Iklan novel ringan yang dipasang di stasiun Akihabara. (Kevin W)

Di tengah menurunnya penjualan fisik, novel ringan (ライトノベル, raito noberu) di Jepang tidak luput dari tren ini. Digadang sebagai “satu-satunya genre penerbitan yang mengalami pertumbuhan”, penjualan novel ringan di Jepang mencapai 22,5 miliar yen, turun selama dua tahun berturut-turut. Namun seperti apa kondisi pasar novel ringan di Jepang saat ini?

Dalam laporan yang dirilis oleh MyNavi, tren novel ringan di Jepang akan semakin dipengaruhi kesuksesan versi webnya. Dari sepuluh novel ringan teratas yang dijual di toko buku Shoizumi, Akihabara, Tokyo pada 1 Desember 2014 sampai 30 November 2015, tujuh judul di antaranya bermula dari web novel yang ditulis di internet. Di antara itu, tiga terbesar di antaranya adalah Overlord, Dungeon ni Deai wo Motomeru noha Machigatteiru darouka (DanMachi), dan Gate. Ketiganya bermula sebagai web novel.

Didongkrak oleh penjualan anime

Novel ringan berbeda dengan susastra Jepang pada umumnya dan berbeda dari teenlit atau chicklit yang populer di Indonesia. Novel ringan adalah karya susastra yang umumnya memiliki cerita bertemakan fantas maupun romcom dan umumnya dilengkapi dengan ilustrasi bergaya manga. Dikemas dalam format A6, membaca novel ringan telah menjadi tradisi literasi yang berbeda dan hanya ada di Jepang.

Advertisement Inline

Tamura, pegawai di toko buku Shoizumi, menuturkan keheranannya akan penjualan novel ringan di Jepang. Meskipun tokonya telah memperluas lapak khusus novel ringan sampai 50 persen, ia masih kesulitan mengantisipasi banyaknya judul dan stok yang berdatangan. Bahkan novel ringan telah memakan tempat sebanyak seperempat area tokonya.

Ia mencontohkan bagaimana pembeli novel ringan Overlord yang memborong seluruh volume novel ringan dari nomor awal sampai akhir karena takut kehabisan. Begitu pula penjualan novel DanMachi yang meningkat tajam saat animenya sedang tayang.

“Penjualan yang mengherankan”

Faktor lain yang tidak ditemui dalam penjualan susastra biasapun kembali mengherankan Tamura: Mahouka Koukou no Rettousei, novel ringan terlaris keempat di toko Shoizumi, rupanya tetap memiliki penggemar meski animenya telah berakhir satu tahun yang lalu. Ketika karakter Tatsuya Shiba dan Miyuki Shiba “bertunangan”, penjualan novelnya tiba-tiba kembali meningkat.

“Ketika novelnya laris karena adaptasi anime, wajar-wajar saja. Tapi umumnya pada karya-karya mainstream, penjualan yang meningkat karena perkembangan plot dalam novel seperti ini (kasus Mahouka) tidak pernah terlihat sebelumnya,” ujar Tamura.

Resep Kesuksesan Web Novel

Menurut Tamura, ada beberapa hal penting yang memengaruhi kesuksesan web novel sampai bisa menjadi novel ringan. Di antaranya, rajin dan konsisten dalam menulis.

“Kalau bisa, setahun rilis tiga kali. Semakin lambat novelnya ditulis, kepopulerannya semakin menurun,” ujar Tamura.

Dalam adaptasi novel ringan, akan ada banyak proses yang dilewati sehingga menjadikannya berbeda dari web novel asal dan menjadi layak dibaca kembali, seperti menambahkan ilustrasi yang menarik, memperbaiki penulisan agar mudah dibaca, dan kemudian menjualnya. Ia melihat web novel sebagai bentuk “testing the water“, menguji kepopuleran karya tersebut sebelum naik cetak. Pada saat yang bersamaan, fanbase karya tersebut dibangun dan dipastikan apakah ada orang yang menyukainya dan mau membelinya setelah novel tersebut dicetak.

KAORI Nusantara

1 KOMENTAR

  1. Sword Art Online (SAO), Log Horizon (LH), Mahouka Koukou no Rettousei (MKnR) juga Web Novel (WN) yg diangkat jadi Light Novel (LN), dan menurut saya punya kelebihan dibanding beberapa novel lain.

    Seperti dikutip dari volume 1 MKnR, WN punya kelebihan dalam hal membangun storyline dan setting. MKnR punya kelebihan dalam hal setting yang masif dan detail. Walau memang secara pace cukup lambat, tapi bagi penggemar WN nya hal inilah (yang menurut saya) cukup ditunggu-tunggu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.