Tahun 2022 sudah dimulai. Beberapa bioskop di seluruh Indonesia sudah mulai menayangkan film-film yang siap memanjakan penontonnya. Dan di awal bulan Januari 2022, Feat Pictures bekerjasama dengan Purple Plan menghadirkan film anime karya Mamoru Hosoda, BELLE atau Ryu to Sobakasu no Hime dalam bahasa Jepangnya. Film ini rencananya akan diputar di sejumlah gerai bioskop di Indonesia mulai tanggal 12 Januari 2022 mendatang. Kira-kira seperti apakah filmnya?

Sinopsis

Suzu adalah seorang siswi SMA berusia 17 tahun yang tinggal di desa. Akan tetapi Suzu sudah kehilangan ibunya sejak kecil karena insiden tak terduga yang juga disaksikan oleh dirinya. Ia kini hanya tinggal bersama ayahnya, namun Suzu tidak pernah berbicara sama sekali sejak peristiwa tersebut. Selama bertahun-tahun, Suzu hidup menutup diri dan enggan bergaul dengan orang-orang, mau itu di desa ataupun di sekolahnya.

Suatu hari, Suzu diajak oleh temannya yaitu Hiro untuk masuk ke dalam dunia bernama “U”, sebuah dunia virtual dengan lima miliar anggota di seluruh dunia internet. Di dunia itulah ia bukan lagi Suzu yang menutup diri, melainkan ia menjadi Belle (nama akunnya adalah Bell), seorang penyanyi terkenal kelas dunia yang trending di dunia “U” dengan Hiro sebagai manajernya. Pada hari di mana Belle sedang mengadakan konser di sebuah gedung virtual, Belle berjumpa dengan sesosok makhluk misterius yang bentuk kepalanya seperti layaknya naga bernama Beast (di dunia “U” beberapa orang memanggilnya sebagai Ryuu) yang muncul di tengah-tengah berjalannya konser Belle. Bersama, mereka memulai kisah penuh petualangan, tantangan, dan cinta, dalam perjalanan untuk menjadi diri mereka yang sesungguhnya.

Sebuah Karya Emosional Dari Mamoru Hosoda Yang Mengajak Penonton Merasakan Dunia Virtual

© 2021 Studio Chizu *Reference the aforementioned © Copyright notice when using the artwork

BELLE  merupakan karya terbaru dari sutradara Mamoru Hosoda yang dikenal dengan kisahnya yang emosional dan memancing air mata, seperti Mirai yang mendapatkan nominasi Oscar maupun film bertema time travel seperti Toki wo Kakeru Shoujo (The Girl Who Leapt Through Time). Di film ini, penonton diajak untuk merasakan dunia virtual yang luas dan penuh warna. Latar ceritanya juga terasa begitu pas dengan tren teknologi masa kini, seolah terasa menjadi “prolog” menuju dunia metaverse di dunia nyata. Akan tetapi yang menjadi fokus utama dari film BELLE adalah kisah untuk mengajarkan bahwa kita harus menjadi diri sendiri dan bisa bergaul dengan sekitar walaupun banyak rintangan yang harus dihadapi, seperti malu dengan lingkungan maupun perbedaan akan sesuatu yang ada. Film ini juga mengajarkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak penting walaupun kehilangan salah satu dari yang disayanginya. Orang tua adalah tempat yang tepat untuk mengeluarkan isi hati dari sang anak dan harus mendukungnya walaupun apa yang diinginkannya bisa di luar harapan.

BELLE menghadirkan visual yang benar-benar memanjakan mata penonton karena Mamoru Hosoda sendiri mengatakan akan membuat sebuah dunia virtual yang terinspirasi dari karya terdahulunya di dunia animasi, seperti Digimon Adventure hingga Summer Wars. Menurut penulis, bagi penonton yang sudah pernah menonton Summer Wars, BELLE seolah nampak seperti sekuel dari Summer Wars karena dunia virtual yang disajikan terasa mirip. Namun dengan adanya tambahan background, lokasi dan dunia yang ada bisa dibilang lebih variatif ketimbang Summer Wars. Yang menarik, BELLE sendiri turut mengadaptasi sebuah kisah klasik, yakni Beauty and the Beast, yang kemudian di-remix dengan penyutradaraan khas Mamoru Hosoda.

Para pengisi suara di film BELLE ini bukan main-main. Untuk karakter utama seperti Suzu atau Belle diisi oleh Kaho Nakamura yang merupakan penyanyi dan penulis lagu. Untuk karakter misterius seperti Ryuu atau Beast suaranya diisi oleh Takeru Satoh yang memerankan Kenshin di live action Rurouni Kenshin. Tidak hanya itu saja, film ini juga diisi beberapa aktor dan aktris terkenal seperti Shota Sometani yang dikenal sebagai pemeran Eiji Niizuma di Bakuman versi live-action, Ryo Narita yang terkenal akan perannya di live-action Homunculus, dan Tina Tamashiro yang pernah memerankan Ai Enma di Jigoku Shojo versi film live-action di tahun 2019. Selain itu, beberapa seiyu terkenal juga ambil peran di film tersebut seperti Kenjiro Tsuda, Mami Koyama, Mamoru Miyano serta Toshiyuki Morikawa dan tidak ketinggalan pula ada Koji Yakusho yang selalu muncul di film-film karya Mamoru Hosoda. Tak lupa pula personel YOASOBI yaitu Ikura alias Lilias Ikuta turut ambil peran sebagai seiyu di film ini sebagai sahabat dan manager Suzu di “U”, Hiro.

Kesimpulan

Film BELLE merupakan karya terbaru dari Mamoru Hosoda yang kembali mengambil tema dunia virtual setelah Summer Wars dengan memadukan cerita dongeng Beauty and the Beast sebagai inspirasinya. Plot twist dan visual yang disajikan di film ini cukup menarik. Alur ceritanya meskipun bagus, pace ceritanya sayangnya agak ngos-ngosan di bagian pertengahannya. Untungnya hal ini tertolong melalui eksekusi di bagian endingnya. Jika penonton pernah menonton serial Netflix yang berjudul Black Mirror, premis untuk karakter macam Suzu hampir sama dengan beberapa pemeran di film Black Mirror. Di film BELLE juga menampilkan beberapa kalimat bahasa Indonesia yang muncul di beberapa adegan.

Film BELLE cocok untuk ditonton bersama keluarga karena juga ada hal yang bisa dipetik dari beberapa adegan yang muncul di film tersebut. Film ini juga cukup menguras air mata dan emosional penonton. Terdapat juga adegan komedi romantis yang tersedia di film ini sebagai elemen penghibur. Tapi poin terpenting dari film ini adalah mengajak introspeksi diri untuk tidak malu berekspresi walaupun banyak perbedaan di sekitar yang menjadi penghalangnya dan peran orang tua sebagai tempat untuk menyampaikan perasaan anaknya.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.