Wawancara Dengan Ustadz Kirito: Berdakwah Dengan Anime

0

Bagaimana tanggapan dari orang-orang yang menyaksikan post dari Ustadz Kirito, baik itu dari teman-teman sekitar dan dari warganet yang mengikuti fanspage ini?

Pro-kontra pasti ada. Terutama di awal terbentuknya fanspage ini. Banyak yang suka, tapi banyak pula yang menentang. Itu wajar. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, semakin banyak tanggapan positif dari warganet. Teman sekitar saya juga menanggapi positif.

Apa yang Anda inginkan untuk Ustadz Kirito ke depannya? Apakah hanya sebatas fanspage saja atau ada keinginan untuk berkembang ke bentuk lain?

Untuk saat ini saya belum berencana untuk berkembang ke bentuk lain. Baru fanspage di Facebook saja. Ada sih akun Instagram dan beberapa akun medsos lain mengatasnamakan Ustadz Kirito yang kontennya mengambil dari fanspage  Ustadz Kirito. Silakan, saya tidak keberatan. Tapi yang saya kelola hanya fanspage ini.

Apakah ada keinginan untuk membuat Ustadz Kirito melakukan kegiatan offline? Seperti acara kumpul dengan pembaca-pembaca fanspage, pergi ke suatu event, atau sejenisnya?

Belum ada. Untuk saat ini masih fokus di alam gaib dunia maya.

Advertisement Inline

Terakhir, tolong berikan kepada kami beberapa nasihat, terkait dengan harapan Anda kepada pembaca-pembaca Ustadz Kirito.

Pertama, saya ingin mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Percuma kita pintar, sekolah tinggi-tinggi, banyak gelar tapi ujung-ujungnya ilmu yang kita punya itu hanya untuk mengenyangkan perut sendiri. Percuma kita kaya tapi kekayaan kita tidak ada manfaatnya sama sekali bagi orang lain. Percuma badan kita kuat kalau kekuatan kita tidak digunakan untuk membantu orang lain. Oleh karena itu, marilah kita kerahkan apa yang kita miliki untuk melakukan hal hal yang bermanfaat bagi orang banyak dengan dilandasi niat ibadah.

Kedua, berkaryalah atau raihlah prestasi yang kelak bisa kita banggakan di hadapan anak cucu kita. Beramallah dengan amal baik yang kelak bisa kita bawa ke hadapan Allah SWT.

Ketiga, kalau generasi muda sudah rusak, kehancuran negara ini sudah tidak lama lagi. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus bangkit. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya terutama ilmu agama, tapi jangan lupa ilmu lainnya. Handphone di tangan kita itu bukan untuk mem-bully orang, bukan buat menebar hoaks, bukan buat debat tidak jelas, apalagi membagikan tautan JAV. Handphone di tangan kita itu adalah senjata kesayangan yang kita gunakan untuk berdakwah dengan kelembutan, menebar ilmu yang mencerahkan, dan melawan berbagai kemunkaran.

Keempat, di manapun kita berada, kita bertanggung jawab atas kualitas keislaman di tempat itu. Apalagi jika kita memiliki kekuatan di situ. Misalnya kamu adalah operator warnet, kamu harus blokir situs porno di warnetmu, jangan biarkan ada yang bermain gim sambil berkata jorok, jangan biarkan anak berseragam sekolah main ke warnetmu di jam sekolah, ingatkan pengunjung untuk shalat.

Semua orang wajib mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Semakin banyak orang yang memiliki jiwa pendakwah, Insya Allah makin tegak agama kita, makin makmur negara kita.

KAORI Newsline | Wawancara dan Teks oleh Razif Kurniawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.