bertemu kemalangan. Episode 6 merupakan kisah Naoya menjadi guru seni di Yumihari dengan murid baru yang mana terdapat seorang murid bernama Sakurako Sakizaki, yang dikatakan best girl kedua setelah Ai (dan memang benar) karena melihat dari sudut pemain bahwa Sakurako sendiri membantu hati dari Naoya untuk perlahan bangkit kembali.

Disela cerita Sakuuta yang terasa serius, terkadang ada selipan candaan yang cukup membuat saya tertawa, terlebih lagi candaan antara Kei dan Naoya. Kemudian, musik dalam Sakuuta pun juga menjadi salah satu poin yang menarik dengan pembawaan lagu yang tenang sampai sedih, serta lagu pembuka dan beberapa lagu penutup yang sering didengarkan belakangan ini. Hal tersebut membuat saya berpikir bahwa musik menjadi nilai jual kuat dari Makura yang menjadi studio novel visual ini. Tak hanya itu, ilustrasi CG dan desain karakter yang likeable membuat pemain dapat menyukai para karakter di Sakuuta ini.

Sakura no Uta atau Sakuuta merupakan sebuah novel visual dengan cerita slice of life dan unsur seni sekaligus pemikiran filsafat yang membuat para pemain dapat mengubah pola pikirnya, hal baik yang dapat dipetik dan cerita konfliknya, dan para karakternya yang menarik. Tetapi, hal yang paling penting dari cerita Sakuuta adalah peduli untuk diri sendiri itu adalah hal yang penting.

P.S: Berharap semua karakternya bahagia.

KAORI Nusantara | Oleh Widya Indrawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.