Lagu Cover ‘A Cruel Angel’s Thesis’ dari Singing Cosplayer Hikari Telah Tersedia di Spotify

0
A Cruel Angel’s Thesis

Singing Cosplayer Hikari memulai debutnya pada Hari Tahun Baru 2021 di YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter. Dia sibuk mengupload video lagu covernya (dengan ide cosplay dari karakter Anime, Game, dan Vokaloid yang populer). Dia menyelesaikan season pertama dengan tema Evangelion pada tanggal 22 Januari dan sekarang telah memulai season ke-2 dari tanggal 23 Januari .

Saat Hikari mengupload season pertamanya, video lagu covernya mendapat banyak perhatian. ‘A Cruel Angel’s Thesis’ memiliki 200.000 penayangan dalam versi bahasa Inggris dan 270.000 penayangan dalam versi Jepang. Dan ‘Shuuketsuno Sonoe’ memiliki jumlah yang besar, yaitu 630.000 penayangan dalam 5 hari dan total 1.100.000 penayangan hingga akhir pengunggahan pada tanggal 22 Januari.

This slideshow requires JavaScript.

Mulai tanggal 1 Februari Hikari akan mendistribusikan ‘A Cruel Angel’s Thesis’ dan ‘Soul’s Refrain’ di Spotify, Apple Music, Deezer, KKBOX, dan LINE MUSIC. Banyak penggemar yang merindukan suara Hikari di lagu covernya agar dapat mendengarnya lagi!

https://www.tunecore.co.jp/artists/SingCosHikari#r740747

Kesuksesannya yang luar biasa pada pertumbuhan penggemarnya di YouTube dimulai di Indonesia. Hikari mengomentari videonya dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Orang Indonesia sangat mencintai bahasa Indonesia-nya meski jauh dari kata sempurna. Banyak yang berkomentar bahwa dia terdengar sangat imut dan suka menontonnya. Tampak jelas ia memiliki banyak fans Indonesia karena 60% penontonnya berasal dari Indonesia. Karena itu Hikari mulai belajar bahasa Indonesia dan membuat komentar baru dalam bahasa Indonesia di berbagai media sosial untuk season ke-2 mulai tanggal 24 Januari.

https://www.instagram.com/p/CKbOIAsBVq9/

Hikari baru saja memulai debutnya pada Hari Tahun Baru ini dan dia belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya sebagai musisi atau sebagai cosplayer. Dia bekerja di perusahaan berorientasi Anime di Jepang dan perannya adalah PR untuk luar negeri. Dia mengunggah berbagai konten dalam banyak bahasa asing termasuk Inggris, Thailand, dan Mandarin Tradisional. Dia juga mengirimkan siaran pers ke media luar negeri, jadi dia terbiasa berkomunikasi dalam berbagai bahasa menggunakan perangkat lunak terjemahan. Inilah alasan utama dia pandai berkomentar di media sosialnya dengan menggunakan banyak bahasa. Dia diminta untuk melakukan wawancara dalam bahasa Inggris baru-baru ini tetapi dia tidak pernah belajar di luar negeri. Dia sedang belajar bahasa Inggris dengan TOEIC sekarang dan dia benar-benar pemula di bahasa Indonesia.

TikToker Asianz Dancers membuat video dance di TikTok dan Instagram berkolaborasi dengan lagu cover Hikari ‘A Cruel Angel’s Thesis’.

https://www.tiktok.com/@asianz_dancers/video/6916453807538916609?is_copy_url=1&is_from_webapp=v2

https://www.instagram.com/p/CJ5u98lH4so/

Video tersebut menjadi viral pertama kali di Indonesia kemudian berpindah ke India juga. Video YouTube-nya paling banyak ditonton di Indonesia dan India adalah yang kedua.

TikToker Asianz Dancers adalah grup pertunjukan dengan 1.300.000 pengikut di media sosial mereka. Mereka sangat populer di Arab Saudi dan India.

https://www.tiktok.com/@asianz_dancers

Hikari perlahan mendapatkan pengakuan oleh penggemar Jepang dengan lagu cover ‘Shuuketsuno Sonoe’ yang memperoleh 630.000 penayangan hanya dalam 5 hari. Tapi pandangannya di Jepang hanya 2,5%. Mayoritas, 97,5%, pandangan berasal dari luar Jepang. Dia menjadi artis internasional meskipun dia sendiri belum bisa percaya. Penggemarnya menikmati cosplaynya yang berbeda setiap saat dan cantik serta imut. Mereka menyebutkan bahwa suaranya luar biasa dan mereka menikmati lagu cover dari anime dan vocaloid populer. Hanya 1 bulan sejak dia memulai debutnya, ada desas-desus tentang dia di dunia dan di media sosial di banyak negara. Harap terus pantau langkah selanjutnya dari Singing Cosplayer Hikari!

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.