Wawancara dengan Promotor Hangry&Angry: Mendatangkan Laruku, Momusu, YUI itu mudah, asalkan…

0

 

Banyak dari kita sesama penggemar musik dan musisi Jepang mengidam-idamkan kedatangan artisnya di tanah air. Apalagi belakangan, di Indonesia seriiing banget ada event musik kelas dunia, musisi internasional pun berseliweran, silih berganti datang ke sini. Loh, tapi koq jarang ada musisi Jepang yang nyempil yang datang ke sini ya? Padahal event-event Jepang udah sering banget, komunitas pecinta Jejepangan pun udah tumbuh besar dan tidak malu-malu lagi seperti zaman dahulu kala.

Salahnya di mana ya? Kapan kita bisa nonton aksi Laruku di Istora, atau Yui di Sabuga? Apa karena negara kita sarang pembajakan? Karena banyak plagiator musik? Sebelum makin negative sampai-sampai benci banget sama negara sendiri, mari kita simak wawancara berikut. Kali ini narasumbernya kompeten banget loh!

Advertisement Inline

Semoga bisa menjawab pertanyaan di benak kawan-kawan sesama penggila Jejepangan..

***

Mendatangkan Laruku, Momusu, YUI itu mudah, asalkan…

Interview dengan Mr. Masahiko Ki, President Director Fillmore Far East Indonesia dan Nagaraja FMFE Nusantara.

Mr. Masahiko Ki, denger-denger Anda-lah orang di balik kedatangan Hangry&Angry-f sampai bisa konser di Indonesia?

Hangry&Angry-f akan datang untuk acara CLAS:H, 24 Juli 2011. Sebenarnya tawaran ini (untuk mendatangkan artis Jepang ke Indonesia -red) datang dari tahun lalu. Pada saat itu kami mencoba untuk mendatangkan Berryz Kobo namun gagal karena jadwal mereka sudah padat. Kemudian kami mencoba untuk mendatangkan Scandal, namun lagi-lagi jadwal mereka padat. Barulah setelah negosiasi-negosiasi pada akhirnya kami mendapat kehormatan untuk mendatangkan Hangry&Angry-f.

Mengapa Hangry&Angry-f, Mr. Ki?

Jauh sebelum hari ini, nama Hangry&Angry sudah top di kalangan fashionista internasional. Nama, atau merk ini adalah buah karya dari H.Naoto, seorang perancang busana yang amat terkenal. Selang beberapa waktu, Hangry&Angry bekerjasama dengan musisi Jepang yang adalah mantan superidol, Yoshizawa Hitomi dan Ishikawa Rika. (keduanya adalah mantan member Morning Musume -red)

Saya pikir kolaborasi ini sangat menarik, di mana imej fashion menyatu dengan musik dan musisinya. Dan ternyata, hasilnya sangat baik pula. Hangry&Angry sebagai musisi sudah sukses mengadakan konser secara internasional : Paris, Berlin dan kota-kota besar lainnya di mancanegara.

Oh ya, setelah Ishikawa Rika dan Yoshizawa Hitomi naik panggung, mereka tidak jadi dirinya sendiri loh, melainkan benar-benar transform jadi Hangry&Angry. Konsep yang menarik kan?

Mr. Ki, saat ini penggemar musik Jepang sudah banyak. Event-event Jepang pun sering diadakan, tiap minggu ada malah. Dengan antusiasme yang demikian, kenapa ya masih tidak ada artis Jepang yang datang ke Indonesia?

Ada beberapa artis Jepang ada yang sudah datang ke sini, you know. Kalian tahu Cassiopeia? (sebuah band beraliran fusion jazz, red). Indonesia sudah dikenal dengan sangat baik di dunia internasional, terutama karena adanya event Java Jazz. Namun demikian, image Indonesia sendiri di mata pelaku industry musik dunia adalah tanahnya Jazz.

Sedangkan yang kalian anak-anak muda maksud adalah musisi popular kan? L’arc en Ciel, Gazette, Morning Musume, YUI, AKB48? Terus terang, mereka belum berani datang ke sini karena satu hal : belum ada yang menjadi contoh.

Oleh karena itu, ketika Hangry&Angry-f yang merupakan artis pop datang ke Indonesia untuk mengadakan konser, mata industri musik Jepang akan tertuju ke Indonesia. Jika konser ini berhasil, mereka tidak akan malu-malu lagi untuk manggung di sini. Mereka akan tahu bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Tanpa diundang pun mereka lah yang akan menawarkan diri untuk masuk ke Indonesia.

Namun demikian juga sebaliknya, apabila konser kali ini gagal maka akan sangat sulit untuk mendatangkan artis Jepang di masa yang akan datang.

Mr. Ki, memangnya bagaimana caranya agar konser Hangry&Angry-f ini dapat dibilang sukses oleh industri musik Jepang?

Hangry&Angry akan datang pada hari Sabtu, 24 Juli, right? Sehari setelah itu, mereka akan mengadakan fanmeeting di sebuah tempat berkapasitas 100 sampai 150 orang.

Pertama tentu saja, acara fanmeeting yang mereka adakan sebaiknya harus full seat (penuh). Apalagi ini sifatnya invitation, gratis bagi siapa saja yang sudah membeli tiket CLAS:H untuk Hangry&Angry-f.

Kedua, konser mereka pada 24 Juli pun sebisa mungkin ramai. Banyak orang yang datang. Salah satu direktur Up Front (agensi tempat Yoshizawa Hitomi dan Ishikawa Rika bernaung –red) akan datang untuk memantau jalannya acara. Apabila dia puas, saya bilang ke dia, tempat ini (Indonesia) adalah tempat yang sangat potensial.

Up Front, dan banyak record label dan agensi lain di Jepang sedang berusaha untuk go international. Apabila mereka melihat penggemar artisnya banyak di Indonesia, sangat memungkinkan grup lainnya seperti C-ute, Berryz dan bahkan Momusu akan bolak-balik datang ke Indonesia. Laruku juga, apalagi saat ini mereka sedang mengadakan world tour. USA, Europe, Shanghai but no Jakarta, yes? Apabila mereka melihat fans di Indonesia sangat antusias, mereka pasti akan datang ke sini.

Konser kali inilah yang akan menjadi tolok ukurnya, sebab (konser) ini adalah contoh pertama bagi mereka semua.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kami, sebagai komunitas pecinta Jejepangan?

Saya lihat komunitas-komunitas ini sudah sangat besar, no? Dulu perusahaan kami pernah mengadakan survey tentang siapa artis luar yang ingin didatangkan. Dan kami pun kaget, L’arc en Ciel ada di posisi puncak. Kalian sangat menginginkan mereka dan artis lainnya datang kan.

Mendatangkan Laruku, Momusu, YUI itu mudah, asalkan contoh pertama ini (konser Hangry&Angry-f) berhasil.

Terima kasih Mr. Ki, atas waktunya.

Terima kasih juga, kita semua harus semangat ya!

KAORI Newsline|via wota-indo.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.