tokyo ghoul

Serial Manga garapan Sui Ishida yang berjudul Tokyo Ghoul telah diadaptasi menjadi film live-action berjudul serupa pada tahun 2017 lalu. Sekuelnya yang berjudul Tokyo Ghoul S telah dirilis di Jepang pada Juni lalu, dan telah dibawa oleh CB International Movie ke Indonesia untuk dirilis di bioskop-bioskop Indonesia seperti CGV Cinemas Indonesia hingga Cinépolis Indonesia, pada 9 Desember 2019 mendatang.

Tim KAORI Nusantara mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan lebih awal dari film ini. Berikut adalah ulasan Tokyo Ghoul S dari KAORI Nusantara:

Advertisement Inline

Tokyo Ghoul S merupakan kelanjutan dari film live action Tokyo Ghoul yang berkisah mengenai Kaneki (Masataka Kubota) yang menjadi sosok setengah ghoul dan manusia. Berusaha untuk menyembunyikan identitasnya sebagai ghoul, Kaneki pun bekerja di kedai kopi bernama Anteiku yang dikelola oleh para ghoul, yakni Touka (Maika Yamamoto) dan Yoshimura (Kunoi Murai).

Dalam film terbaru ini dikisahkan bahwa Kaneki bertemu dengan sosok baru bernama Shu Tsukiyama (Shota Matsuda) yang tertarik dengan dirinya. Tanpa disangka, Shu merupakan ghoul berbahaya yang dikenal dengan julukan “The Gourment”. Kini, Kaneki pun menjadi incari Shu yang ternyata tertarik dengan aroma dan rasa selaku makhluk setengah ghoul dan manusia.

Dipenuhi Aksi Pertarungan yang Intens!

Tokyo Ghoul dikenal sebagai sebuah waralaba yang menghadirkan berbagai adegan penuh aksi dan gore. Film ini pun menghadirkan hal yang serupa dengan serial anime atau komiknya, bahkan sejak awal penonton akan dikejutkan dengan teror mencekam dari “The Gourment” yang akan menjadi antagonis utama dalam film ini.

Selain itu, koreografi dalam film ini pun patut menuai pujian karena Kentaro Hagiwara berhasil menghadirkan adegan pertarungan yang menegangkan dan sangat intens. Penonton seakan dibuat tidak bisa berpaling dari layar ketika adegan bertarung berlangsung. Apalagi, adegan pertarungan hampir terjadi sepanjang film berlangsung. Bagi yang tidak bisa menikmati gore, film ini banyak sekali adegan yang dipenuhi oleh darah ataupun organ tubuh yang membuat tidak nyaman bagi sebagian orang.

Sayangnya, adegan pertarungan yang intens tersebut sedikit menganggu dengan CGI dari Kagune para ghoul yang seharusnya bisa ditampilkan dengan lebih baik lagi. Untungnya, tidak seluruh pertarungan menggunakan kagune secara terus menerus, sehingga hal tersebut tidak menjadi suatu hal yang sangat meganggu.

Diperankan oleh para Aktor dan Aktris Berbakat!

Masataka Kubota yang berperan sebagai Kaneki telah menunjukan kemampuannya pada film pertamanya dengan sangat baik, begitupula dengan Maika Yamamoto yang memerankan Touka dengan cukup apik, setelah pemeran Touka sebelumnya, Fumika Shimizu hengkang. Kini, giliran Shota Matsuda selaku pemeran dari Shu Tsukiyama yang menunjukan kemampuannya dalam film ini. Tentu saja, sebagai aktor papan atas Jepang, Matsuda memiliki kemampuan berakting yang tidak perlu diragukan lagi.

“The Gourment” yang diperankan oleh Matsuda telah berhasil mencuri perhatian dari para penonton sejak kemunculannya di awal film. Berperan sebagai karakter antagonis utama, penampilan Matsuda telah mencuri perhatian dari para penonton sejak awal film berlangsung. Tanpa disangka, karakter bernama Shu yang dikenal dengan sifatnya yang nartistik ini berhasil diperankan dengan memukau oleh Matsuda.

Tidak hanya itu, dia juga mampu menunjukan bagaimana perubahan dari karakter Shu yang secara perlahan terobsesif dengan Kaneki. Bahkan, karakter yang diperankan oleh Matsuda ini membuat Tokyo Ghoul S menjadi lebih menarik dibandingkan dengan film sebelumnnya.

Alur Cerita yang Lambat


Diadaptasi dari serial manga yang berusaha untuk mengikuti seluruh cerita dalam komiknya menjadi kelebihan sekaligus kekurangan dalam film live-action ini. Tokyo Ghoul S bakal menjadi sangat menarik bagi yang mengikuti karya orisinalnya, meskipun mengalami beberapa penyesuaian. Namun, akhirnya film ini memiliki alur cerita yang berjalan sangat lambat. Untungnya, adegan aksi dan pertarungan yang dihadirkan mampu menutupi rasa bosan karena alur lambat tersebut.

Selain itu, hadirnya berbagai berbagai karakter yang sangat singkat bakal membuat bingung para penonton yang tidak mengikuti serial manganya. Apalagi, Tokyo Ghoul S juga menghadirkan berbagai karakter cameo yang tampaknya baru diperkenalkan pada film selanjutnya.

Tokyo Ghoul S merupakan live-action yang menghadirkan kisah layaknya dalam cerita originalnya, menjadikan film ini tidak boleh dilewatkan bagi penggemar serial komik maupun animenya. Apalagi, bagi para penggemar Tokyo Ghoul. Jadi, saksikan film ini mulai 11 Desember 2019. Adapun sebelum film ini dirilis, sejumlah gerai CGV Cinemas Indonesia juga akan menggelar Sneak Preview untuk menyambut perilisan filmnya.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.