Dalam event Comifuro 22 pada 16-17 Mei 2026 lalu di ICE BSD, Tangerang, salah satu VTuber independen veteran dari Indonesia, Epel dari Hai Halo Epel! Ia bersama rekan-rekannya hadir di acara ini dengan membuka boothnya di AC-21 untuk bertemu dengan para penggemarnya.

Tim KAORI berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Epel, yang kebetulan juga sedang berada di booth bersama dengan rekan-rekan stafnya. Ketika kami berkunjung, booth ini memang seringkali ramai dikunjungi oleh para pengunjung karena lokasinya yang cukup strategis. Bahkan kami mesti harus bersabar terlebih dahulu sebelum dapat kesempatan untuk berbincang dengan yang menjaga booth tersebut.

Penasaran seperti apa wawancaranya? Berikut adalah rangkuman wawancara kami KAORI bersama Epel dari Hai Halo Epel!.

Bisa memperkenalkan diri siapa nama Anda?

Baik, nama saya Epel dari Hai Halo Epel!, saya VTuber indie dari Indonesia. Saya memulai debut saya sebagai VTuber sejak 2018.

Apa yang membuat anda terjun ke dunia VTuber?

Semuanya berawal dari membantu teman saya untuk memulai karir sebagai VTuber, dan kala itu VTuber masih sepenuhnya baru di ranah pop culture Indonesia. Seiring berjalannya waktu, dari membantu teman saya, saya bercita-cita untuk menjadi VTuber dan mewujudkannya dengan memulai karir VTuber saya secara mandiri.

Dulunya, saya merupakan bagian dari Re:Memories yang kala itu merupakan pendatang baru dan waktu itu baru ada Reynard Blanc selain saya sendiri. Setelah 2019, saya berpisah dengan agensi dan bertransformasi menjadi VTuber indie seperti sekarang ini.

Keunikan apa yang membuat Anda bisa standout di industri saat ini?

Cara unik saya menghibur ke penonton yang membuat saya bisa standout di industri VTuber saat ini melalui meme hingga konten yang asik dan seru untuk dinikmati.

Selain itu terlepas dari keterbatasan dan tantangan yang dihadapi, justru menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap memberikan yang terbaik ditengah situasi yang serba terbatas, maka itu sebagai inspirator juga dapat menjadi kunci untuk bisa standout di industri yang serba dinamis ini.

Menurut Anda, apa tantangan terbesar agar bisa bertahan di industri VTuber saat ini?

Menurut saya tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana cara agar tetap dapat mengikuti tren terkini yang ada di sosial media, di mana setiap tren atau hal baru selalu hadir setiap waktu, sehingga saya tetap harus jeli dan gesit.

Bagaimana solusi Anda dalam menghadapi tantangan terbesar tersebut?

Solusi saya, yang pertama mendengarkan masukan dan berkomunikasi dengan staf dan bahkan komunitas saya. Selain itu, saya riset dan saya sesuaikan dengan batasan maupun peraturan yang dibuat oleh Epel sendiri, sehingga saya bisa menavigasi tren terkini, sementara tetap mempertahankan keunikan yang saya miliki.

Bagaimana harapan Anda untuk industri VTuber Indonesia ke depannya?

Mengenai harapan untuk ke depannya, saya berharap semoga industrinya bisa stabil terlebih dahulu, mengingat industri VTuber di Indonesia punya potensi yang besar di kemudian hari. Lalu, begitu sudah stabil dan sustain, perlahan tapi pasti industri VTuber dapat berkembang, baik dari segi kualitas, maupun dari segi komunitas.

—————————

Terima kasih untuk wawancaranya, Epel. Semoga anda selalu menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih baik ke depannya!

KAORI Newsline | Wawancara oleh Eriq Affandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.