BAGIKAN

*Artikel ini merupakan kesan awal dari membaca komik satuan jilid pertama, tidak dimaksudkan sebagai penilaian pada keseluruhan seri komiknya.

Bagi Kaorin yang pernah menonton ANTV atau Animax beberapa tahun silam, mungkin masih ingat dengan kartun berjudul Kekkaishi yang ditayangkan di sana. Serial kartun tentang dua remaja pembasmi siluman itu diangkat dari komik karya Yellow Tanabe yang aslinya dimuat di majalah Weekly Shōnen Sunday (Shogakukan). Di Indonesia, komik itu diserialisasikan dalam majalah Shonen Star, selain juga terbit komik satuannya (tankōbon) dari penerbit Elex Media Komputindo hingga volume terakhirnya (volume 35) tahun lalu. Setelah menyelesaikan Kekkaishi, Tanabe-sensei kini memiliki karya baru di Sunday yang berjudul Birdmen. Komik inilah yang buku satuannya mulai diterbitkan oleh Elex Media Komputindo di awal bulan ini.

Sampul komik Birdmen Vol. 1 terbitan Elex Media
Sampul komik Birdmen Vol. 1 terbitan Elex Media

Birdmen berkisah tentang empat orang remaja biasa; Eishi Karasuma, Mikisada Kamoda, Rei Sagisawa, dan Tsubame Umino. Hidup mereka berubah setelah mengalami suatu kecelakaan yang melibatkan mereka dalam misteri manusia burung. Dalam menyajikan cerita ini, Birdmen tidak langsung memberikan gambaran utuh mengenai plotnya secara gamblang di bab-bab pembukaan. Penuturan yang dipilih untuk Birdmen adalah menyajikan plotnya sebagai misteri yang terbuka sedikit demi sedikit. Bahkan sampai akhir buku pertama, Karasuma dan kawan-kawan masih belum mendapat penjelasan lengkap mengenai kekuatan manusia burung. Misteri ini perlu diikuti dengan sabar seiring dengan berjalannya cerita.

Birdmen rumor

Di sisi lain, karakter menjadi faktor yang penting dalam narasi Birdmen. Hal itu dapat dilihat, misalnya, dari bagaimana dua bab pertama komik ini lebih banyak menampilkan kehidupan dan sifat-sifat tokoh utamanya, khususnya dari sudut pandang Karasuma. Sementara misteri manusia burung di dua bab pertama itu masih menjadi rumor tidak jelas yang belum berhubungan langsung dengan tokoh-tokoh utamanya, walaupun memang menjadi alasan yang mempertemukan mereka. Dalam komik ini, pembaca diajak untuk mengenal akrab karakter-karakternya terlebih dahulu, sebelum mulai menjelajahi misteri yang mereka alami kemudian.

Birdmen Karasuma 1

Dengan fokus yang kuat pada karakter, menelaah penggambaran karakter dalam komik ini menjadi hal yang menarik. Karasuma sebagai tokoh utama berbeda dari tokoh utama komik shōnen biasanya. Jika biasanya tokoh utama adalah pemuda baik hati, suka menolong, optimis, dan giat berusaha untuk menjadi lebih baik (ambillah contoh Yoshimori dari Kekkaishi atau Izuku dari My Hero Academia yang saat ini sedang tayang); Karasuma memiliki pandangan yang pesimis, menghujat nilai-nilai pergaulan yang lazim di antara anak sekolahan sebayanya, serta tidak yakin mengenai apa yang diinginkannya dari hidup.

Birdmen Karasuma 2

Namun ada kontradiksi yang dapat dicermati antara pandangan dengan perilaku Karasuma. Biarpun dia memandang rendah pergaulan orang lain, namun sesekali ia masih mengharap bisa bergaul dengan cewek atau diperhatikan oleh teman sekelas, seperti orang-orang yang dihinanya. Dalam kondisi sebagai seseorang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan pergaulan anak sekolah umumnya, Karasuma mengalami kompleks di mana ia membenci namun sebenarnya juga sekaligus ingin menjadi bagian dari pergaulan yang sulit dimasukinya itu.

Birdmen Karasuma 3

Sifat Karasuma juga dikontraskan dengan karakter-karakter lainnya. Ada Kamoda sebagai teman dekat Karasuma yang penampilannya sangar dan sering berkelahi, namun sebenarnya baik hati dan ramah. Ada Sagisawa yang ganteng dan hidup mewah, namun sepertinya menyimpan sisi lain di baliknya. Dan ada Tsubame, cewek teman Sagisawa yang ceria dan supel, yang kekakrabannya sering membuat Karasuma salah tingkah karena berbeda dari pandangannya mengenai cewek sebagai makhluk yang asing, jauh, dan sulit didekati. Perpaduan karakter-karakter ini mampu menghasilkan interaksi yang hidup, diiringi dengan komedi yang sesuai. Selain itu, celah-celah pada karakternya juga membuka potensi bagi pengembangan karakter ke depannya.

Di awal, cerita Birdmen mungkin terkesan tidak jelas dan membingungkan. Namun jika diperhatikan karakteristik ceritanya, maka yang diperlukan pembaca adalah kesabaran untuk mengikuti terbukanya misteri secara bertahap-tahap, serta kemauan untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan karakter-karakternya. Mengingat seri Kekkaishi bisa menghadirkan cerita dengan karakterisasi dan pengembangan karakter yang memikat sambil tetap menyajikan misteri dan konspirasi yang kompleks, harapannya Birdmen mampu menghadirkan kualitas yang sama walaupun dengan cerita, karakter, dan nuansa yang berbeda. Sebagai tambahan, buku pertama dari komik Birdmen yang diterbitkan oleh Elex Media ini tetap menyertakan kumpulan desain karakter dari Yellow Tanabe. Hal ini dapat menjadi nilai tambah untuk membeli bukunya agar bisa mengapresiasi detail-detail yang dibuat Tanabe-sensei pada karakter-karakternya.

KAORI Newsline | oleh Halimun Muhammad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.