Serba-Serbi Popcon Asia 2016

0

bumilangit

Bumi Langit Studio, mempertahankan kepopuleran karya seni lokal Indonesia.

Karakter superhero yang populer di tahun 1970an Gundala, akan kembali diangkat ke layar lebar oleh Mahaka Pictures bekerjasama dengan BumiLangit Studio dan Brown Entertainment. Film tersebut nantinya akan dibuat di bawah arahan sutradara Hanung Bramantyo. Sebelumnya, Bumi langit studio sendiri telah menghadirkan komik Gundala selama bertahun-tahun. “Minat beli dan penjualan komik Gundala setiap tahunnya selalu meningkat, ini juga yang membuat kami bersemangat untuk terus mempertahankan karya lokal Indonesia,” ujar Andy Wijaya, Creative Director Bumi langit.

Untuk mengenalkan tokoh Gundala sendiri, Andy dengan timnya selalu meghadiri acara pameran seperti yang ia lakukan di Popcon Asia 2016. Ini adalah tahun keempat Bumi Langit hadir di Popcon. Menurutnya, acara ini sangat membantu dalam mempertahankan kepopularitasan komik Gundala dan sekaligus mengenalkannya pada generasi-generasi muda bahwa Indonesia memiliki beragam komik lokal yang tak kalah menarik dan dapat bersaing di kancah dunia. “Menciptakan karakter itu tidak mudah, tapi mempopulerkan karakter tersebutpun jauh lebih sulit. Sehingga harapannya, semoga generasi-generasi selanjutnya bisa menciptakan karakter baru dan dapat mempopulerkannya.”

Advertisement Inline

Ia juga mengungkapkan harapannya terhadap industry kreatif di Indonesia agar terus berkembang, karena tak lain industry ini juga yang memberikan pemasukan besar bagi Negara.

IMG_4327

Vidi Aldiano meriahkan panggung Popcon 2016! – Peran Anak Muda dalam Perkembangan Industri Kreatif.

Diantara banyak industri dan bisnis yang perlu diperhitungkan saat ini adalah industri ekonomi kreatif. Kini Industri kreatif tidak bisa lagi disepelekan, karena sudah terbukti eksis dan menguntungkan. Kreatifitas mengandung kekuatan imajinasi yang tak terbatas. Industri ini sangat potensial bagi perkembangan negeri ini. Sehingga banyak kalangan anak muda yang berlomba-lomba untuk terjun kedalam dunia industry kreatif, begitu juga dengan penyanyi yang meroket saat membawakan lagu ”Nuansa Bening” (2008) Vidi Aldiano. Vidi dianggap bisa menjadi wakil anak muda untuk bisa memacu berkembangnya industri kreatif Tanah Air.

Pria lulusan Universitas Pelita Harapan, University of Manchester, dan Berklee College of Music ini membentuk label rekaman sendiri, membuat clothing line atas namanya, dan restoran. Untuk semua usaha itu, Vidi menyebut diri sebagai creativepreneur.

Tidak setiap orang bisa menemukan passion dan apa yang diinginkan dengan mudah, terlebih di usia muda, terlebih bukanlah hal yang mudah dalam manajemen waktu antara menjadi penyanyi sekaligus entrepreneur. Bagi Vidi, apa yang dibutuhkan oleh seorang yang terjun di dunia kreatif adalah rasa cinta atas hal yang digeluti. Ia yakin, hal yang dikerjakan dengan hati pasti akan jadi sebuah karya yang baik.

Pada pagelaran Popcon, untuk pertama kalinya Vidi memperlihatkan cover album hasil pemenang dari challage yang ia adakan dengan berkolaborasi bersama kreavi, bernama Wili. Sebelumnya, Vidi mengajak para desainer grafis Indonesia untuk berkolaborasi dan berkarya dalam menampilkan berbagai ciri khas dari karakternya menjadi sebuah desain cover album. Karya yang terpillih akan digunakan menjadi cover album official dari album ketiganya yang berjudul “PERSONA.”

Terakhir, Vidi menyanyikan lagu terbarunya secara langsung untuk pertama kali di panggung utama Popcon Asia 2016 dengan judulnya, “Hingga Nanti.”

851426429_19494_15478186835471317730

Dominasi Kreator Wanita di Popcon Asia 2016.

Jakarta, 13 Agustus 2016 – Ada hal yang menarik di konvensi budaya pop tahunan terbesar di Asia, Popcon. Deretan booth dengan kreator wanita terlihat mendominasi dengan beragam macam kreatifitas yang disajikan. Beragam bisnis industri kreatif menghasilkan peluang baru bagi para wanita untuk mengambil bagian di dalamnya.

Salah satu kreator wanita yang ikut memeriahkan dan tak pernah absen dalam pagelaran Popcon Asia selama 5 tahun berturut-turut ialah Alti Firmansyah. Dapat bekerja sebagai ilustrator di perusahaan sebesar Marvel Comics, pencipta komik superhero-superhero terbesar di dunia, pastinya menjadi mimpi besar banyak orang. Alti berdomisili di Jakarta dan bertanggung jawab atas departemen visual serial Star-Lord and Kitty Pryde yang diterbitkan oleh Marvel Comics.

Dirinya ikut memeriahkan acara Popcon Asia dan ikut menyemangati kreator wanita lainnya untuk lebih percaya diri dalam industri kreatif, “Melakukan apa yang kamu suka, dan menjadi yang terbaik agar orang lain dapat menghargai karya kita,” adalah pesan Alti.

Bukan hanya Alti, banyak juga kreator wanita lainnya yang ikut berpartisipasi, seperti Leoren, ilustrator asal Surabaya yang sengaja hadir untuk acara Popcon di Jakarta. Ini merupakan kali kedua ia menghadiri Popcon, menurutnya, “Popcon Asia sangat membantu kreator untuk mengenalkan karyanya pada masyarakat lebih luas.”

Selain itu ada juga kolaborasi antara, Cindy W, Kairi dan Sherina yang  untuk pertama kalinya memberanikan diri untuk tampil dan memamerkan karya-karyanya di Popcon Asia. Kairi mengatakan, “Saya dari tahun sebelumnya memang sudah sangat tertarik untuk bisa bergabung dan tampil di Popcon Asia, Jakarta. Dengan adanya pagelaran ini sangat memberikan pengalaman yang berharga, bisa menambah jaringan dan mengenal kreatif industri di Asia lebih banyak lagi.”

Ketiganya berharap agar kreator wanita bisa lebih mengeskpos dirinya sendiri untuk perkembangan yang lebih baik.

851426879_23861_2051248165098292216

Stro World Entertaiment merilis empat film dalam genre yang berbeda di Popcon 2016

Jakarta, 13 Agustus 2016 – Stro World Entertaiment Holding kembali menghadirkan karya-karya terbaik melalui rumah produksi yang dinaunginya. Skylar Pictures, Aletta Pictures dan SAS Films. Pada hari ini Stro World Entertaiment Holding menghadiri acara Popcon 2016 untuk melakukan siaran persnya.

Salah satu film terbaru yang dirilis Skylar Pictures, Valentine, menjadi bukti bahwa Indonesia sebenarnya sanggup menggarap film bertemakan superhero. Mengankat tentang perjuangan superheroine asli Indonesia, Valentine, dalam memerangi kejahatan di Batavia City. Rencananya film yang dibintangi oleh Estelle Linden, Arie Dagienkz dan bintang-bintang berpengalaman lainnya akan tayang di seluruh bioskop Indonesia Desember 2016.

Sementara itu, Surat Untukmu, yang akan mulai tayang 25 Agustus 2016 ini, dirilis oleh Aletta Pictures dan merupakan karya sutradara Harris Nizam yang pernah sukses melalui Surat Kecil Untuk Tuhan. Film yang dibintangi Prilly Latuconsina dan Tyo Pakusadewo ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Gendis yang tinggal di dataran tinggi Dieng dalam memecahkan teka-teki terbesar dihidupnya.

Prilly Latuconsina yang saat itu ikut hadir dalam siaran pers mengaku sangat tertarik untuk bergabung di Film Surat Untukmu, “Dalam film ini, saya bahkan rela untuk ikut antri casting karena sangat tertarik dengan latar belakang ‘Gendis’ yang berbeda dan merasa tertantang untuk membuktikan khualitas acting saya.” Ungkap Prilly. Ia juga mengatakan rela menurunkan berat badannya serta menghitamkan kulitnya begitu terpilih memerankan pemeran utama, Gendis.

Selain kedua film tersebut, SAS Film juga mempersembahkan 2 buah film dengan genre yang berbeda. Rumah Malaikat karya Billy Christian yang bertemakan psychological horror dan sebuah film komedi karya Estelle Linden, BFF ( Best Friend Forever ).

Melalui karya yang berbeda-beda genre, Stro World berharap dapat ikut serta memajukan dunia perfilman Indonesia yang saat ini sudah mulai berani menampilkan ide-ide baru dan lepas dari strategi gaya pencitraan.

how_i_sent_my_hug_F-640x384

How I Sent My Hug Around the World” Kolaborasi Konten creator asal du negara America dan Indonesia.

Penulis berbagai genre Donna Conrad pernah mendapatkan nominasi Pushcart Prize dan menjadi finalis untuk Andre Dubus Award untuk Short Fiction dan Concordia SLS Literary Prize. Genre buku anak pertama yang ditulisanya “SEE YOU SOON MOON” juga telah mendapatkan “Best Children’s Books of The Year” dari Barnes & Noble. Donna Conrad kini bekerjasama dengan illustrator muda handal dan ternama asal Bali, Indonesia, Monez Gusmang dalam mengerjakan buku anak berjudul “HOW I SENT MY HUG AROUND THE WORLD”.

Dengan gaya bertutur yang penuh rima juga ditemani illustrasi Monez yang penuh warna buku ini bercerita bagaimana sebuah pelukan sederhana seorang anak gadis dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Buku ini pun menunjukan bukti bahwa jarak dan perbedaaan budaya tidak menghalangi proses penuh kolaborasi. Donna dan Monez akan hadir di Popcon Asia 2016 diwadahi oleh penerbit baru bernama Pibo. Pibo merupakan penerbit khusus untuk buku anak bergambar.

IMG_4494

Pengunjung segala usia ramaikan Popcon Asia 2016.

Popcon Asia 2016 resmi dibuka. Sejumlah pengunjung ramai datang memenuhi Asembly hall Jakarta Convention Center, Senayan. Bukan hanya kaum muda, banyak juga pengunjung yang didominasi oleh orang tua yang sengaja datang untuk melihat kemeriahan pagelaran industry kreatif terbesar di Asia tahun ini.

Salah seorang pengunjung bernama Dika, contohnya. Ia membawa anak dan istrinya untuk menikmati hiburan yang hanya ada satu tahun sekali ini, “Saya ke Popcon setiap tahun, jadi ini tahun kelima saya. Dan sengaja datang bareng keluarga karena makin kesini, acara di Popcon tambah rame, banyak games, banyak kreator lokal juga,” ungkap Dika. Selain itu, dirinya yang merupakan kolektor komik lokal juga sangat mengharapkan agar konten lokal lebih di perbanyak lagi.

Bukan hanya Dika, banyak juga orang tua yang membawa anaknya untuk melihat bagaimana industry kreatif di Indonesia yang sedang berkembang dan mengalami peningkatan. Tak jarang banyak orang tua yang membelikan berbagai macam jenis kerajinan tangan, ilustrasi, dan yang lainnya.

Fadil ( 14 tahun ) bersama dengan lima temannya juga datang ke Popcon Asia 2016 untuk pertama kalinya, “Kita tahu Popcon dari media sosial, dari Facebook juga Instagram. Karena penasaran dan katanya banyak diskon untuk komik jadi kita rame-rame dateng kesini,” jelasnya mewakili teman-temannya.

Pengalaman pertamanya ini menurutnya sangat menyenangkan, karena banyak acara-acara dan juga beberapa pameran yang membuatnya untuk tidak bosan berlama-lama di dalam.

Selain kreator film, animasi, games, komik, dan musik, tahun ini Popcon Asia juga turut mendatangkan kreator street art. Menggandeng Korean Cultural Center Indonesia, Park Taejoon, Webtoon Comic Artist, juga kolaborasi dengan Dhado Wacky, Street Artist Indonesia. Institut Francis d’Indonesie membawa Normaal Studio (studio yang memproduksi series Peanut), NewSide Studio, dan Director Chelebourg untuk mempresentasikan hasil inovasi karya virtual reality dan masih banyak acara menarik lainnya.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari sudut pandang pihak pemberi siaran pers dan tidak ada hubungan dengan kebijakan editorial KAORI Nusantara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.