Dalam perhelatan Comifuro 22 pada 16-17 Mei 2026 lalu di ICE BSD, Tangerang, salah satu agensi VTuber dari Indonesia, Prism:NOVA kembali hadir. Setelah sukses hadir di Comifuro 21, kini mereka kembali membuka booth dan memperkenalkan konsep yang lebih segar kepada para pengunjung Comifuro 22.
Berlokasi di booth AC-07 yang cukup strategis, kehadiran Prism:NOVA memberikan keunikan tersendiri dengan hadirnya dekorasi, standee, dan banner yang cantik dan imut yang membuat pengunjung seolah merasakan suasana ala maid cafe.
Tim KAORI Nusantara berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan dua personel dari Prism:NOVA, yaitu Ghozi sebagai stafnya dan Faizal sebagai manajer untuk generasi ketiga Prism:NOVA, Palleteia. Ketika kami berkunjung, booth ini memang sedang cukup lowong sehingga kami punya kesempatan untuk foto booth mereka yang unik sekaligus mewawancarai para personel agensi vtuber ini.
Penasaran seperti apa wawancaranya? Berikut adalah rangkuman wawancara kami KAORI bersama Ghozi dan Faizal dari Prism:NOVA.
Bisa Memperkenalkan Diri Siapa Nama Anda?
Baik, perkenalkan nama saya Ghozi, saya salah satu staf dari Prism:NOVA. Dan saya Faizal, saya selaku manajer untuk generasi ketiga Prism:NOVA, Palleteia.
Menurut Anda, Apa Tantangan Terbesar Agar Bisa Bertahan di Industri VTuber Saat Ini?
Ghozi: “Menurut saya tantangan terbesar yang dihadapi adalah pasar di industri VTuber kerap dinamis dan selalu berubah setiap hari, di mana setiap tren atau hal baru selalu hadir setiap saat, sehingga kami tetap harus jeli dan gesit dalam menghadapi hal tersebut.
Selain itu di ranah manajemen, meski kami punya cukup SDM untuk dapat menjalankan fungsi operasional sehari-hari, kami mengakui bahwa pekerjaan di ranah ini lebih bersifat side-job, mengingat beberapa staf kami punya pekerjaan utama di dunia nyata, serta prospect-nya yang masih terbatas. Itu sebabnya mengapa kami selalu beradaptasi dalam hal menavigasi industri VTuber ini dengan manajemen yang ada saat ini.
Selebihnya selain tiga tantangan diatas, kami masih baik-baik saja untuk saat ini.”
Bagaimana Solusi Anda dalam Menghadapi Tantangan Terbesar Tersebut?
Faizal: “Solusi kami yaitu, pertama, pahami tren yang sedang berkembang maupun demand yang sedang dicari. Lalu dari situ, kami dapat beradaptasi dan fleksibel berdasarkan pengamatan kami. Kemudian, kami komunikasikan dulu, baik kepada sesama staf, talent, maupun komunitas kami. Terakhir, setelah tiga cara diatas dilakukan, kami dapat memantau pencapaian sejauh ini, sekaligus menilai apakah berhasil atau sebaliknya.”
Bagaimana Harapan Anda untuk Industri VTuber di Indonesia ke Depannya?
Faizal: “Mengenai harapan untuk ke depannya, kami berharap agar industrinya bisa stabil terlebih dahulu, mengingat industri VTuber di Indonesia punya potensi yang besar di kemudian hari, hanya saja, akhir-akhir ini sedang naik turun karena beragam faktor, termasuk masalah yang sedang dihadapi di industri VTuber ini. Kuncinya adalah utamakan stabilitas terlebih dahulu di industri yang serba dinamis ini.”
Di 2026, industri VTuber Indonesia selalu hadir dengan beragam kejutan, baik dari segi partisipan, kualitas, hingga inovasi baru. Bagaimana cara Prism:NOVA agar dapat bertahan di industri ini?
Faizal: “Menurut saya agar Prism:NOVA tetap bisa bertahan hingga sekarang di industri ini, yang pertama adalah selalu ikuti tren dan perkembangan yang sedang dibicarakan banyak orang, hal ini selain agar tetap relevan, kami juga dapat beradaptasi dan fleksibel sehingga peluang untuk survive bisa membaik di kemudian hari.
Selain itu, ada satu cara yang kerap kali di-overlooked di industri ini, yaitu dengan tetap menjaga identitas, terutama dalam hal karakterisasi, storytelling, dan roleplaying yang menjadi ciri khas kami, sehingga kami tetap dapat bisa deliver ke komunitas VTuber dengan cara kami sendiri.”
—————————
Terima kasih untuk wawancaranya, Ghozi dan Faizal. Semoga Prism:NOVA dapat bertahan dan mampu berkembang untuk ke depannya!
KAORI Newsline | Wawancara oleh Eriq Affandi













