Shinkansen Indonesia Dibatalkan, Pemerintah Tidak Takut Ancaman Jepang

2

800px-JR_East_Shinkansen_lineup_at_Niigata_Depot_201210

Pemerintah berencana membatalkan tiga proyek yang dikerjakan oleh Jepang. Adrinof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas mengatakan bahwa rencana pembatalan tersebut dilakukan  setelah pemerintah mengkaji sekitar 20- an proyek yang dikerjakan oleh Jepang.

“Dalam proses kajian pemerintah, menurut kita ada yang tidak lanjut rencana itu, salah satunya High Speed Train, kereta api super cepat, dua lainnya nanti lah,” kata Adrinof di Istana Negara  sebagaimana dilansir harian Kontan, Rabu (14/1).

Adrinof mengatakan, rencana pembatalan tiga proyek Jepang tersebut berbuah pahit. Sebab, pemerintah Jepang tidak terima.

Mereka bahkan memberikan ancaman ke pemerintah Indonesia. Ancaman tersebut berkaitan dengan kelanjutan hubungan bilateral di bidang ekonomi dan politik dengan Jepang.

“Dia bilang begitu, ada konsekuensi ekonomi dan politik dan ekonomi buat hubungan bilateral kalau proyek yang sudah ada dalam list dibatalkan,” katanya.

Meskipun mendapat ancaman, Adrinof mengatakan bahwa pemerintah tidak akan gentar. Pemerintah akan tetap menjalankan semua kebijakan tanpa akan mempedulikan ancaman dari negara lain.

Pemerintah, kata Adrinof, juga tidak akan ambil pusing jika nantinya sikap tegas pemerintah tersebut akan mengurangi minat investor Jepang berinvestasi di Indonesia. “Ngapain, kita kan bangun untuk rakyat, kalau menurut kita ada masalah ke sektor lain, tidak boleh dong kita paksakan,” katanya.

Namun, Adrinof tidak mau mengatakan secara lebih jauh permasalahan yang dia sebutkan tersebut.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan pembangunan proyek kereta api cepat Argo Cahaya dengan teknologi Jepang. Pada tahap awal, kereta api cepat ini akan dibangun untuk ruas Jakarta-Bandung dan selanjutnya diperpanjang menuju Surabaya. Waktu tempuh Jakarta-Bandung dengan KA cepat ini diperkirakan dapat dipangkas hanya menjadi 1 jam saja.

Semenjak masih menjabat sebagai direktur PT. Kereta Api Indonesia, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan bahwa KA supercepat belum diperlukan saat ini dan merasa lebih baik membangun kereta api di daerah-daerah yang belum terjangkau kereta api.

KAORI Newsline | sumber foto

2 KOMENTAR

  1. LCC dihapus, lalu Proyek Shinkansen yang mempermudah tranportasi dibatalkan…..Selanjutnya apa ya?? Pemerintah sekarang maunya apa sih? #gagalpaham #bukanurusansaya. Yakin mau “putus hubungan” dengan Jepang? Secara Jepang itu Investor terbanyak di Indonesia. Bukannya tidak nasionalis. Cuma ya berpikir logis sajalah! Pihak Jepang mah santai. Masih banyak negara2 lain yg mau menerima dengan tangan terbuka…. #sekalilagibukanurusansaya

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.