BAGIKAN
© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Awas: Ulasan ini mengandung spoiler

Episode Ini …

Ozen dan muridnya, Marluk, menyambut Riko dan Reg di Seeker’s Camp. Namun, malam menguak misteri makhluk misterius di dalam Seeker’s Camp. Ozen pun menyimpan rahasia besar mengenai Abyss dan Lyza. Akankah rahasia-rahasia itu mengkandaskan tekad Riko?

Huru-Hara di Seeker’s Camp

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Banyak hal yang terjadi di episode 6 ini. Mulai dari kemunculan monster misterius, kemungkinan Lyza sudah mati, tujuan Ozen yang sebenarnya, sampai objek yang mirip kaca di akhir episode. Oh, juga apakah Marluk sebenarnya laki-laki atau perempuan. Episode kali ini memang terdapat paling banyak misteri yang terkesan membebankan terlalu banyak informasi pada penonton. Tidak sepenuhnya benar. Beberapa misteri dan plot twist disajikan dengan rapi. Hanya sedikit informasi relevan disajikan pada penonton, sehingga episode enam ini terhindar dari info-dumping yang membingungkan. Penonton bebas berspekulasi dan, yang terpenting, tetap menghadirkan cliffhanger di akhir episode. Jika hanya hal-hal tersebut, episode ini sudah berada di atas angin. Sayangnya, banyaknya misteri dan cliffhanger juga memiliki kekurangannya: kurang fokus.

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Tetapi, pertama-tama, harus diakui sekali lagi bahwa eksposisi world-building di serial ini begitu rapi dan koheren. Penonton mulai mengetahui bagaimana Seeker’s Camp dibangun dari obrolan Marulk yang mengantar Riko dan Reg berkeliling Camp. Eksposisinya tidak hanya terkesan natural, namun juga menyatu dengan adegan. Perhatikan reaksi Riko dan Reg. Reg dengan penuh ingin tahu dan tenang benar-benar memperhatikan penjelasan Marulk. Sementara Riko menarik diri dari pembicaraan dan justru terlihat muram setelah Ozen mengomeli dirinya. Walaupun ia adalah seorang cave rider, tapi Riko juga seorang perempuan.

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Batu sandungan episode ini, sayangnya, adalah kurangnya fokus cerita. Banyaknya misteri dan cliffhanger membuat kohesi cerita episode enam ini berceceran. Tidak memusingkan, tapi fokusnya hilang. Tidak jelas. Sulit untuk menentukan secara pasti fokus episode ini. Berbeda dengan episode-episode sebelumnya yang memiliki fokus, semacam memiliki tema yang jelas dan berbeda dari episode-episode yang lain. Bukannya cliffhanger yang ber-jubel itu tidak menarik, karena memang menarik dan membuat penonton menunggu penjelasannya di episode mendatang. Hanya saja, dengan tidak adanya fokus, cliffhanger di episode ini terasa hambar tanpa gejolak emosional yang berarti. Sekedar umpan yang dibuat terburu-buru. Walaupun begitu, setidaknya ada satu cliffhanger yang memiliki potensi untuk mengubah dinamika cerita Abyss, yaitu pernyataan Ozen kalau Lyza sebenarnya sudah mati.

Sejauh, episode enam kali ini menjadi kerikil sandungan untuk serial Abyss. Akan tergantung dengan episode-episode setelahnya untuk memoles cliffhanger yang berjubel di episode keenam ini agar memiliki arti.

KAORI Newsline