virus corona jepang harga masker
(kathmandupost.com)

Virus Corona yang telah mewabah di seluruh wilayah Jepang menjadi momok bagi masyarakat pada saat ini. Tercatat sudah ada 88 pasien yang terkonfirmasi telah terkontaminasi oleh virus corona sampai saat ini. Rasa was – was dan khawatir terhadap dampak dari virus yang menyebakan pneumonia sampai kepada kematian, ternyata tidak menghilangkan rasa empati masyarakat Jepang bersama pemerintah untuk saling bahu – membahu untuk menyelesaikan penyakit yang telah menjadi ancaman seluruh negara, terutama untuk mencegah permainan harga masker.

Dilansir dari Japan Times (7/2), sebuah apotek dekat Stasiun Shimbashi di pusat Tokyo memberikan peraturan untuk menjual masker kepada setiap pelanggan konsumen tidak lebih dari 2 kantong masker.  Hal tersebut bertujuan untuk mencegah orang membeli dalam jumlah besar dan menjualnya kembali untuk mendapat keuntungan. Pihak toko sendiri berusaha untuk tetap memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.

Himbauan untuk membeli 2 kantong masker untuk setiap konsumen (JapanTimes)

Persediaan stok masker di Jepang semakin menipis. Hal itu menjadi dampak terhadap gelombang virus corona yang terus berkembang di negeri sakura. Meskipun begitu, pemerintah tidak tinggal diam dan berusaha untuk melindungi warganya, Akiko Ito selaku pihak dari pemerintah dari Badan Urusan Konsumen, mengatakan pada konferensi pers melarang seluruh pembelian masker yang ditunjukan untuk dijual kembali dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi virus corona.

Advertisement Inline

Badan Urusan Konsumen bersama dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri berusaha untuk menstabilkan harga masker topeng. Pemerintah akan terus menjamin harga masker akan tetap stabil sampai wabah tersebut dinyatakan sudah hilang dari Jepang. Meskipun begitu, pihak perusahaan masker mengalami defisit bahan baku untuk pembuatan masker. San-M Package Co, salah  satu perusahaan masker terkemuka di Jepang, menyatakan mereka tidak dapat memenuhi seluruh permintaan masker meskipun melakukan produksi selama 24 jam tanpa berhenti. Pihak distributor marketplace sendiri telah menemukan permainan harga masker yang tinggi sampai pada harga 99.999  yen(12 Juta Rupiah) untuk dua kantong masker berisikan 14 buah, di mana seharusnya harga ecerannya hanya senilai ¥ 405 (60 ribu rupiah) per buah. Melalui himbauan pemerintah, beberapa laman yang menjual harga masker yang tidak sesuai harga eceran langsung di takedown dari marketplace.

Seorang warganet  wanita  memberikan panduan untuk membuat masker sendiri dari kain kassa yang mudah, bahkan untuk seorang pemula sekalipun. Hal tersebut ditunjukan sebagai rasa empati kepada sesama masyarakat Jepang yang mengalami ketakutan terhadap persediaan masker yang terus menipis.

KAORI Newsline.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.