BAGIKAN

Setelah sebelumnya kontroversi bergelut dengan rencana pelarangan konten "lolicon", Partai Demokrat (bukan SBY) Jepang akan mengusulkan penghentian pelarangan konten ini.

Dalam rencana amandemen ini, tidak akan lagi disebutkan secara jelas "pornografi anak" ataupaun hal berkaitan dengan 2D lainnya. Termasuk dalam amandemen ini, yakni pengubahan "sejumlah kata-kata yang berpotensi menimbulkan multitafsir".

Advertisement Inline

Adapun hal ini, berkaitan dengan tuduhan UNICEF bahwa Jepang adalah pembuat pornografi anak terbesar di dunia. Sebelumnya, lembaga ini telah mengajukan pelarangan lolicon, yang juga termasuk dalam kampanye anti pornografi anak.

Sebelumnya, Inggris (UK Parliament) telah mengesahkan UU senada anti-lolikon. Westminster melalui perdebatan panjang, akhirnya memutuskan bahwa "anak-anak virtual" pun harus dilindungi, termasuk "gambar imajiner yang mendeskripsikan anak di bawah umur."

Via Sankaku | BBC | KAORI Newsline


Lolicon adalah masalah pelik. Namun, hal ini tidak akan semakin pelik, bila saja ada kesepakatan apakah lolicon termasuk dalam pelarangan atau tidak.

Lebih lanjut mengenai ini, akan diulas dalam Opini dalam waktu dekat.

 

4 KOMENTAR

  1. gak ngaruh….

    Sekalipun udah gak berlaku, tetep aja nantinya bakal ad pihak yg menyuarakan loli ban…..

  2. 50 : 50 susah dinilainya secara obyektif.
    Karakter loli memang menjiplak face dan tubuh anak2 secara mutlak, tapi kalau tidak beradegan mesum masa dilarang juga?
    Kadang bingung yg mereka larang itu lolinya apa mesumnya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.