Larut ke dalam teka – teki sebuah film atau novel misteri merupakan sensasi tersendiri. Sebagian orang merasa tertantang dan ingin turut serta memecahkan misteri yang ditawarkan, sebagian lainnya membiarkan dirinya terhanyut ke dalam kebingungan yang tercipta. Kisah misteri yang menarik dapat melahirkan beberapa karakter detekfif yang ikonik, sebut saja Hercule Poirot ciptaan penulis Agatha Christie, atau Sherlock Holmes yang terkenal, ciptaan penulis Arthur Conan Doyle. Serial novel dari kedua karakter tersebut sangat diminati banyak orang, hingga tercipta beberapa serial tv dan film yang membuat popularitas nya semakin meningkat. Lalu, bagaimana jika kita berandai-andai ada sebuah kisah yang menceritakan karakter yang sama, namun dengan cerita dan perspektif yang berbeda? Akankah kisahnya mampu menyuguhkan pengalaman menonton yang sama? Tidak disangka, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan sebuah serial manga yang kini telah diadaptasi menjadi anime, Moriarty the Patriot.

Moriarty the Patriot
Karakter Sherlock Holmes dalam Moriarty the Patriot (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Premis Cerita

Hadir dalam dua season, Moriarty the Patriot merupakan sebuah parodi dari seri Sherlock Holmes itu sendiri. Uniknya, yang menjadi protagonis dalam anime ini adalah sang antagonis utama dari seri aslinya, yaitu William James Moriarty.  Berperan sebagai konsultan kriminal yang bergerak dalam bayangan, William bercita-cita untuk menghapuskan sistem sosial di Inggris yang kacau, di mana para bangsawan semena-mena menindas rakyat kecil. Pada awal animenya, William sering menawarkan jasanya kepada rakyat kecil yang tertindas. Ia mengatur agar para rakyat yang tertindas dapat membalaskan dendamnya kepada bangsawan yang tidak tahu adab. Dengan cara ini, William memulai agendanya dalam merubah tatanan sosial di Inggris. Dalam prosesnya, William tidak seorang diri, Ia dibantu oleh adiknya, Louis James Moriarty, dan kakak angkatnya, Albert James Moriarty. Selain itu, William juga mendapatkan bantuan dari beberapa karakter parodi lainnya, seperti Jack the Ripper, dan James Bonde. Namun, karena cara kerja William yang berada di balik bayangan, Ia membutuhkan seseorang untuk membongkar kasus-kasus yang direncanakannya, agar pesan yang ingin disampaikan kepada rakyat Inggris tersampaikan dengan baik. Di sinilah peran Sherlock Holmes dan dr.Watson. Sherlock hampir selalu hadir dalam kasus yang sudah direncanakan William sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, Sherlock mulai sadar akan kehadiran William sebagai raja kejahatan di Inggris.

Kecerdasan dan Pengorbanan

Seperti sebuah anime misteri pada umumnya, adegan pembunuhan penuh teka – teki beberapa kali ditampilkan. Penonton akan diperlihatkan kecerdasan yang dimiliki baik William James Moriarty dan Sherlock Holmes. Dari sisi William, kita akan melihat bagaimana Ia merancang kasus pembunuhan balas dendam untuk kliennya, dan dari sisi Sherlock penonton akan dibuat takjub dengan kemampuan deduksinya dalam mengungkap kasus-kasus buatan William. Hal yang menarik adalah ketika keduanya dipertemukan dalam kasus yang sama. Dalam pertemuan pertama mereka di kapal Noahtic, William dan Sherlock saling membaca karakter masing-masing dengan kemampuan deduksi mereka. Kemudian dalam episode “Dua Detektif”, keduanya berlomba dalam memecahkan misteri pembunuhan di kereta yang berjalan. Saat itu, Sherlock mampu menemukan sang pelaku, sayangnya Ia tidak bisa menemukan bukti yang cukup. William, yang juga mengetahui sang pelaku, akhirnya melakukan trik kotor untuk membuat bukti palsu, sehingga pelaku dapat tertangkap. Hal yang menarik adalah, anime ini hanya menunjukkan bagaimana karakter William dan Sherlock menyelesaikan suatu masalah dengan jalan dan pemikirannya masing-masing, sedangkan hal-hal seperti pihak mana yang lebih pintar, siapa yang benar, tidak diperlihatkan, yang berarti penonton memiliki kebebasan dalam menentukan hal tersebut.

Yukoku no Moriarty
Misteri kecil kerap disajikan di tiap episodenya (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Terlepas dari kasus – kasus misteri yang menggugah rasa penasaran, fokus utama dalam anime ini justru adalah perjalanan William dalam berusaha menggapai idealismenya. Selain membutuhkan kecerdasan tinggi, anime ini juga menunjukkan berbagai pengorbanan yang dilakukan oleh para karakter. Di awal episode, penonton diperlihatkan bagaimana seorang Albert membakar rumahnya dan membunuh adiknya sendiri, demi membantu tujuan William tercapai. Bahkan karakter sampingan pun juga melakukan pengorbanan yang dapat mempengaruhi emosi penonton, seperti yang dilakukan oleh karakter Whiteley dalam episode “Kesatria London”. Mendekati episode akhir, pengorbanan yang dilakukan oleh William semakin terlihat dan mampu menciptakan adegan klimaks yang menegangkan.

Pengorbanan Albert membakar rumahnya sendiri demi tujuan William (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Karakter: Genius, Keren, dan Unik.

Hal utama yang membuat anime ini menarik adalah para karakternya. Tidak hanya dari penampilan – penampilannya yang dibuat ikemen (yang tentunya mampu mendatangkan banyak penonton wanita), namun juga dari watak dan pembawaan karakter itu sendiri. Setiap karakter dibuat cerdas dan genius, namun dengan kepribadian lainnya, membuat tiap karakter unik dan tidak ada yang sama. Setiap karakter memiliki peran dan bidangnya masing-masing dalam memamerkan kecerdasannya. Contohnya, karakter Albert yang genius dalam bidang politik, Ia selalu membantu William mengurus birokrasi yang tidak bisa Ia tembus sendiri, dan karakter James Bonde, yang genius dalam taktik pertempuran dan spionase, membuatnya dapat diandalkan dalam tugas lapangan. Ciri khas karakter ini juga melekat dalam karakter antagonisnya. Dalam cour keduanya, penonton diperkenalkan dengan karakter Charles Augustus Milverton, karakter parodi lainnya karya Arthur Conan Doyle. Charles diperkenalkan sebagai seorang genius dalam hal blackmailing, atau mengancam orang-orang dengan cara kotor, sehingga Ia bisa mengontrol keadaan sesuai keinginannya. Ciri khas para karakter inilah yang paling berkesan ketika menonton seri Moriarty the Patriot.

Tiap karakter memiliki ciri khas nya masing – masing (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Sayangnya, dengan banyaknya karakter yang diperkenalkan, membuat  interaksi antar karakter itu sendiri kurang maksimal. Hal ini mulai terjadi terutama di season keduanya, setelah banyak karakter – karakter baru yang hadir. Misalnya saja, interaksi antara William dan Louis menjadi lebih sedikit, juga karakter – karakter sampingan yang membantu William semakin jarang diperlihatkan. Hubungan antara William dan Sherlock sendiri juga masih terasa kurang, sehingga membuat adegan pertemuan terakhir keduanya menjadi kurang kuat. Namun karena pembawaan dari setiap karakter yang ada sangat menarik, kekurangan tersebut menjadi tertutupi dan tidak terlalu berefek pada pengalaman menonton keseluruhan.

Interaksi antar karakter menurun dalam season kedua (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Bumbu Aksi Mencekam

Mengusung sub tema kriminal, tentunya adegan aksi juga dapat ditemui dalam anime ini, walaupun tidak banyak. Ketika karakter William dan Sherlock ditonjolkan melalui adegan misteri penuh teka – teki, adegan aksi yang dramatis berhasil menonjolkan beberapa karakter lainnya. Misalnya saja karakter Fred yang gesit dan ahli menyamar, atau James Bonde yang mahir bela diri dan mampu melawan banyak musuh sekaligus. Beberapa adegan aksi yang disuguhkan juga cukup sadis sehingga mampu membuat penonton merinding. Contoh yang tepat adalah ketika Louis dan William membunuh para bangsawan dengan senjata tajam. Selain sadis, adegan tersebut juga kembali mengingatkan kepada penonton bahwa walaupun para karakter tersebut merupakan protagonis, mereka tetaplah orang jahatnya. Hal ini tentunya berhasil memainkan emosi penonton, membuat penonton mengalami dilema, antara ingin membela atau meringkus para protagonis. Dilema ini mengingatkan saya dengan pengalaman menonton serial anime Death Note. Pada saat itu, juga banyak penonton yang dilema ingin membela Kira atau tidak. Kekejaman yang dilakukan Kira memiliki kemiripan dengan William dan teman-temannya, yaitu memerlukan pengorbanan diri demi membuat dunia yang lebih baik (tentunya, versi mereka sendiri).

Sayangnya, terdapat satu adegan aksi yang cukup mengganggu dan terlalu dilebih-lebihkan, yaitu ketika James Bonde menendang peluru yang kemudian dipantulkan oleh tembakan Sebastian Moran untuk merusak senapan otomatis musuh. Adegan tersebut tentunya tidak masuk akal, dan hampir sangat mustahil untuk dilakukan di dunia nyata. Mengingat anime ini sangat menonjolkan logika dan kemampuan berpikir para karakternya, adegan tersebut menjadi sedikit merusak suasana menonton.

Beberapa adegan aksi mampu memberikan efek mencekam (© Ryosuke Takeuchi / Hikaru Miyoshi / Shueisha / Moriarty the Patriot Production Committee)

Ulasan berlanjut ke halaman berikutnya

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.