Ulasan Anime: No Game No Life

1

no game no life

Sebuah anime dengan genre fantasi bercampur dengan unsur game kembali muncul pada musim anime kali ini. No Game No Life diadaptasi dari novel ringan karya Yuu Kamiya. Anime ini seperti melepas pakem bahwa cerita tentang dunia fantasi haruslah berhubungan dengan tokoh utama berpenampilan keren yang menyelamatkan dunia dengan senjata atau kemampuan super mereka. Kisah bercerita tentang sepasang kakak-adik bernama Sora dan Shiro, yang sudah memainkan, dan menjadi tak terkalahkan, di  berbagai game online dengan nama [ ].  Suatu ketika, mereka menerima email berisikan tantangan bermain catur, dimana setelah perjuangan keras mereka berhasil menang. Ternyata yang menantang mereka adalah “tuhan” dari dunia lain, yang kemudian membawa kedua bersaudara ini masuk ke dalam dunianya, yang dipenuhi dengan berbagai macam permainan. Petualangan mereka dimulai setelah bertemu dengan Stepahanie Dola, cucu dari raja terakhir kaum manusia, yang tengah berada di ambang kebinasaan.

Adaptasi yang diproduksi oleh Madhouse (yang pernah memproduksi anime seperti Btoom, Highschool of the Dead, atau film Summer Wars) memiliki style animasi yang ‘penuh warna’, yang menjadi senada dengan tema seri ini yaitu fantasi berbau game. Adaptasi ini berlangsung sepanjang 12 episode, dengan durasi tayang 23 menit per episodenya. Pengerjaan latar dan artwork untuk seri ini begitu sempurna dan mendetil, hingga mampu menyaingi kualitas gambar yang disajikan dalam game-game berkelas. Seri ini juga memiliki musik latar yang enak didengar, dan mampu menunjang setiap adegan yang ada. Lagu pembuka yang dibawakan oleh Konomi Suzuki mampu membakar jiwa dari seri ini, menjadikan setiap adegan dan game yang ada didalamnya lebih terasa hidup. Sebagai pembungkus setiap episode, lagu penutup pelan yang dilantunkan oleh Ai Kayano menjadi sebuah keindahan tersendiri yang menarik. Dari segi cerita sendiri, seri ini menawarkan keunikan tersendiri, dimana setiap game yang dimainkan tidak melulu mengikuti peraturan yang kita ketahui sebelumnya. Ada saja berbagai hal baru nan aneh yang ditambahkan kedalam setiap game. Namun, tambahan-tambahan itu ternyata justru menjadi ‘bumbu penyedap’ tersendiri bagi setiap adegan dan game yang disuguhkan.

Namun, tidaklah ada yang sempurna. Pengembangan karakter Sora dan Shiro yang terjadi di seri ini terkadang menunjukkan salah satu jenis relasi terlarang, yaitu incest, dimana hal ini dapat membuat beberapa pihak yang kurang menyukainya, merasa cukup terganggu. Lalu, terlepas dari ratingnya yang hanya PG-13 (usia 13 tahun keatas). adegan komedi yang disuguhkan seri ini banyak yang mengarah ke hal-hal yang seharusnya tidak disajikan bagi konsumen dibawah usia 17 tahun.

Akhir kata, seri ini dapat dikatakan sebagai sebuah seri yang menarik untuk diikuiti. Dengan mengangkat konsep petualangan yang berbeda dengan yang sudah ada belakangan ini, karakter yang cukup imbang dan tidak overpowered, serta humor dan konsep cerita yang cerdas, seri ini mungkin akan cocok dengan anda. Tentu saja dengan catatan kalu anda sudah cukup umur.

Berikut adalah beberapa cuplikan adegan dari episode awal seri anime ini.

KAORI Newsline | oleh Shofa Pranata dan Krisma Budianto Irawan

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.