BAGIKAN
Lokomotif listrik tipe ED40, ED403 milik Gakunan Electric Railway (Wikipedia / Chabata K)
Lokomotif listrik tipe ED40, ED403 milik Gakunan Electric Railway (Wikipedia / Chabata K)

Gakunan Electric Railway (Gakunan), sebuah operator kereta api (KA) lokal di Prefektur Shizuoka, Jepang kini tengah mencari calon pembeli yang tertarik untuk membeli salah satu lokomotif listrik tuanya yang sudah tak terpakai lagi yaitu tipe ED40 dengan nomor lambung ED403. Walau sudah tak terpakai lagi, kondisi lokomotif ini masih terlihat fresh karena dipreservasi oleh Gakunan.

Lokomotif buatan Nippon Sharyo Ltd tahun 1966 ini memiliki spesifikasi panjang 11 m, berat total 40 ton dan menggunakan konfigurasi bogie Bo-Bo. Pada tahun 1971 silam, lokomotif ini akhirnya diboyong oleh Gakunan dari sebuah perusahaan bernama Alpico Kōtsū Co., Ltd. yang merupakan bagian dari Alpico Group yang berbasis di Prefektur Nagano.

Lokomotif listrik ED403

Pada zamannya, lokomotif listrik ED403 ini digunakan oleh Gakunan sebagai penarik KA Barang yang mengangkut material dari dan menuju pabrik pengolahan kertas, namun pada Maret 2012 lalu layanan KA Barang ini akhirnya dihentikan. Dan akhirnya pada tahun 2015, lokomotif ini dipensiunkan oleh Gakunan dengan alasan susahnya memodifikasi lokomotif listrik ini untuk keperluan lain.

Advertisement Inline

Penjualan lokomotif ED403 oleh Gakunan ini sebenarnya menarik minat dari berbagai pihak mulai dari perusahaan hingga pihak individu menurut keterangan dari pihak Gakunan. Namun, ada sebuah “ganjalan” yang membuat para peminat lokomotif listrik tua ini sedikit berpikir yaitu pembeli lokomotif listrik ini harus membayar biaya pengiriman mesin yang akan memakan biaya beberapa juta Yen. Walau begitu, Gakunan mempersilahkan para peminat untuk menegosiasi harga dari lokomotif tersebut.

“Kami ingin menjual lokomotif ini kepada siapapun yang akan merawat dan melestarikannya,” ujar pihak Gakunan seperti yang dilansir dari Japan Times.

Sempat terlintas sebuah niat oleh pihak Gakunan untuk menjual lokomotif ini kepada tukang loak alias scrapyard, namun akhirnya pihak Gakunan sendiri mengabaikan niat tersebut karena mengingat begitu besarnya jasa lokomotif ini terhadap perusahaan operator KA tersebut.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.