BAGIKAN
TJ-401 di halte Harmoni Central Busway, melayani koridor 8A Juanda - Grogol 2. (KAORI Nusantara / Kevin W)

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai penyedia sekaligus operator di layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta direncanakan terus menambah jumlah armada busnya. Pasalnya, jumlah bus yang ada saat ini dianggap masih kurang dari jumlah ideal.

Transjakarta, saat ini mengoperasikan kurang lebih sebanyak 1.591 bus. Bus tersebut terdiri dari 413 bus swakelola milik sendiri dan 1.178 bus milik operator mitra Transjakarta. Dari total tersebut, bus yang beroperasi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya bus tunggal (Single Bus), bus gandeng (Articulated Bus), bus ”Maxi” serta termasuk di dalamnya bus berukuran sedang milik operator Koperasi Angkutan Jakarta (KOPAJA), sebanyak 309 unit.

Untuk bus tunggal yang dikaryakan melayani rute BRT dan non-BRT, Transjakarta menggunakan bus Hino RK8 R260, Hino RK1 JSNL, Mercedes Benz OH 1526 dan Mercedes Benz OH 1626 untuk armada reguler serta Hino RG dan Mercedes Benz OH 1521 milik operator PT Bianglala Metropolitan (Bianglala) sebagai Armada Malam Hari (AMARI) dan Armada Dini Hari (ANDINI). Untuk bus gandeng yang ditemui di rute BRT menggunakan bus Scania K320IA, Scania K340IA, Yutong ZK6180HGC, Zhongtong LCK6180GC, Inobus ATC-320 dan AAI Komodo. Sedangkan untuk bus ”Maxi” menggunakan bus Scania K310IB 6×2 dan Mercedes Benz OC500RF 2542.

Armada bus kota berlantai rendah (Low-Deck) milik Transjakarta | Foto: Tommy Godfried Cahyo

Operator-operator bus mitra yang ikut dalam layanan BRT Transjakarta, selain Transjakarta sendiri yaitu Perum DAMRI, Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), PT Mayasari Bakti, PT Eka Sari Lorena (Lorena) dan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja). Keenam operator tersebut menjadi operator layanan Transjakarta pada jam reguler yang dimulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Saat memasuki jam layanan malam hari hingga dini hari, turut hadir PT Bianglala Metropolitan bersama PT Transjakarta dan Kopaja menjadi operator yang beroperasi sebagai AMARI yang dimulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

Bahkan dengan jumlah bus sebanyak itu, layanan Transjakarta untuk saat ini dianggap masih belum maksimal. BUMD Provinsi DKI Jakarta tersebut melayani kurang lebih sebanyak 450.000 penumpang setiap harinya, pada triwulan pertama di tahun 2017. Jumlah ini diharapkan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Demi mewujudkan target penambahan jumlah penumpang, Transjakarta telah memesan 810 bus baru. Transjakarta sendiri telah memesan 539 bus yang terdiri dari 39 bus tunggal Mercedes Benz OH 1626, 300 bus berlantai rendah (Low-Deck) untuk layanan Metro Trans yang ramah disabilitas, 100 bus untuk layanan premium Royal Trans serta 100 bus untuk layanan Mini Trans. Sedangkan sisanya telah dipesan oleh operator Transjakarta sebanyak 168 bus  berukuran ‘Maxi’ dan 103 bus tunggal.

Untuk bus berlantai rendah sebagai layanan Metro Trans, Transjakarta akan menggunakan bus Scania K250UB dan Mercedes Benz 0500U 1726 dibantu karoseri Laksana dan Nusantara Gemilang sebagai pembuat badan bus. Kelebihan dari bus tersebut yaitu memiliki dek rendah yang sejajar dengan tinggi trotoar dengan tambahan ramp yang memudahkan pengguna kursi roda untuk masuk ke bus. Selain itu, bus dapat dibuat sedikit miring ke kiri saat naik-turun penumpang sehingga mempermudah penumpang untuk masuk. Tidak ketinggalan juga ketinggian dek bus juga dapat diubah karena menggunakan suspensi udara.

Bus Transjakarta untuk layanan Royal Trans | Sumber: New Armada Official (Facebook)

Untuk layanan premium Royal Trans, Transjakarta menggunakan bus Mercedes Benz OF 917 dengan karoseri New Armada sebagai pembuat badan bus. Layanan Royal Trans ini nantinya akan menjangkau perumahan-perumahan sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Bus berkapasitas 50 orang tersebut memiliki fasilitas kursi yang sangat nyaman serta stopkontak.

Untuk layanan Mini Trans akan menggunakan bus Mitsubishi Canter FE 84G BC. Badan bus dibuat oleh karoseri New Armada. Layanan Mini Trans merupakan bentuk revitalisasi armada Metro Mini yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Untuk layanan Mini Trans ini memiliki operator tersendiri yaitu Trans Swadaya.

Bus SHD tipe Evolander dan bus pengganti Metro Mini dengan karoseri New Armada | Foto: Fasubkhanali

Untuk pembelian bus oleh operator lain, Mayasari Bakti menjadi operator yang kini paling rajin menabah armada bus Transjakarta. Selain itu, penambahan armada bus juga dilakukan oleh operator baru Transjakarta yaitu PT Steady Safe (SS). Perusahaan bus yang juga telah lama menghiasi transportasi ibukota ini telah mengumumkan pembelian 128 bus berukuran ‘Maxi’. Bus pesanan Steady Safe ini menggunakan bus Volvo B11R. Karoseri Laksana menjadi karoseri yang akan mengerjakan pembuatan badan bus. Seperti apa pelaksanaannya? Mari kita nantikan bersama hingga tahun 2018 mendatang.

Cemplus Newsline by KAORI